Tiga Dara Kopi Sipirok: Perjalanan Anak Muda Merawat Warisan Kopi dengan Semangat Baru

Admin Alko | 14/09/2025



Awal Mula Tiga Dara

Di sebuah sudut indah Tapanuli Selatan, tepatnya di Sipirok, aroma kopi selalu menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Wilayah pegunungan dengan udara sejuk, tanah vulkanik yang subur, dan curah hujan yang pas menjadikan daerah ini sebagai salah satu penghasil kopi berkualitas tinggi di Sumatera Utara.

Namun, di tengah tradisi panjang kopi Sipirok, ada sebuah cerita baru yang lahir dari semangat anak muda. Namanya Tika, generasi penerus yang memutuskan untuk mendirikan usaha kopi dengan bendera “Tiga Dara”. Nama ini tidak hanya unik, tetapi juga menyimpan makna tentang kekuatan, kebersamaan, dan harapan yang ia bawa dalam membangun usahanya.

Anak Muda, Kopi, dan Cita-Cita

Tika adalah gambaran nyata bagaimana anak muda bisa menjadi motor penggerak kebangkitan kopi daerah. Ia melihat kopi bukan hanya sebagai minuman atau komoditas, tetapi juga sebagai identitas budaya dan peluang masa depan.

Saat banyak generasi muda meninggalkan kampung untuk mencari pekerjaan di kota, Tika justru memilih jalan berbeda: tetap tinggal di Sipirok dan membangun usaha kopi. Baginya, inilah cara terbaik untuk memberi arti bagi tanah kelahirannya.

Melalui Tiga Dara Kopi, Tika ingin membuktikan bahwa:

  1. Kopi Sipirok memiliki kualitas unggul yang layak dikenal dunia.

  2. Anak muda bisa mengelola usaha pertanian dan pascapanen dengan cara profesional.

  3. Tradisi dan modernitas bisa berjalan beriringan dalam bisnis kopi.

Filosofi Tiga Dara

Nama “Tiga Dara” dipilih bukan tanpa alasan. Tiga Dara melambangkan tiga kekuatan yang menjadi dasar usaha ini:

  1. Warisan leluhur – kopi Sipirok sudah ditanam sejak zaman Belanda, dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.

  2. Semangat anak muda – keberanian untuk berinovasi dan mengembangkan usaha dengan cara baru.

  3. Harapan masa depan – menciptakan kopi yang bisa membawa kesejahteraan bagi petani dan dikenal luas hingga pasar global.

Filosofi ini melekat pada setiap biji kopi yang dihasilkan, mulai dari proses budidaya, pascapanen, hingga penyajiannya.

Kolaborasi Bersama ALKO

Perjalanan Tiga Dara Kopi semakin kuat ketika Tika menjalin kolaborasi dengan ALKO, sebuah lembaga yang konsisten mendampingi petani kopi di berbagai daerah. ALKO hadir sebagai mitra strategis yang membantu Tiga Dara dalam:

  • Peningkatan kapasitas petani melalui pelatihan budidaya dan pascapanen.

  • Penerapan teknologi traceability agar kopi Sipirok dapat memenuhi standar global, termasuk regulasi EUDR.

  • Membuka akses pasar melalui jejaring eksportir dan buyer internasional.

  • Mendorong keberlanjutan dengan edukasi tentang konservasi lingkungan dan pengelolaan lahan secara ramah lingkungan.

Kolaborasi ini menjadi bukti nyata bahwa keberhasilan kopi lokal tidak bisa berdiri sendiri. Dibutuhkan jejaring, dukungan, dan ekosistem yang saling menguatkan. Dengan dukungan ALKO, Tiga Dara Kopi memiliki pijakan yang lebih kokoh untuk masuk ke pasar yang lebih luas, baik nasional maupun internasional.

