Transformasi Kopi Kayu Aro: Dari Kualitas Lokal Menjadi Standar Baru Nasional

Admin Alko | 01/12/2025


Prestasi Alan Fauzi sebagai juara 2 nasional bukanlah episode yang berdiri sendiri. Ia merupakan puncak dari sebuah perjalanan panjang yang menunjukkan bagaimana Kayu Aro—dengan seluruh ekosistem petani, prosesor, dan anak muda penggeraknya—telah memasuki fase baru dalam industri kopi Indonesia. Fase di mana kualitas tidak lagi sebatas cita-cita, melainkan standar baru yang mulai diakui secara nasional.

Transformasi ini tidak terjadi dalam semalam. Ia tumbuh dari kerja kolektif yang jarang diperhatikan: tangan-tangan petani yang menanam dan merawat pohon kopi, prosesor yang menyempurnakan metode pascapanen, komunitas lokal yang menjaga budaya, serta lembaga seperti ALKO yang terus menanamkan prinsip keberlanjutan dan ketertelusuran.
Hari ini, perubahan itu semakin terlihat—bukan hanya dari gelar juara, tetapi dari cara Kayu Aro membentuk identitas baru dalam dunia specialty coffee Indonesia.


1. Ketika Kualitas Menjadi Bahasa Bersama

Banyak daerah memiliki kopi; tetapi tidak semua daerah menjadikan kualitas sebagai budaya bersama. Di Kayu Aro, transformasi ini mulai terasa beberapa tahun terakhir—saat petani, prosesor, dan pembeli mulai berbicara dengan bahasa yang sama: kualitas.

Kesadaran baru ini lahir dari banyak proses:

  • Peningkatan pemahaman tentang standar specialty
    Petani tidak lagi hanya mengandalkan panen besar, tetapi juga panen bersih, matang seragam, dan ditangani dengan seleksi ketat.

  • Penggunaan metode pascapanen yang makin presisi
    Mulai dari washed, honey, natural, hingga variasi kontemporer yang lebih terkontrol.

  • Kebiasaan cupping di tingkat lokal
    Cita rasa tidak lagi abstrak; ia menjadi alat ukur yang dipahami bersama.

Hal-hal kecil yang dilakukan konsisten ini akhirnya membangun pondasi kuat untuk menjadikan Kayu Aro sebagai salah satu rujukan kualitas kopi di Sumatra—bahkan di Indonesia.


2. Peran Prosesor Lokal Sebagai Motor Inovasi

Di balik transformasi Kayu Aro, ada generasi baru prosesor yang mendorong batas-batas kualitas. Alan Fauzi adalah salah satu representasi paling nyata dari gelombang ini.
Tetapi penting dicatat: ia bukan satu-satunya. Ada banyak pemuda lokal yang mulai menaruh perhatian pada detail proses—mulai dari fermentasi, pencucian, pengeringan, hingga grading.

Para prosesor ini tidak bekerja untuk mendapatkan reputasi semata. Mereka bekerja untuk memastikan bahwa kopi Kayu Aro dapat berbicara tentang dirinya sendiri di panggung nasional.

Beberapa aspek penting yang mereka kuasai:

  • Fermentasi yang bersih dan terukur
    Tidak terlalu lama, tidak terlalu cepat, dan sesuai karakter biji.

  • Pengeringan yang konsisten
    Pengawasan kelembapan yang ketat menjadi kunci untuk menghasilkan rasa bersih dan stabil.

  • Grading dan sortasi berlapis
    Kesalahan kecil dalam sortasi dapat menghilangkan potensi kopi; langkah ini kini dianggap krusial.

Dengan pendekatan seperti ini, Kayu Aro tidak lagi dianggap sebagai penghasil kopi yang “cukup bagus,” tetapi sebagai produsen kopi berkualitas tinggi yang siap bersaing.


3. ALKO dan Ekosistem Berbasis Ketertelusuran

Transformasi Kayu Aro tidak dapat dilepaskan dari peran ekosistem yang dibangun oleh ALKO. Dalam beberapa tahun terakhir, ALKO fokus memperkuat dua fondasi utama:

a. Ketertelusuran (Traceability)

Ketertelusuran bukan hanya tuntutan pasar internasional, tetapi juga cara memastikan setiap proses terdokumentasi dan dapat dipertanggungjawabkan.

Dengan sistem yang semakin modern, ALKO mendorong:

  • pencatatan petani, kebun, dan lot secara detail,

  • digitalisasi data melalui platform yang kredibel,

  • pemetaan kebun untuk memastikan keberlanjutan,

  • integrasi informasi dari hulu ke hilir.

