Rusia Kembali Beli Kopi ALKO: Pengiriman 13 Ton Arabika Kerinci Natural & Wet Hulled Aerob dan 1,5 Ton Arabika Minang Solok Selatan dan Lasi Marapi

Admin Alko | 28/11/2025


Hubungan perdagangan antara PT ALKO Sumatra Kopi dan pasar Rusia kembali berlanjut melalui pengiriman kopi Arabika dari dua wilayah penghasil kopi terbaik di Sumatra: Kerinci dan Kopi Minang  dari Solok Selatan dan Lasi Marapi. Kerja sama ini telah berlangsung dalam ritme yang konsisten, ditandai dengan pembelian berulang yang menunjukkan apresiasi pasar Rusia terhadap kualitas kopi yang diproduksi petani ALKO. Pada pengiriman terbaru ini, sebanyak 13 ton kopi Arabika Kerinci dan 1,5 ton kopi Arabika Minang resmi diberangkatkan menuju pelabuhan tujuan.

Perjalanan kopi ini dimulai dari lereng Gunung Kerinci yang dikenal sebagai salah satu kawasan budidaya kopi paling produktif dan stabil di Indonesia. Kondisi agroklimat yang unik—dengan ketinggian, suhu rendah, tanah vulkanik, dan curah hujan yang merata—membentuk karakter rasa yang berbeda dibandingkan dengan kopi dari daerah lain. Dari kebun-kebun yang tersebar di berbagai desa penghasil kopi, petani memasok buah merah terbaik untuk kemudian diolah melalui dua metode unggulan yang menjadi ciri khas produksi ALKO, yaitu natural process dan wet hulled aerob.


Proses natural memberikan sensasi rasa yang kompleks dengan aroma buah yang jelas dan tekstur yang hidup. Metode ini membutuhkan ketelitian mulai dari proses penjemuran hingga stabilitas kelembaban agar menghasilkan ceri kopi kering dengan kualitas ideal. Di sisi lain, proses wet hulled aerob—yang menjadi identitas kuat kopi Sumatra—menghasilkan karakter body yang tebal, aroma klasik yang bersih, dan kepekatan rasa yang selalu menjadi favorit roaster di Rusia. Kedua proses ini menjadi pilihan tetap bagi pembeli Rusia yang secara konsisten memilih profil rasa yang sejalan dengan preferensi pasar di negara tersebut.

Keberadaan kopi Minang dari Solok Selatan dan Lasi Marapi melengkapi pengiriman kali ini. Meskipun volumenya berada pada angka 1,5 ton, kontribusi kopi dari wilayah baru yang masih memiliki produksi terbatas untuk kualitas export dan juga dua wilayah Sumatra Barat yang memiliki makna tersendiri. Kopi Minang dikenal menawarkan sensasi yang lebih floral, dengan keasaman lembut dan tingkat balance yang baik. Berbeda dengan karakter Kerinci yang cenderung lebih kuat, Solok Selatan menghadirkan nuansa rasa yang lebih ringan, menjadikannya favorit bagi konsumen yang menginginkan pengalaman minum kopi yang elegan sementara Kopi Minang Lasi Memilik rasa yang lebih floral dan aroma tropis earty yang khas. Keunikan ini membuat kombinasi pengiriman Kerinci dan Minang menjadi paket lengkap bagi pembeli di Rusia.

Di area pengepakan dan pemuatan, setiap karung kopi diperiksa, dicatat, dan dipersiapkan untuk masuk ke kontainer ekspor tujuan Novorossiysk port Rusia. Aktivitas berlangsung dengan ritme yang matang, menunjukkan pengalaman dan prosedur kerja yang telah berulang beberapa kali dalam hubungan perdagangan ini. Di balik rutinitas tersebut, terdapat lapisan teknologi yang menjadi pembeda ALKO dalam lanskap ekspor kopi Indonesia: sistem ketelusuran berbasis teknologi blockchain.