Mengelola dengan Sentuhan Modern

Sebagai anak muda, Tika membawa sentuhan modern dalam mengelola Tiga Dara Kopi. Ia tidak hanya fokus pada pengolahan biji kopi, tetapi juga memperhatikan:

  • Traceability digital: mencatat asal-usul kopi hingga ke kebun petani, kini diperkuat dengan sistem yang dikenalkan oleh ALKO.

  • Kualitas pascapanen: menerapkan proses natural, honey, dan washed dengan standar yang konsisten.

  • Branding dan pemasaran digital: memanfaatkan media sosial untuk memperkenalkan kopi Sipirok ke pasar nasional.

  • Pengemasan modern: menghadirkan desain kemasan yang menarik tanpa meninggalkan ciri khas lokal.

Dengan kombinasi kreativitas anak muda dan dukungan ekosistem ALKO, kopi Sipirok kini mampu bersaing dengan brand-brand besar dari wilayah lain di Sumatera.

Pemberdayaan Petani Lokal

Keberhasilan Tiga Dara Kopi bukan hanya soal bisnis, tetapi juga soal pemberdayaan masyarakat. Bersama ALKO, Tika menjalin kerja sama dengan petani kopi di Sipirok untuk:

  • Membeli hasil panen dengan harga yang lebih adil.

  • Memberikan pelatihan tentang panen selektif.

  • Mengajarkan teknik pascapanen yang meningkatkan kualitas kopi.

  • Membantu petani memahami kebutuhan pasar global.

Dengan pendekatan ini, Tiga Dara Kopi menjadi lebih dari sekadar usaha pribadi. Ia tumbuh menjadi gerakan anak muda untuk mengangkat martabat petani lokal.

Perempuan dan Kopi

Hal lain yang membuat Tiga Dara Kopi istimewa adalah kepemimpinannya oleh seorang perempuan muda. Dalam dunia kopi yang sering kali didominasi laki-laki, kehadiran Tika menjadi bukti bahwa perempuan juga mampu berdiri di garis depan, mengelola usaha, dan memimpin perubahan.

Keterlibatan perempuan dalam kopi membawa perspektif baru: ketelitian, ketekunan, dan perhatian pada detail. Hal ini terlihat dalam bagaimana Tika mengawasi setiap tahap produksi dan memastikan kualitas tetap konsisten.

Tantangan yang Dihadapi

Tentu saja perjalanan membangun Tiga Dara Kopi tidak selalu mudah. Beberapa tantangan yang dihadapi antara lain:

  • Akses modal untuk membeli peralatan pascapanen.

  • Edukasi petani agar terbiasa dengan praktik panen selektif.

  • Persaingan pasar dengan brand kopi lain yang sudah lebih dulu dikenal.

  • Kesadaran konsumen lokal yang masih sering melihat kopi hanya dari sisi harga, bukan kualitas.

Namun, dengan dukungan ALKO dan jaringan kopi yang lebih luas, Tika tidak menghadapi tantangan sendirian. Ia memiliki komunitas dan mitra yang siap mendukung langkahnya.

Tiga Dara Kopi dan Pasar Global

Visi besar Tiga Dara Kopi adalah membawa kopi Sipirok ke pasar global. Dengan kualitas arabika khas pegunungan Sipirok, peluang ini sangat terbuka.

Beberapa langkah yang sedang ditempuh Tiga Dara Kopi antara lain:

  • Mengintegrasikan sistem traceability dari ALKO.

  • Menjalin kerja sama dengan eksportir untuk memperluas akses pasar.

  • Mengikuti pameran kopi dan festival internasional untuk memperkenalkan kopi Sipirok.

  • Mempersiapkan sertifikasi keberlanjutan yang diakui dunia.

Harapan dan Inspirasi

Tiga Dara Kopi bukan hanya usaha bisnis, tetapi juga sumber inspirasi bagi anak muda lain. Kisah Tika membuktikan bahwa:

  • Tinggal di kampung bukan berarti ketinggalan zaman.

  • Bertani kopi bisa menjadi profesi yang membanggakan.