Ketika kualitas tumbuh, transparansi menjadi kebutuhan, bukan lagi pilihan.

b. Penguatan Kapasitas Pelaku Lokal

Pelatihan pascapanen, cupping, manajemen kebun, dan pembinaan generasi muda adalah kegiatan yang terus berjalan.
Transformasi Kayu Aro tidak hanya fisik—ia juga transformasi pengetahuan.

Dengan pendekatan yang kolaboratif, ALKO memposisikan diri sebagai rumah besar bagi petani dan prosesor untuk berkembang.


4. Dampak Pengakuan Nasional Terhadap Daerah

Prestasi nasional seperti yang diraih Alan Fauzi memiliki efek domino yang sangat besar. Gelar juara bukan hanya tentang satu orang; ia adalah cermin dari ekosistem yang mendukungnya.

Dampaknya antara lain:

a. Meningkatnya kepercayaan pasar

Buyer dan roaster semakin yakin bahwa Kayu Aro adalah sumber kopi berkualitas stabil.

b. Motivasi kolektif untuk meningkatkan standar

Ketika satu orang berhasil, yang lain terdorong mengikuti.
Prestasi ini menjadi standar baru—bahkan menjadi target bersama.

c. Identitas baru Kayu Aro di peta kopi Indonesia

Dulu, Kayu Aro lebih banyak dikenal karena sejarah pertaniannya.
Kini, ia dikenal karena kopinya.


5. Kopi Kayu Aro Sebagai Inspirasi Generasi Baru

Salah satu transformasi paling menarik adalah tumbuhnya kebanggaan di kalangan generasi muda Kayu Aro terhadap dunia kopi.
Profesi prosesor, roaster, cupper, hingga exporter—yang dulu dianggap jauh—kini mulai dianggap pekerjaan masa depan.

Anak-anak muda melihat bahwa kopi tidak hanya soal bertani, tetapi juga:

  • mengembangkan bisnis berbasis kreativitas,

  • menciptakan produk baru,

  • membangun brand lokal,

  • memperkenalkan Kayu Aro ke dunia.

Ketika suatu daerah mulai melahirkan generasi yang percaya pada potensi kampung halamannya, maka transformasi itu sudah mencapai fase paling penting: transformasi mentalitas.


6. Masa Depan yang Semakin Terbuka

Apa arti transformasi ini bagi Kayu Aro?

Pertama, kualitas bukan lagi pengecualian—tetapi menjadi identitas.
Kedua, kopi Kayu Aro memasuki babak baru, di mana persaingan bukan lagi soal kuantitas, tetapi nilai.
Ketiga, pasar nasional dan global mulai melihat Kayu Aro sebagai origin yang wajib diperhitungkan.

Ke depan, peluang semakin besar:

  • diversifikasi proses pascapanen yang lebih kreatif,

  • ekspansi pasar specialty,

  • integrasi sistem digital seperti EUDR dan traceability,

  • penguatan koperasi dan struktur rantai pasok,

  • peningkatan kompetensi SDM.

Transformasi ini baru dimulai, dan Kayu Aro berada di jalur yang tepat untuk menjadi salah satu pusat kualitas kopi Indonesia yang paling berpengaruh.


Penutup: Dari Kayu Aro Untuk Indonesia

Transformasi Kayu Aro menunjukkan bahwa kualitas dapat tumbuh dari tempat mana pun—selama ada komitmen, kolaborasi, dan semangat untuk belajar.
Kemenangan Alan Fauzi adalah bukti nyata bahwa kerja kolektif dapat menghasilkan sesuatu yang besar.

Hari ini, Kayu Aro tidak hanya menghasilkan kopi;
Kayu Aro menghasilkan standar baru dalam industri kopi Indonesia.

Dan perjalanan ini masih panjang.