Ketelusuran menjadi elemen penting dalam perdagangan kopi modern, terutama untuk pasar yang menuntut kejelasan asal-usul produk. Melalui sistem ini, kopi yang dikirim ke Rusia dapat ditelusuri kembali ke petani, kebun, koordinat geografis, metode panen, proses pascapanen, hingga data keberangkatan. Informasi tersebut tersimpan dalam bentuk catatan digital yang tidak dapat diubah, sehingga memberikan rasa aman kepada pembeli bahwa kopi yang mereka terima adalah kopi yang benar-benar berasal dari sumber yang terdaftar dan diolah sesuai standar.

Sistem blockchain yang digunakan ALKO tidak hanya berfungsi sebagai alat kontrol kualitas, tetapi juga memperkuat hubungan kepercayaan dengan pembeli. Setiap pengiriman yang berulang menjadi bukti bahwa teknologi ini bekerja sebagaimana mestinya dalam menjaga integritas rantai pasok. 

Dari sisi petani, keberadaan ketelusuran digital memberikan dampak positif terhadap pola kerja mereka. Proses pencatatan yang lebih terstruktur membuat petani semakin memahami pentingnya memanen buah merah, menjaga kebersihan proses, serta mengikuti standar pengolahan yang telah ditetapkan ALKO. Ketika data mereka masuk ke sistem dan ditampilkan kepada pembeli luar negeri, para petani mendapatkan nilai tambah berupa pengakuan atas kualitas kerja mereka di tingkat internasional.

Di tingkat daerah, keberangkatan pengiriman ini menjadi bagian dari perjalanan panjang yang melibatkan berbagai unsur—koperasi, unit pengolahan pascapanen, transportasi, dan seluruh elemen yang bekerja di sekitar rantai pasok kopi. Setiap elemen berkontribusi dalam menjaga konsistensi yang telah membawa ALKO kepada hubungan perdagangan berulang dengan Rusia. Negara tersebut, yang sebelumnya dikenal lebih dominan pada konsumsi kopi robusta dan campuran, kini menunjukkan peningkatan minat terhadap specialty coffee, terutama dari Sumatra.

Pada tahun-tahun sebelumnya, permintaan Rusia terhadap kopi ALKO terus tumbuh. Keberlanjutan permintaan ini tidak terjadi begitu saja. Profil rasa kopi Kerinci dan Minang dianggap sangat cocok dengan preferensi penyeduhan di Rusia—yang sering menggunakan cara filter, immersion, hingga mesin espresso. Bagi para roaster di sana, pengiriman dari ALKO memberikan kestabilan rasa dan kualitas yang dapat diprediksi, sehingga memudahkan mereka dalam merancang profil sangrai yang konsisten sepanjang tahun.

Selain itu, kondisi iklim Rusia yang ekstrem pada musim dingin membuat minuman kopi menjadi bagian penting dari kebiasaan sehari-hari masyarakatnya. Tren minum kopi yang terus meningkat di kota-kota besar seperti Moskow dan St. Petersburg membuka peluang lebih luas bagi kopi-kopi dengan identitas geografis kuat, seperti Kerinci dan Minang. Dengan permintaan yang berulang, ALKO berada pada posisi strategis untuk menjadi salah satu pemasok tetap bagi pasar specialty coffee di negara tersebut.

Pengiriman terbaru ini bukan hanya soal perpindahan barang dari satu lokasi ke lokasi lain, tetapi merupakan rangkaian cerita yang dimulai dari pegunungan tinggi di Sumatra dan berakhir di cangkir para penikmat kopi di Rusia. Setiap ton kopi yang dikirim membawa identitas budaya, warisan pertanian, dan kerja keras petani yang bernaung di bawah binaan ALKO. Kehadiran kopi Kerinci dan Minang di pasar Rusia menjadi jendela kecil yang memperlihatkan keindahan alam dan kualitas sumber daya manusia di daerah tersebut.