  • Dengan kolaborasi bersama ALKO, anak muda bisa membawa kopi lokal menembus pasar global.

Penutup

Perjalanan Tiga Dara Kopi Sipirok adalah kisah tentang anak muda, warisan lokal, kolaborasi, dan semangat global. Dari sebuah desa di Sipirok, lahir brand kopi yang digerakkan oleh mimpi besar seorang perempuan muda bernama Tika.

Dengan bendera Tiga Dara, ia tidak hanya menjual kopi, tetapi juga menjual cerita tentang tradisi, perjuangan, dan harapan. Melalui kolaborasi bersama ALKO, kopi Sipirok kini punya pijakan yang lebih kuat untuk dikenal di dunia internasional.

Dari setiap cangkir Tiga Dara Kopi, tersaji bukan sekadar rasa, melainkan juga cinta pada tanah kelahiran, keberanian untuk bermimpi, dan tekad untuk mengubah masa depan pertanian Indonesia.



Share this :
Share this :

Blog

Other News recommendations for you

Blog

Other News recommendations for you

Kunjungan Duta Besar Republik Islam Pakistan untuk Indonesia, H.E. Mr. Zahid Hafeez Chaudhri, ke Kerinci tidak hanya menjadi agenda penjajakan perdagangan kopi, tetapi juga mencerminkan semakin eratnya hubungan bilateral Indonesia dan Pakistan melalui diplomasi ekonomi berbasis daerah.Indonesia dan Pakistan merupakan dua negara sahabat yang telah menjalin hubungan diplomatik sejak tahun 1950. Selama lebih dari tujuh dekade, kedua negara terus memperkuat kerja sama di berbagai sektor, mulai dari perdagangan, investasi, pendidikan, pertanian, hingga pertukaran budaya. Dalam beberapa tahun terakhir, kedua pemerintah juga terus mendorong peningkatan nilai perdagangan sebagai bagian dari penguatan kemitraan ekonomi.Dalam kunjungannya ke ekosistem ALKO di Kerinci, Duta Besar Pakistan menilai model yang dikembangkan ALKO memiliki nilai strategis karena tidak hanya menghasilkan komoditas berkualitas, tetapi juga membangun sistem produksi yang berkelanjutan, transparan, dan mampu memberikan manfaat langsung kepada petani."Saya datang dengan tujuan melihat potensi perdagangan kopi. Namun setelah berada di ALKO, saya melihat sesuatu yang jauh lebih besar. Yang dibangun bukan sekadar bisnis kopi, tetapi sebuah ekosistem yang menghubungkan petani, koperasi, teknologi, keberlanjutan, dan akses pasar internasional. Model seperti ini sangat relevan dengan kebutuhan perdagangan global saat ini," ujar H.E. Mr. Zahid Hafeez Chaudhri.Ia menambahkan bahwa pendekatan tersebut membuka peluang kerja sama yang lebih luas antara Pakistan dan Indonesia."Kami tidak ingin membatasi kerja sama hanya pada kopi. Setelah melihat potensi yang dimiliki ALKO, kami melihat peluang besar untuk mengembangkan perdagangan berbagai komoditas unggulan Indonesia ke Pakistan. Ini merupakan kesempatan untuk memperkuat hubungan ekonomi kedua negara melalui sektor riil yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat," katanya.Menurut Duta Besar Pakistan, hubungan bilateral yang telah terjalin lama perlu terus diperkuat melalui kolaborasi konkret antara pelaku usaha kedua negara. Ia menilai kerja sama seperti yang dibangun ALKO dapat menjadi contoh bagaimana diplomasi ekonomi mampu diterjemahkan menjadi kemitraan bisnis yang berkelanjutan.Senada dengan itu, CEO PT ALKO Sumatra Kopi, Suryono, mengatakan bahwa kunjungan tersebut menjadi kehormatan sekaligus momentum penting untuk memperluas kerja sama perdagangan Indonesia–Pakistan."Kami percaya hubungan persahabatan antara Indonesia dan Pakistan yang telah terbangun selama puluhan tahun dapat diperkuat melalui kolaborasi bisnis yang saling menguntungkan. ALKO siap menjadi bagian dari upaya tersebut dengan menghadirkan komoditas yang berkualitas, memiliki sistem traceability, dan diproduksi melalui prinsip keberlanjutan," ujar Suryono.Menurutnya, kerja sama yang akan dituangkan dalam nota kesepahaman pada Rapat Anggota Tahunan Koperasi ALKO bukan hanya berorientasi pada peningkatan volume perdagangan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan ekonomi kedua negara melalui pengembangan perdagangan multi-komoditas, pembangunan hub distribusi di Pakistan, dan kemitraan jangka panjang yang memberikan manfaat bagi petani serta pelaku usaha di kedua negara.Dengan fondasi hubungan diplomatik yang telah berlangsung lebih dari 75 tahun, kunjungan Duta Besar Pakistan ke Kerinci diharapkan menjadi tonggak baru dalam memperkuat diplomasi ekonomi Indonesia–Pakistan, sekaligus membuka jalan bagi semakin banyak komoditas unggulan Indonesia untuk memasuki pasar Pakistan dan kawasan Asia Selatan.