Share this :
Share this :

Blog

Other News recommendations for you

Blog

Other News recommendations for you

Kunjungan Duta Besar Republik Islam Pakistan untuk Indonesia, H.E. Mr. Zahid Hafeez Chaudhri, ke Kerinci tidak hanya menjadi agenda penjajakan perdagangan kopi, tetapi juga mencerminkan semakin eratnya hubungan bilateral Indonesia dan Pakistan melalui diplomasi ekonomi berbasis daerah.Indonesia dan Pakistan merupakan dua negara sahabat yang telah menjalin hubungan diplomatik sejak tahun 1950. Selama lebih dari tujuh dekade, kedua negara terus memperkuat kerja sama di berbagai sektor, mulai dari perdagangan, investasi, pendidikan, pertanian, hingga pertukaran budaya. Dalam beberapa tahun terakhir, kedua pemerintah juga terus mendorong peningkatan nilai perdagangan sebagai bagian dari penguatan kemitraan ekonomi.Dalam kunjungannya ke ekosistem ALKO di Kerinci, Duta Besar Pakistan menilai model yang dikembangkan ALKO memiliki nilai strategis karena tidak hanya menghasilkan komoditas berkualitas, tetapi juga membangun sistem produksi yang berkelanjutan, transparan, dan mampu memberikan manfaat langsung kepada petani."Saya datang dengan tujuan melihat potensi perdagangan kopi. Namun setelah berada di ALKO, saya melihat sesuatu yang jauh lebih besar. Yang dibangun bukan sekadar bisnis kopi, tetapi sebuah ekosistem yang menghubungkan petani, koperasi, teknologi, keberlanjutan, dan akses pasar internasional. Model seperti ini sangat relevan dengan kebutuhan perdagangan global saat ini," ujar H.E. Mr. Zahid Hafeez Chaudhri.Ia menambahkan bahwa pendekatan tersebut membuka peluang kerja sama yang lebih luas antara Pakistan dan Indonesia."Kami tidak ingin membatasi kerja sama hanya pada kopi. Setelah melihat potensi yang dimiliki ALKO, kami melihat peluang besar untuk mengembangkan perdagangan berbagai komoditas unggulan Indonesia ke Pakistan. Ini merupakan kesempatan untuk memperkuat hubungan ekonomi kedua negara melalui sektor riil yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat," katanya.Menurut Duta Besar Pakistan, hubungan bilateral yang telah terjalin lama perlu terus diperkuat melalui kolaborasi konkret antara pelaku usaha kedua negara. Ia menilai kerja sama seperti yang dibangun ALKO dapat menjadi contoh bagaimana diplomasi ekonomi mampu diterjemahkan menjadi kemitraan bisnis yang berkelanjutan.Senada dengan itu, CEO PT ALKO Sumatra Kopi, Suryono, mengatakan bahwa kunjungan tersebut menjadi kehormatan sekaligus momentum penting untuk memperluas kerja sama perdagangan Indonesia–Pakistan."Kami percaya hubungan persahabatan antara Indonesia dan Pakistan yang telah terbangun selama puluhan tahun dapat diperkuat melalui kolaborasi bisnis yang saling menguntungkan. ALKO siap menjadi bagian dari upaya tersebut dengan menghadirkan komoditas yang berkualitas, memiliki sistem traceability, dan diproduksi melalui prinsip keberlanjutan," ujar Suryono.Menurutnya, kerja sama yang akan dituangkan dalam nota kesepahaman pada Rapat Anggota Tahunan Koperasi ALKO bukan hanya berorientasi pada peningkatan volume perdagangan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan ekonomi kedua negara melalui pengembangan perdagangan multi-komoditas, pembangunan hub distribusi di Pakistan, dan kemitraan jangka panjang yang memberikan manfaat bagi petani serta pelaku usaha di kedua negara.Dengan fondasi hubungan diplomatik yang telah berlangsung lebih dari 75 tahun, kunjungan Duta Besar Pakistan ke Kerinci diharapkan menjadi tonggak baru dalam memperkuat diplomasi ekonomi Indonesia–Pakistan, sekaligus membuka jalan bagi semakin banyak komoditas unggulan Indonesia untuk memasuki pasar Pakistan dan kawasan Asia Selatan.