Dalam skala yang lebih luas, pengiriman ini turut memperkuat posisi Indonesia dalam peta perdagangan kopi dunia. Kopi specialty dari Sumatra tidak hanya bersaing di pasar Eropa dan Amerika, tetapi kini memiliki tempat khusus di wilayah Eurasia. Melalui model produksi yang berbasis pada keberlanjutan, transparansi, dan digitalisasi, ALKO menjadi bagian dari wajah baru ekspor kopi Indonesia yang lebih modern dan dapat bersaing dengan negara produsen lainnya.

Keberangkatan kontainer menuju Rusia pada pengiriman kali ini menambah jejak perjalanan panjang kopi Kerinci dan Minang dalam kancah internasional yang di pelopori oleh ALKO. 

Dengan demikian, pengiriman 13 ton kopi Arabika Kerinci dan 1,5 ton kopi Arabika Minang (900kg kopi Minang Solok Selatan dan 600kg Kopi Minang Lasi Marapi) bukan hanya menjadi transaksi dagang, tetapi merupakan simbol keberlanjutan kerja sama yang kuat antara ALKO dan mitra Rusia. Dari tahun ke tahun, hubungan ini tumbuh melalui kualitas, kepercayaan, dan nilai-nilai yang terus dijaga oleh seluruh pihak yang terlibat. Dalam setiap karung kopi yang dikirim, terdapat jejak perjalanan yang melibatkan banyak tangan, dari petani hingga konsumen akhir, yang terhubung oleh satu hal: cinta terhadap kopi yang baik.



Share this :
Share this :

Blog

Other News recommendations for you

Blog

Other News recommendations for you

Kunjungan Duta Besar Republik Islam Pakistan untuk Indonesia, H.E. Mr. Zahid Hafeez Chaudhri, ke Kerinci tidak hanya menjadi agenda penjajakan perdagangan kopi, tetapi juga mencerminkan semakin eratnya hubungan bilateral Indonesia dan Pakistan melalui diplomasi ekonomi berbasis daerah.Indonesia dan Pakistan merupakan dua negara sahabat yang telah menjalin hubungan diplomatik sejak tahun 1950. Selama lebih dari tujuh dekade, kedua negara terus memperkuat kerja sama di berbagai sektor, mulai dari perdagangan, investasi, pendidikan, pertanian, hingga pertukaran budaya. Dalam beberapa tahun terakhir, kedua pemerintah juga terus mendorong peningkatan nilai perdagangan sebagai bagian dari penguatan kemitraan ekonomi.Dalam kunjungannya ke ekosistem ALKO di Kerinci, Duta Besar Pakistan menilai model yang dikembangkan ALKO memiliki nilai strategis karena tidak hanya menghasilkan komoditas berkualitas, tetapi juga membangun sistem produksi yang berkelanjutan, transparan, dan mampu memberikan manfaat langsung kepada petani."Saya datang dengan tujuan melihat potensi perdagangan kopi. Namun setelah