Read More  

Admin Alko | 16/07/2026

Kerinci, Jambi — Industri kopi Indonesia memasuki babak baru transformasi berbasis teknologi. PT ALKO Sumatra Kopi bersama PT Biomass Indonesia Global (BIG) menyelesaikan penelitian komprehensif mengenai peningkatan kualitas proses pascapanen kopi melalui pengembangan teknologi Nano Bubble. Kolaborasi ini menjadi langkah strategis dalam membangun standar baru pengolahan kopi nasional yang lebih modern, berbasis sains, efisien, dan berkelanjutan.Hasil penelitian yang dituangkan dalam Comprehensive Quality Assessment & Improvement Report ALKO–BIG menunjukkan bahwa peningkatan mutu kopi tidak semata ditentukan oleh kualitas bahan baku maupun sumber air, tetapi sangat dipengaruhi oleh optimalisasi proses pencucian (washing process). Temuan tersebut membuka peluang lahirnya standar operasional baru bagi industri kopi Indonesia yang dapat diterapkan secara luas oleh koperasi, eksportir, maupun pelaku usaha kopi.Direktur PT ALKO Sumatra Kopi mengatakan kolaborasi dengan Biomass Indonesia Global merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk mengembangkan sistem science-based coffee processing, yaitu sistem pengolahan kopi yang seluruh prosesnya didukung oleh penelitian ilmiah, pengukuran laboratorium, serta inovasi teknologi."Selama ini industri kopi lebih banyak berbicara mengenai varietas, budidaya, atau cita rasa. Padahal kualitas akhir produk juga sangat ditentukan oleh proses pascapanen. Bersama Biomass Indonesia Global, kami ingin membangun standar baru pengolahan kopi Indonesia yang berbasis riset, terukur, dan dapat direplikasi oleh industri maupun koperasi di seluruh Indonesia," ujar Direktur PT ALKO Sumatra Kopi.Menurutnya, kolaborasi ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas produk ALKO, tetapi juga menjadi kontribusi terhadap pengembangan teknologi pascapanen kopi nasional yang mampu menjawab tantangan perdagangan global.Menjawab Tantangan Industri Kopi ModernPenelitian dilakukan sebagai respons terhadap semakin ketatnya standar mutu kopi di pasar internasional, termasuk meningkatnya perhatian terhadap keamanan pangan, keberlanjutan, serta transparansi rantai pasok. Salah satu regulasi yang menjadi perhatian adalah Japan's Positive List, yang mengatur batas maksimum residu pestisida pada produk pangan impor.Namun, ALKO dan BIG memandang tantangan tersebut bukan sekadar persoalan memenuhi regulasi ekspor, melainkan momentum untuk memperbaiki sistem pengolahan kopi Indonesia melalui pendekatan ilmiah.Selama beberapa pekan, tim peneliti melakukan observasi menyeluruh terhadap kualitas sumber air, karakteristik proses pencucian, fermentasi, hingga berbagai parameter fisika dan kimia yang memengaruhi mutu kopi. Penelitian dilakukan di