Read More  

Admin Alko | 16/07/2026

Kerinci, Jambi — Industri kopi Indonesia memasuki babak baru transformasi berbasis teknologi. PT ALKO Sumatra Kopi bersama PT Biomass Indonesia Global (BIG) menyelesaikan penelitian komprehensif mengenai peningkatan kualitas proses pascapanen kopi melalui pengembangan teknologi Nano Bubble. Kolaborasi ini menjadi langkah strategis dalam membangun standar baru pengolahan kopi nasional yang lebih modern, berbasis sains, efisien, dan berkelanjutan.Hasil penelitian yang dituangkan dalam Comprehensive Quality Assessment & Improvement Report ALKO–BIG menunjukkan bahwa peningkatan mutu kopi tidak semata ditentukan oleh kualitas bahan baku maupun sumber air, tetapi sangat dipengaruhi oleh optimalisasi proses pencucian (washing process). Temuan tersebut membuka peluang lahirnya standar operasional baru bagi industri kopi Indonesia yang dapat diterapkan secara luas oleh koperasi, eksportir, maupun pelaku usaha kopi.Direktur PT ALKO Sumatra Kopi mengatakan kolaborasi dengan Biomass Indonesia Global merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk mengembangkan sistem science-based coffee processing, yaitu sistem pengolahan kopi yang seluruh prosesnya didukung oleh penelitian ilmiah, pengukuran laboratorium, serta inovasi teknologi."Selama ini industri kopi lebih banyak berbicara mengenai varietas, budidaya, atau cita rasa. Padahal kualitas akhir produk juga sangat ditentukan oleh proses pascapanen. Bersama Biomass Indonesia Global, kami ingin membangun standar baru pengolahan kopi Indonesia yang berbasis riset, terukur, dan dapat direplikasi oleh industri maupun koperasi di seluruh Indonesia," ujar Direktur PT ALKO Sumatra Kopi.Menurutnya, kolaborasi ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas produk ALKO, tetapi juga menjadi kontribusi terhadap pengembangan teknologi pascapanen kopi nasional yang mampu menjawab tantangan perdagangan global.Menjawab Tantangan Industri Kopi ModernPenelitian dilakukan sebagai respons terhadap semakin ketatnya standar mutu kopi di pasar internasional, termasuk meningkatnya perhatian terhadap keamanan pangan, keberlanjutan, serta transparansi rantai pasok. Salah satu regulasi yang menjadi perhatian adalah Japan's Positive List, yang mengatur batas maksimum residu pestisida pada produk pangan impor.Namun, ALKO dan BIG memandang tantangan tersebut bukan sekadar persoalan memenuhi regulasi ekspor, melainkan momentum untuk memperbaiki sistem pengolahan kopi Indonesia melalui pendekatan ilmiah.Selama beberapa pekan, tim peneliti melakukan observasi menyeluruh terhadap kualitas sumber air, karakteristik proses pencucian, fermentasi, hingga berbagai parameter fisika dan kimia yang memengaruhi mutu kopi. Penelitian dilakukan di fasilitas pengolahan ALKO bersama jaringan petani dan koperasi mitranya.Kualitas Air Bukan Faktor PenentuSalah satu hasil penting dari penelitian tersebut adalah ditemukannya fakta bahwa kualitas sumber air yang digunakan ALKO secara umum telah memenuhi karakteristik fisikokimia yang baik untuk proses pengolahan kopi.Variasi kualitas air yang ditemukan lebih banyak dipengaruhi oleh kondisi hidrogeologi alami setiap wilayah dan tidak menjadi faktor utama yang menyebabkan residu yang menjadi perhatian pasar internasional.Temuan ini mengubah paradigma yang selama ini berkembang di kalangan pelaku industri. Jika sebelumnya banyak pihak beranggapan bahwa penggantian sumber air merupakan solusi utama peningkatan mutu, penelitian ALKO–BIG justru menunjukkan bahwa optimalisasi proses pencucian jauh lebih menentukan kualitas akhir kopi.Dengan demikian, investasi pada teknologi proses dinilai memberikan dampak yang lebih besar dibandingkan sekadar mengganti sumber air produksi.Double Washing Semakin DisempurnakanSebagai bagian dari penelitian, tim juga mengevaluasi sistem double washing yang selama ini telah diterapkan ALKO.Hasil evaluasi menunjukkan metode tersebut sudah cukup efektif dalam membersihkan lapisan yang menempel pada permukaan biji kopi. Namun, efektivitasnya masih dapat ditingkatkan melalui pengaturan rasio air, durasi pencucian, intensitas pengadukan, hingga