berada di ALKO, saya melihat sesuatu yang jauh lebih besar. Yang dibangun bukan sekadar bisnis kopi, tetapi sebuah ekosistem yang menghubungkan petani, koperasi, teknologi, keberlanjutan, dan akses pasar internasional. Model seperti ini sangat relevan dengan kebutuhan perdagangan global saat ini," ujar H.E. Mr. Zahid Hafeez Chaudhri.Ia menambahkan bahwa pendekatan tersebut membuka peluang kerja sama yang lebih luas antara Pakistan dan Indonesia."Kami tidak ingin membatasi kerja sama hanya pada kopi. Setelah melihat potensi yang dimiliki ALKO, kami melihat peluang besar untuk mengembangkan perdagangan berbagai komoditas unggulan Indonesia ke Pakistan. Ini merupakan kesempatan untuk memperkuat hubungan ekonomi kedua negara melalui sektor riil yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat," katanya.Menurut Duta Besar Pakistan, hubungan bilateral yang telah terjalin lama perlu terus diperkuat melalui kolaborasi konkret antara pelaku usaha kedua negara. Ia menilai kerja sama seperti yang dibangun ALKO dapat menjadi contoh bagaimana diplomasi ekonomi mampu diterjemahkan menjadi kemitraan bisnis yang berkelanjutan.Senada dengan itu, CEO PT ALKO Sumatra Kopi, Suryono, mengatakan bahwa kunjungan tersebut menjadi kehormatan sekaligus momentum penting untuk memperluas kerja sama perdagangan Indonesia–Pakistan."Kami percaya hubungan persahabatan antara Indonesia dan Pakistan yang telah terbangun selama puluhan tahun dapat diperkuat melalui kolaborasi bisnis yang saling menguntungkan. ALKO siap menjadi bagian dari upaya tersebut dengan menghadirkan komoditas yang berkualitas, memiliki sistem traceability, dan diproduksi melalui prinsip keberlanjutan," ujar Suryono.Menurutnya, kerja sama yang akan dituangkan dalam nota kesepahaman pada Rapat Anggota Tahunan Koperasi ALKO bukan hanya berorientasi pada peningkatan volume perdagangan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan ekonomi kedua negara melalui pengembangan perdagangan multi-komoditas, pembangunan hub distribusi di Pakistan, dan kemitraan jangka panjang yang memberikan manfaat bagi petani serta pelaku usaha di kedua negara.Dengan fondasi hubungan diplomatik yang telah berlangsung lebih dari 75 tahun, kunjungan Duta Besar Pakistan ke Kerinci diharapkan menjadi tonggak baru dalam memperkuat diplomasi ekonomi Indonesia–Pakistan, sekaligus membuka jalan bagi semakin banyak komoditas unggulan Indonesia untuk memasuki pasar Pakistan dan kawasan Asia Selatan.