fasilitas pengolahan ALKO bersama jaringan petani dan koperasi mitranya.Kualitas Air Bukan Faktor PenentuSalah satu hasil penting dari penelitian tersebut adalah ditemukannya fakta bahwa kualitas sumber air yang digunakan ALKO secara umum telah memenuhi karakteristik fisikokimia yang baik untuk proses pengolahan kopi.Variasi kualitas air yang ditemukan lebih banyak dipengaruhi oleh kondisi hidrogeologi alami setiap wilayah dan tidak menjadi faktor utama yang menyebabkan residu yang menjadi perhatian pasar internasional.Temuan ini mengubah paradigma yang selama ini berkembang di kalangan pelaku industri. Jika sebelumnya banyak pihak beranggapan bahwa penggantian sumber air merupakan solusi utama peningkatan mutu, penelitian ALKO–BIG justru menunjukkan bahwa optimalisasi proses pencucian jauh lebih menentukan kualitas akhir kopi.Dengan demikian, investasi pada teknologi proses dinilai memberikan dampak yang lebih besar dibandingkan sekadar mengganti sumber air produksi.Double Washing Semakin DisempurnakanSebagai bagian dari penelitian, tim juga mengevaluasi sistem double washing yang selama ini telah diterapkan ALKO.Hasil evaluasi menunjukkan metode tersebut sudah cukup efektif dalam membersihkan lapisan yang menempel pada permukaan biji kopi. Namun, efektivitasnya masih dapat ditingkatkan melalui pengaturan rasio air, durasi pencucian, intensitas pengadukan, hingga pengelolaan kandungan oksigen terlarut dalam air.Pada pengujian proses semi-washed, misalnya, penambahan pengadukan mampu meningkatkan pelepasan padatan terlarut hampir dua kali lipat dibandingkan proses pencucian tanpa pengadukan. Kondisi tersebut mempercepat penurunan pH sehingga pelepasan residu berlangsung lebih efisien.Sebaliknya, penelitian juga menemukan bahwa proses pencucian yang berlangsung terlalu lama tanpa pergantian air justru dapat memicu fermentasi anaerob yang berpotensi menurunkan kualitas kopi akibat terbentuknya senyawa organik yang tidak diinginkan.Nano Bubble Menjadi Terobosan BaruBagian paling inovatif dari kolaborasi ALKO dan Biomass Indonesia Global adalah pengembangan teknologi Nano Bubble dalam proses pencucian kopi.Teknologi ini bekerja dengan menghasilkan gelembung udara berukuran nano yang mampu meningkatkan kadar oksigen terlarut (Dissolved Oxygen) di dalam air. Kandungan oksigen yang lebih tinggi terbukti mempercepat perpindahan residu dari permukaan biji kopi ke dalam media pencucian.Dalam serangkaian uji lapangan, perubahan parameter seperti Dissolved Oxygen (DO), Total Dissolved Solids (TDS), Electrical Conductivity (EC), temperatur, serta pH menunjukkan bahwa proses pencucian menjadi lebih cepat, lebih stabil, dan lebih efisien dibandingkan metode konvensional.Tim peneliti juga menemukan kombinasi paling optimal