pengelolaan kandungan oksigen terlarut dalam air.Pada pengujian proses semi-washed, misalnya, penambahan pengadukan mampu meningkatkan pelepasan padatan terlarut hampir dua kali lipat dibandingkan proses pencucian tanpa pengadukan. Kondisi tersebut mempercepat penurunan pH sehingga pelepasan residu berlangsung lebih efisien.Sebaliknya, penelitian juga menemukan bahwa proses pencucian yang berlangsung terlalu lama tanpa pergantian air justru dapat memicu fermentasi anaerob yang berpotensi menurunkan kualitas kopi akibat terbentuknya senyawa organik yang tidak diinginkan.Nano Bubble Menjadi Terobosan BaruBagian paling inovatif dari kolaborasi ALKO dan Biomass Indonesia Global adalah pengembangan teknologi Nano Bubble dalam proses pencucian kopi.Teknologi ini bekerja dengan menghasilkan gelembung udara berukuran nano yang mampu meningkatkan kadar oksigen terlarut (Dissolved Oxygen) di dalam air. Kandungan oksigen yang lebih tinggi terbukti mempercepat perpindahan residu dari permukaan biji kopi ke dalam media pencucian.Dalam serangkaian uji lapangan, perubahan parameter seperti Dissolved Oxygen (DO), Total Dissolved Solids (TDS), Electrical Conductivity (EC), temperatur, serta pH menunjukkan bahwa proses pencucian menjadi lebih cepat, lebih stabil, dan lebih efisien dibandingkan metode konvensional.Tim peneliti juga menemukan kombinasi paling optimal antara sistem double washing, rasio air 4:5, pengadukan aktif, dan aerasi sekitar 1,5 liter per menit. Formula tersebut menghasilkan waktu pencucian ideal sekitar 10–15 menit pada setiap tahap pencucian.Selain meningkatkan efisiensi proses, teknologi Nano Bubble juga menghasilkan limbah air dengan tingkat keasaman yang lebih rendah sehingga lebih ramah terhadap lingkungan.Menuju Standar Baru Industri KopiMeski menunjukkan hasil yang menjanjikan, ALKO dan BIG menegaskan bahwa penelitian ini masih merupakan baseline study. Oleh karena itu, hasil awal tersebut akan dilanjutkan melalui pengujian laboratorium untuk memverifikasi efektivitas teknologi terhadap penurunan residu pestisida seperti 2,4-D dan Isoprocarb.Sebagai tindak lanjut, Biomass Indonesia Global merekomendasikan pelaksanaan pilot project Nano Bubble di fasilitas utama ALKO. Proyek ini akan menjadi tahap validasi sebelum teknologi diterapkan secara lebih luas pada jaringan pengolahan kopi ALKO maupun koperasi-koperasi mitra di berbagai daerah.Selain itu, BIG juga merekomendasikan standardisasi parameter operasional seperti rasio air, waktu pencucian, frekuensi pengadukan, dan jadwal pergantian air agar proses pascapanen menghasilkan kualitas yang konsisten.Menurut Biomass Indonesia Global, pendekatan bertahap berbasis data ini akan memberikan dasar ilmiah yang kuat bagi setiap keputusan investasi teknologi di sektor kopi.Membangun Industri Kopi Berbasis Riset dan TeknologiKolaborasi antara ALKO dan Biomass Indonesia Global menunjukkan bahwa masa depan industri kopi Indonesia tidak lagi hanya ditentukan oleh luas lahan atau volume produksi, tetapi juga oleh kemampuan pelaku usaha dalam mengembangkan inovasi teknologi.Melalui pendekatan berbasis riset, teknologi Nano Bubble diproyeksikan tidak hanya meningkatkan efisiensi proses pascapanen, tetapi juga memperkuat konsistensi mutu, mendukung keberlanjutan lingkungan, serta meningkatkan nilai tambah kopi Indonesia di pasar premium dunia.Ke depan, ALKO berencana mengintegrasikan hasil penelitian ini dengan sistem traceability berbasis blockchain QThink-X, sehingga seluruh proses pascapanen dapat terdokumentasi secara digital dan transparan, mulai dari kebun petani hingga produk diterima oleh pembeli.Sinergi antara ALKO dan Biomass Indonesia Global ini diharapkan menjadi model kolaborasi antara pelaku usaha dan perusahaan berbasis teknologi dalam membangun ekosistem kopi nasional yang lebih modern. Dengan menggabungkan inovasi, penelitian, digitalisasi, dan keberlanjutan, kedua perusahaan optimistis Indonesia tidak hanya dikenal sebagai salah satu produsen kopi terbesar dunia, tetapi juga sebagai pelopor teknologi pascapanen kopi tropis yang mampu menjadi referensi bagi industri kopi global.