Read More  

Admin Alko | 16/07/2026

Kerinci, Jambi — Industri kopi Indonesia memasuki babak baru transformasi berbasis teknologi. PT ALKO Sumatra Kopi bersama PT Biomass Indonesia Global (BIG) menyelesaikan penelitian komprehensif mengenai peningkatan kualitas proses pascapanen kopi melalui pengembangan teknologi Nano Bubble. Kolaborasi ini menjadi langkah strategis dalam membangun standar baru pengolahan kopi nasional yang lebih modern, berbasis sains, efisien, dan berkelanjutan.Hasil penelitian yang dituangkan dalam Comprehensive Quality Assessment & Improvement Report ALKO–BIG menunjukkan bahwa peningkatan mutu kopi tidak semata ditentukan oleh kualitas bahan baku maupun sumber air, tetapi sangat dipengaruhi oleh optimalisasi proses pencucian (washing process). Temuan tersebut membuka peluang lahirnya standar operasional baru bagi industri kopi Indonesia yang dapat diterapkan secara luas oleh koperasi, eksportir, maupun pelaku usaha kopi.Direktur PT ALKO Sumatra Kopi mengatakan kolaborasi dengan Biomass Indonesia Global merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk mengembangkan sistem science-based coffee processing, yaitu sistem pengolahan kopi yang seluruh prosesnya didukung oleh penelitian ilmiah, pengukuran laboratorium, serta inovasi teknologi."Selama ini industri kopi lebih banyak berbicara mengenai varietas, budidaya, atau cita rasa. Padahal kualitas akhir produk juga sangat ditentukan oleh proses pascapanen. Bersama Biomass Indonesia Global, kami ingin membangun standar baru pengolahan kopi Indonesia yang berbasis riset, terukur, dan dapat direplikasi oleh industri maupun koperasi di seluruh Indonesia," ujar Direktur PT ALKO Sumatra Kopi.Menurutnya, kolaborasi ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas produk ALKO, tetapi juga menjadi kontribusi terhadap pengembangan teknologi pascapanen kopi nasional yang mampu menjawab tantangan perdagangan global.Menjawab Tantangan Industri Kopi ModernPenelitian dilakukan sebagai respons terhadap semakin ketatnya standar mutu kopi di pasar internasional, termasuk meningkatnya perhatian terhadap keamanan pangan, keberlanjutan, serta transparansi rantai pasok. Salah satu regulasi yang menjadi perhatian adalah Japan's Positive List, yang mengatur batas maksimum residu pestisida pada produk pangan impor.Namun, ALKO dan BIG memandang tantangan tersebut bukan sekadar persoalan memenuhi regulasi ekspor, melainkan momentum untuk memperbaiki sistem pengolahan kopi Indonesia melalui pendekatan ilmiah.Selama beberapa pekan, tim peneliti melakukan observasi menyeluruh terhadap kualitas sumber air, karakteristik proses pencucian, fermentasi, hingga berbagai parameter fisika dan kimia yang memengaruhi mutu kopi. Penelitian dilakukan di fasilitas pengolahan ALKO bersama jaringan petani dan koperasi mitranya.Kualitas Air Bukan Faktor PenentuSalah satu hasil penting dari penelitian tersebut adalah ditemukannya fakta bahwa kualitas sumber air yang digunakan ALKO secara umum telah memenuhi karakteristik fisikokimia yang baik untuk proses pengolahan kopi.Variasi kualitas air yang ditemukan lebih banyak dipengaruhi oleh kondisi hidrogeologi alami setiap wilayah dan tidak menjadi faktor utama yang menyebabkan residu yang menjadi perhatian pasar internasional.Temuan ini mengubah paradigma yang selama ini berkembang di kalangan pelaku industri. Jika sebelumnya banyak pihak beranggapan bahwa penggantian sumber air merupakan solusi utama peningkatan mutu, penelitian ALKO–BIG justru menunjukkan bahwa optimalisasi proses pencucian jauh lebih menentukan kualitas akhir kopi.Dengan demikian, investasi pada teknologi proses dinilai memberikan dampak yang lebih besar dibandingkan sekadar mengganti sumber air produksi.Double Washing Semakin DisempurnakanSebagai bagian dari penelitian, tim juga mengevaluasi sistem double washing yang selama ini telah diterapkan ALKO.Hasil evaluasi menunjukkan metode tersebut sudah cukup efektif dalam membersihkan lapisan yang menempel pada permukaan biji kopi. Namun, efektivitasnya masih dapat ditingkatkan melalui pengaturan rasio air, durasi pencucian, intensitas pengadukan, hingga