antara sistem double washing, rasio air 4:5, pengadukan aktif, dan aerasi sekitar 1,5 liter per menit. Formula tersebut menghasilkan waktu pencucian ideal sekitar 10–15 menit pada setiap tahap pencucian.Selain meningkatkan efisiensi proses, teknologi Nano Bubble juga menghasilkan limbah air dengan tingkat keasaman yang lebih rendah sehingga lebih ramah terhadap lingkungan.Menuju Standar Baru Industri KopiMeski menunjukkan hasil yang menjanjikan, ALKO dan BIG menegaskan bahwa penelitian ini masih merupakan baseline study. Oleh karena itu, hasil awal tersebut akan dilanjutkan melalui pengujian laboratorium untuk memverifikasi efektivitas teknologi terhadap penurunan residu pestisida seperti 2,4-D dan Isoprocarb.Sebagai tindak lanjut, Biomass Indonesia Global merekomendasikan pelaksanaan pilot project Nano Bubble di fasilitas utama ALKO. Proyek ini akan menjadi tahap validasi sebelum teknologi diterapkan secara lebih luas pada jaringan pengolahan kopi ALKO maupun koperasi-koperasi mitra di berbagai daerah.Selain itu, BIG juga merekomendasikan standardisasi parameter operasional seperti rasio air, waktu pencucian, frekuensi pengadukan, dan jadwal pergantian air agar proses pascapanen menghasilkan kualitas yang konsisten.Menurut Biomass Indonesia Global, pendekatan bertahap berbasis data ini akan memberikan dasar ilmiah yang kuat bagi setiap keputusan investasi teknologi di sektor kopi.Membangun Industri Kopi Berbasis Riset dan TeknologiKolaborasi antara ALKO dan Biomass Indonesia Global menunjukkan bahwa masa depan industri kopi Indonesia tidak lagi hanya ditentukan oleh luas lahan atau volume produksi, tetapi juga oleh kemampuan pelaku usaha dalam mengembangkan inovasi teknologi.Melalui pendekatan berbasis riset, teknologi Nano Bubble diproyeksikan tidak hanya meningkatkan efisiensi proses pascapanen, tetapi juga memperkuat konsistensi mutu, mendukung keberlanjutan lingkungan, serta meningkatkan nilai tambah kopi Indonesia di pasar premium dunia.Ke depan, ALKO berencana mengintegrasikan hasil penelitian ini dengan sistem traceability berbasis blockchain QThink-X, sehingga seluruh proses pascapanen dapat terdokumentasi secara digital dan transparan, mulai dari kebun petani hingga produk diterima oleh pembeli.Sinergi antara ALKO dan Biomass Indonesia Global ini diharapkan menjadi model kolaborasi antara pelaku usaha dan perusahaan berbasis teknologi dalam membangun ekosistem kopi nasional yang lebih modern. Dengan menggabungkan inovasi, penelitian, digitalisasi, dan keberlanjutan, kedua perusahaan optimistis Indonesia tidak hanya dikenal sebagai salah satu produsen kopi terbesar dunia, tetapi juga sebagai pelopor teknologi pascapanen kopi tropis yang mampu menjadi referensi bagi industri kopi global.