Read More  

Admin Alko | 06/07/2026

Bisnis | Ekspor KopiSEOUL — PT ALKO Sumatra Kopi terus memperluas penetrasi pasar ekspor dengan mengikuti Korea Import Expo (KIE) 2026, ajang perdagangan internasional yang mempertemukan eksportir global dengan importir, distributor, retailer, dan buyer potensial dari Korea Selatan. Keikutsertaan ALKO dalam pameran tersebut difasilitasi oleh program BNI Xpora, sebagai bagian dari upaya memperkuat akses produk Indonesia ke pasar internasional.Direktur PT ALKO Sumatra Kopi, Suryono, mengatakan pasar Korea Selatan menjadi salah satu target strategis perusahaan seiring meningkatnya konsumsi kopi specialty dan kebutuhan bahan baku berkualitas tinggi di negara tersebut.“Pasar Korea memiliki karakteristik yang sangat menarik. Konsumen semakin menghargai kualitas, asal-usul produk, serta aspek keberlanjutan. Ini sejalan dengan model bisnis yang kami bangun bersama petani dan koperasi,” ujarnya.Partisipasi ALKO dalam Korea Import Expo difokuskan pada agenda business matching dengan sejumlah calon importir, perusahaan roasting, distributor minuman, jaringan kafe, hingga pelaku industri makanan dan minuman Korea Selatan.Menurut data industri kopi Korea, negara tersebut menjadi salah satu pasar kopi terbesar di Asia dengan pertumbuhan konsumsi yang terus meningkat dalam satu dekade terakhir. Tingginya permintaan terhadap specialty coffee membuka peluang bagi eksportir Indonesia untuk memperkuat pangsa pasar di kawasan Asia Timur.Tawarkan Kopi Specialty dan Sistem TraceabilityDalam pameran tersebut, ALKO membawa berbagai produk kopi specialty Indonesia yang berasal dari jaringan petani dan koperasi mitra di sejumlah daerah penghasil kopi unggulan seperti Kerinci, Gayo, Flores, Mandailing, dan Toraja.Selain produk kopi, perusahaan juga memperkenalkan sistem traceability digital berbasis QThink-X yang memungkinkan pembeli menelusuri asal-usul produk mulai dari tingkat petani hingga proses ekspor.Penerapan teknologi tersebut dinilai semakin relevan di tengah meningkatnya tuntutan pasar global terhadap transparansi rantai pasok dan kepatuhan terhadap standar keberlanjutan.“Pasar internasional saat ini tidak hanya membeli kopi. Mereka juga ingin mengetahui siapa petaninya, bagaimana proses produksinya, dan bagaimana dampaknya terhadap lingkungan. Karena itu kami membangun sistem keterlacakan yang dapat menjawab kebutuhan tersebut,” ujarnya.BNI Xpora Dorong Ekspansi UMKM dan EksportirKeikutsertaan ALKO dalam Korea Import Expo juga menunjukkan peran BNI Xpora dalam mendukung pelaku usaha nasional memasuki pasar global. "Melalui program BNI Xpora ini diharapkan UMKM dan eksportir Indonesia mendapatkan akses terhadap jaringan buyer internasional, informasi pasar, dan dapat di jadikan sebagai fasilitasi promosi..", Ujar Edi Pramono selaku Kepala Cabang BNI Seoul Branch.Bagi ALKO, dukungan tersebut menjadi peluang untuk mempercepat perluasan pasar sekaligus memperkenalkan model bisnis kopi berbasis koperasi yang selama ini dikembangkan di Kerinci, Jambi.Perusahaan berharap agenda business matching selama pameran dapat menghasilkan kontrak dagang baru dan memperluas kerja sama dengan pelaku industri kopi Korea Selatan.Melalui partisipasi dalam Korea Import Expo 2026, ALKO berharap dapat memperkuat posisi kopi Indonesia di pasar Asia Timur sekaligus memperluas kontribusi petani dalam rantai pasok global.“Target kami bukan hanya meningkatkan volume ekspor, tetapi membangun posisi kopi Indonesia sebagai produk premium yang memiliki identitas, kualitas, dan sistem keberlanjutan yang diakui dunia,” kata Suryono.

Read More  

Admin Alko | 23/06/2026

Segera hubungi kami untuk kerjasama!

Get Started

Lokasi

Kantor:

Jl. Batang Sangir, no.15, rt.04, Batang Sangir, Kayu Aro, Kerinci, Jambi 37163

Gudang:

Jl Raya Sungai Sikai, No 15 RT 04 desa Sungai Sikai, kec. Gunung Tujuh, Kab. Kerinci, Jambi 37063

Lokasi

Kantor:

Jl. Batang Sangir, no.15, rt.04, Batang Sangir, Kayu Aro, Kerinci, Jambi 37163

Gudang:

Jl Raya Sungai Sikai, No 15 RT 04 desa Sungai Sikai, kec. Gunung Tujuh, Kab. Kerinci, Jambi 37063

© 2021 ALKO - All Rights Reserved.