pengelolaan kandungan oksigen terlarut dalam air.Pada pengujian proses semi-washed, misalnya, penambahan pengadukan mampu meningkatkan pelepasan padatan terlarut hampir dua kali lipat dibandingkan proses pencucian tanpa pengadukan. Kondisi tersebut mempercepat penurunan pH sehingga pelepasan residu berlangsung lebih efisien.Sebaliknya, penelitian juga menemukan bahwa proses pencucian yang berlangsung terlalu lama tanpa pergantian air justru dapat memicu fermentasi anaerob yang berpotensi menurunkan kualitas kopi akibat terbentuknya senyawa organik yang tidak diinginkan.Nano Bubble Menjadi Terobosan BaruBagian paling inovatif dari kolaborasi ALKO dan Biomass Indonesia Global adalah pengembangan teknologi Nano Bubble dalam proses pencucian kopi.Teknologi ini bekerja dengan menghasilkan gelembung udara berukuran nano yang mampu meningkatkan kadar oksigen terlarut (Dissolved Oxygen) di dalam air. Kandungan oksigen yang lebih tinggi terbukti mempercepat perpindahan residu dari permukaan biji kopi ke dalam media pencucian.Dalam serangkaian uji lapangan, perubahan parameter seperti Dissolved Oxygen (DO), Total Dissolved Solids (TDS), Electrical Conductivity (EC), temperatur, serta pH menunjukkan bahwa proses pencucian menjadi lebih cepat, lebih stabil, dan lebih efisien dibandingkan metode konvensional.Tim peneliti juga menemukan kombinasi paling optimal antara sistem double washing, rasio air 4:5, pengadukan aktif, dan aerasi sekitar 1,5 liter per menit. Formula tersebut menghasilkan waktu pencucian ideal sekitar 10–15 menit pada setiap tahap pencucian.Selain meningkatkan efisiensi proses, teknologi Nano Bubble juga menghasilkan limbah air dengan tingkat keasaman yang lebih rendah sehingga lebih ramah terhadap lingkungan.Menuju Standar Baru Industri KopiMeski menunjukkan hasil yang menjanjikan, ALKO dan BIG menegaskan bahwa penelitian ini masih merupakan baseline study. Oleh karena itu, hasil awal tersebut akan dilanjutkan melalui pengujian laboratorium untuk memverifikasi efektivitas teknologi terhadap penurunan residu pestisida seperti 2,4-D dan Isoprocarb.Sebagai tindak lanjut, Biomass Indonesia Global merekomendasikan pelaksanaan pilot project Nano Bubble di fasilitas utama ALKO. Proyek ini akan menjadi tahap validasi sebelum teknologi diterapkan secara lebih luas pada jaringan pengolahan kopi ALKO maupun koperasi-koperasi mitra di berbagai daerah.Selain itu, BIG juga merekomendasikan standardisasi parameter operasional seperti rasio air, waktu pencucian, frekuensi pengadukan, dan jadwal pergantian air agar proses pascapanen menghasilkan kualitas yang konsisten.Menurut Biomass Indonesia Global, pendekatan bertahap berbasis data ini akan memberikan dasar ilmiah yang kuat bagi setiap keputusan investasi teknologi di sektor kopi.Membangun Industri Kopi Berbasis Riset dan TeknologiKolaborasi antara ALKO dan Biomass Indonesia Global menunjukkan bahwa masa depan industri kopi Indonesia tidak lagi hanya ditentukan oleh luas lahan atau volume produksi, tetapi juga oleh kemampuan pelaku usaha dalam mengembangkan inovasi teknologi.Melalui pendekatan berbasis riset, teknologi Nano Bubble diproyeksikan tidak hanya meningkatkan efisiensi proses pascapanen, tetapi juga memperkuat konsistensi mutu, mendukung keberlanjutan lingkungan, serta meningkatkan nilai tambah kopi Indonesia di pasar premium dunia.Ke depan, ALKO berencana mengintegrasikan hasil penelitian ini dengan sistem traceability berbasis blockchain QThink-X, sehingga seluruh proses pascapanen dapat terdokumentasi secara digital dan transparan, mulai dari kebun petani hingga produk diterima oleh pembeli.Sinergi antara ALKO dan Biomass Indonesia Global ini diharapkan menjadi model kolaborasi antara pelaku usaha dan perusahaan berbasis teknologi dalam membangun ekosistem kopi nasional yang lebih modern. Dengan menggabungkan inovasi, penelitian, digitalisasi, dan keberlanjutan, kedua perusahaan optimistis Indonesia tidak hanya dikenal sebagai salah satu produsen kopi terbesar dunia, tetapi juga sebagai pelopor teknologi pascapanen kopi tropis yang mampu menjadi referensi bagi industri kopi global.