Read More  

Admin Alko | 06/07/2026

Bisnis | Ekspor KopiSEOUL — PT ALKO Sumatra Kopi terus memperluas penetrasi pasar ekspor dengan mengikuti Korea Import Expo (KIE) 2026, ajang perdagangan internasional yang mempertemukan eksportir global dengan importir, distributor, retailer, dan buyer potensial dari Korea Selatan. Keikutsertaan ALKO dalam pameran tersebut difasilitasi oleh program BNI Xpora, sebagai bagian dari upaya memperkuat akses produk Indonesia ke pasar internasional.Direktur PT ALKO Sumatra Kopi, Suryono, mengatakan pasar Korea Selatan menjadi salah satu target strategis perusahaan seiring meningkatnya konsumsi kopi specialty dan kebutuhan bahan baku berkualitas tinggi di negara tersebut.“Pasar Korea memiliki karakteristik yang sangat menarik. Konsumen semakin menghargai kualitas, asal-usul produk, serta aspek keberlanjutan. Ini sejalan dengan model bisnis yang kami bangun bersama petani dan koperasi,” ujarnya.Partisipasi ALKO dalam Korea Import Expo difokuskan pada agenda business matching dengan sejumlah calon importir, perusahaan roasting, distributor minuman, jaringan kafe, hingga pelaku industri makanan dan minuman Korea Selatan.Menurut data industri kopi Korea, negara tersebut menjadi salah satu pasar kopi terbesar di Asia dengan pertumbuhan konsumsi yang terus meningkat dalam satu dekade terakhir. Tingginya permintaan terhadap specialty coffee membuka peluang bagi eksportir Indonesia untuk memperkuat pangsa pasar di kawasan Asia Timur.Tawarkan Kopi Specialty dan Sistem TraceabilityDalam pameran tersebut, ALKO membawa berbagai produk kopi specialty Indonesia yang berasal dari jaringan petani dan koperasi mitra di sejumlah daerah penghasil kopi unggulan seperti Kerinci, Gayo, Flores, Mandailing, dan Toraja.Selain produk kopi, perusahaan juga memperkenalkan sistem traceability digital berbasis QThink-X yang memungkinkan pembeli menelusuri asal-usul produk mulai dari tingkat petani hingga proses ekspor.Penerapan teknologi tersebut dinilai semakin relevan di tengah meningkatnya tuntutan pasar global terhadap transparansi rantai pasok dan kepatuhan terhadap standar keberlanjutan.“Pasar internasional saat ini tidak hanya membeli kopi. Mereka juga ingin mengetahui siapa petaninya, bagaimana proses produksinya, dan bagaimana dampaknya terhadap lingkungan. Karena itu kami membangun sistem keterlacakan yang dapat menjawab kebutuhan tersebut,” ujarnya.BNI Xpora Dorong Ekspansi UMKM dan EksportirKeikutsertaan ALKO dalam Korea Import Expo juga menunjukkan peran BNI Xpora dalam mendukung pelaku usaha nasional memasuki pasar global. "Melalui program BNI Xpora ini diharapkan UMKM dan eksportir Indonesia mendapatkan akses terhadap jaringan buyer internasional, informasi pasar, dan dapat di jadikan sebagai fasilitasi promosi..", Ujar Edi Pramono selaku Kepala Cabang BNI Seoul Branch.Bagi ALKO, dukungan tersebut menjadi peluang untuk mempercepat perluasan pasar sekaligus memperkenalkan model bisnis kopi berbasis koperasi yang selama ini dikembangkan di Kerinci, Jambi.Perusahaan berharap agenda business matching selama pameran dapat menghasilkan kontrak dagang baru dan memperluas kerja sama dengan pelaku industri kopi Korea Selatan.Melalui partisipasi dalam Korea Import Expo 2026, ALKO berharap dapat memperkuat posisi kopi Indonesia di pasar Asia Timur sekaligus memperluas kontribusi petani dalam rantai pasok global.“Target kami bukan hanya meningkatkan volume ekspor, tetapi membangun posisi kopi Indonesia sebagai produk premium yang memiliki identitas, kualitas, dan sistem keberlanjutan yang diakui dunia,” kata Suryono.

Read More  

Admin Alko | 23/06/2026

Segera hubungi kami untuk kerjasama!

Get Started

Lokasi

Kantor:

Jl. Batang Sangir, no.15, rt.04, Batang Sangir, Kayu Aro, Kerinci, Jambi 37163

Gudang:

Jl Raya Sungai Sikai, No 15 RT 04 desa Sungai Sikai, kec. Gunung Tujuh, Kab. Kerinci, Jambi 37063

Lokasi

Kantor:

Jl. Batang Sangir, no.15, rt.04, Batang Sangir, Kayu Aro, Kerinci, Jambi 37163

Gudang:

Jl Raya Sungai Sikai, No 15 RT 04 desa Sungai Sikai, kec. Gunung Tujuh, Kab. Kerinci, Jambi 37063

© 2021 ALKO - All Rights Reserved.