Read More  

Admin Alko | 06/07/2026

Bisnis | Ekspor KopiSEOUL — PT ALKO Sumatra Kopi terus memperluas penetrasi pasar ekspor dengan mengikuti Korea Import Expo (KIE) 2026, ajang perdagangan internasional yang mempertemukan eksportir global dengan importir, distributor, retailer, dan buyer potensial dari Korea Selatan. Keikutsertaan ALKO dalam pameran tersebut difasilitasi oleh program BNI Xpora, sebagai bagian dari upaya memperkuat akses produk Indonesia ke pasar internasional.Direktur PT ALKO Sumatra Kopi, Suryono, mengatakan pasar Korea Selatan menjadi salah satu target strategis perusahaan seiring meningkatnya konsumsi kopi specialty dan kebutuhan bahan baku berkualitas tinggi di negara tersebut.“Pasar Korea memiliki karakteristik yang sangat menarik. Konsumen semakin menghargai kualitas, asal-usul produk, serta aspek keberlanjutan. Ini sejalan dengan model bisnis yang kami bangun bersama petani dan koperasi,” ujarnya.Partisipasi ALKO dalam Korea Import Expo difokuskan pada agenda business matching dengan sejumlah calon importir, perusahaan roasting, distributor minuman, jaringan kafe, hingga pelaku industri makanan dan minuman Korea Selatan.Menurut data industri kopi Korea, negara tersebut menjadi salah satu pasar kopi terbesar di Asia dengan pertumbuhan konsumsi yang terus meningkat dalam satu dekade terakhir. Tingginya permintaan terhadap specialty coffee membuka peluang bagi eksportir Indonesia untuk memperkuat pangsa pasar di kawasan Asia Timur.Tawarkan Kopi Specialty dan Sistem TraceabilityDalam pameran tersebut, ALKO membawa berbagai produk kopi specialty Indonesia yang berasal dari jaringan petani dan koperasi mitra di sejumlah daerah penghasil kopi unggulan seperti Kerinci, Gayo, Flores, Mandailing, dan Toraja.Selain produk kopi, perusahaan juga memperkenalkan sistem traceability digital berbasis QThink-X yang memungkinkan pembeli menelusuri asal-usul produk mulai dari tingkat petani hingga proses ekspor.Penerapan teknologi tersebut dinilai semakin relevan di tengah meningkatnya tuntutan pasar global terhadap transparansi rantai pasok dan kepatuhan terhadap standar keberlanjutan.“Pasar internasional saat ini tidak hanya membeli kopi. Mereka juga ingin mengetahui siapa petaninya, bagaimana proses produksinya, dan bagaimana dampaknya terhadap lingkungan. Karena itu kami membangun sistem keterlacakan yang dapat menjawab kebutuhan tersebut,” ujarnya.BNI Xpora Dorong Ekspansi UMKM dan EksportirKeikutsertaan ALKO dalam Korea Import Expo juga menunjukkan peran BNI Xpora dalam mendukung pelaku usaha nasional memasuki pasar global. "Melalui program BNI Xpora ini diharapkan UMKM dan eksportir Indonesia mendapatkan akses terhadap jaringan buyer internasional, informasi pasar, dan dapat di jadikan sebagai fasilitasi promosi..", Ujar Edi Pramono selaku Kepala Cabang BNI Seoul Branch.Bagi ALKO, dukungan tersebut menjadi peluang untuk mempercepat perluasan pasar sekaligus memperkenalkan model bisnis kopi berbasis koperasi yang selama ini dikembangkan di Kerinci, Jambi.Perusahaan berharap agenda business matching selama pameran dapat menghasilkan kontrak dagang baru dan memperluas kerja sama dengan pelaku industri kopi Korea Selatan.Melalui partisipasi dalam Korea Import Expo 2026, ALKO berharap dapat memperkuat posisi kopi Indonesia di pasar Asia Timur sekaligus memperluas kontribusi petani dalam rantai pasok global.“Target kami bukan hanya meningkatkan volume ekspor, tetapi membangun posisi kopi Indonesia sebagai produk premium yang memiliki identitas, kualitas, dan sistem keberlanjutan yang diakui dunia,” kata Suryono.

Read More  

Admin Alko | 23/06/2026

Segera hubungi kami untuk kerjasama!

Get Started

Lokasi

Kantor:

Jl. Batang Sangir, no.15, rt.04, Batang Sangir, Kayu Aro, Kerinci, Jambi 37163

Gudang:

Jl Raya Sungai Sikai, No 15 RT 04 desa Sungai Sikai, kec. Gunung Tujuh, Kab. Kerinci, Jambi 37063

Lokasi

Kantor:

Jl. Batang Sangir, no.15, rt.04, Batang Sangir, Kayu Aro, Kerinci, Jambi 37163

Gudang:

Jl Raya Sungai Sikai, No 15 RT 04 desa Sungai Sikai, kec. Gunung Tujuh, Kab. Kerinci, Jambi 37063

© 2021 ALKO - All Rights Reserved.