Rusia Kembali Beli Kopi ALKO: Pengiriman 13 Ton Arabika Kerinci Natural & Wet Hulled Aerob dan 1,5 Ton Arabika Minang Solok Selatan dan Lasi Marapi

Admin Alko | 28/11/2025


Hubungan perdagangan antara PT ALKO Sumatra Kopi dan pasar Rusia kembali berlanjut melalui pengiriman kopi Arabika dari dua wilayah penghasil kopi terbaik di Sumatra: Kerinci dan Kopi Minang  dari Solok Selatan dan Lasi Marapi. Kerja sama ini telah berlangsung dalam ritme yang konsisten, ditandai dengan pembelian berulang yang menunjukkan apresiasi pasar Rusia terhadap kualitas kopi yang diproduksi petani ALKO. Pada pengiriman terbaru ini, sebanyak 13 ton kopi Arabika Kerinci dan 1,5 ton kopi Arabika Minang resmi diberangkatkan menuju pelabuhan tujuan.

Perjalanan kopi ini dimulai dari lereng Gunung Kerinci yang dikenal sebagai salah satu kawasan budidaya kopi paling produktif dan stabil di Indonesia. Kondisi agroklimat yang unik—dengan ketinggian, suhu rendah, tanah vulkanik, dan curah hujan yang merata—membentuk karakter rasa yang berbeda dibandingkan dengan kopi dari daerah lain. Dari kebun-kebun yang tersebar di berbagai desa penghasil kopi, petani memasok buah merah terbaik untuk kemudian diolah melalui dua metode unggulan yang menjadi ciri khas produksi ALKO, yaitu natural process dan wet hulled aerob.


Proses natural memberikan sensasi rasa yang kompleks dengan aroma buah yang jelas dan tekstur yang hidup. Metode ini membutuhkan ketelitian mulai dari proses penjemuran hingga stabilitas kelembaban agar menghasilkan ceri kopi kering dengan kualitas ideal. Di sisi lain, proses wet hulled aerob—yang menjadi identitas kuat kopi Sumatra—menghasilkan karakter body yang tebal, aroma klasik yang bersih, dan kepekatan rasa yang selalu menjadi favorit roaster di Rusia. Kedua proses ini menjadi pilihan tetap bagi pembeli Rusia yang secara konsisten memilih profil rasa yang sejalan dengan preferensi pasar di negara tersebut.

Keberadaan kopi Minang dari Solok Selatan dan Lasi Marapi melengkapi pengiriman kali ini. Meskipun volumenya berada pada angka 1,5 ton, kontribusi kopi dari wilayah baru yang masih memiliki produksi terbatas untuk kualitas export dan juga dua wilayah Sumatra Barat yang memiliki makna tersendiri. Kopi Minang dikenal menawarkan sensasi yang lebih floral, dengan keasaman lembut dan tingkat balance yang baik. Berbeda dengan karakter Kerinci yang cenderung lebih kuat, Solok Selatan menghadirkan nuansa rasa yang lebih ringan, menjadikannya favorit bagi konsumen yang menginginkan pengalaman minum kopi yang elegan sementara Kopi Minang Lasi Memilik rasa yang lebih floral dan aroma tropis earty yang khas. Keunikan ini membuat kombinasi pengiriman Kerinci dan Minang menjadi paket lengkap bagi pembeli di Rusia.

Di area pengepakan dan pemuatan, setiap karung kopi diperiksa, dicatat, dan dipersiapkan untuk masuk ke kontainer ekspor tujuan Novorossiysk port Rusia. Aktivitas berlangsung dengan ritme yang matang, menunjukkan pengalaman dan prosedur kerja yang telah berulang beberapa kali dalam hubungan perdagangan ini. Di balik rutinitas tersebut, terdapat lapisan teknologi yang menjadi pembeda ALKO dalam lanskap ekspor kopi Indonesia: sistem ketelusuran berbasis teknologi blockchain.

Ketelusuran menjadi elemen penting dalam perdagangan kopi modern, terutama untuk pasar yang menuntut kejelasan asal-usul produk. Melalui sistem ini, kopi yang dikirim ke Rusia dapat ditelusuri kembali ke petani, kebun, koordinat geografis, metode panen, proses pascapanen, hingga data keberangkatan. Informasi tersebut tersimpan dalam bentuk catatan digital yang tidak dapat diubah, sehingga memberikan rasa aman kepada pembeli bahwa kopi yang mereka terima adalah kopi yang benar-benar berasal dari sumber yang terdaftar dan diolah sesuai standar.

Sistem blockchain yang digunakan ALKO tidak hanya berfungsi sebagai alat kontrol kualitas, tetapi juga memperkuat hubungan kepercayaan dengan pembeli. Setiap pengiriman yang berulang menjadi bukti bahwa teknologi ini bekerja sebagaimana mestinya dalam menjaga integritas rantai pasok. 

Dari sisi petani, keberadaan ketelusuran digital memberikan dampak positif terhadap pola kerja mereka. Proses pencatatan yang lebih terstruktur membuat petani semakin memahami pentingnya memanen buah merah, menjaga kebersihan proses, serta mengikuti standar pengolahan yang telah ditetapkan ALKO. Ketika data mereka masuk ke sistem dan ditampilkan kepada pembeli luar negeri, para petani mendapatkan nilai tambah berupa pengakuan atas kualitas kerja mereka di tingkat internasional.

Di tingkat daerah, keberangkatan pengiriman ini menjadi bagian dari perjalanan panjang yang melibatkan berbagai unsur—koperasi, unit pengolahan pascapanen, transportasi, dan seluruh elemen yang bekerja di sekitar rantai pasok kopi. Setiap elemen berkontribusi dalam menjaga konsistensi yang telah membawa ALKO kepada hubungan perdagangan berulang dengan Rusia. Negara tersebut, yang sebelumnya dikenal lebih dominan pada konsumsi kopi robusta dan campuran, kini menunjukkan peningkatan minat terhadap specialty coffee, terutama dari Sumatra.

Pada tahun-tahun sebelumnya, permintaan Rusia terhadap kopi ALKO terus tumbuh. Keberlanjutan permintaan ini tidak terjadi begitu saja. Profil rasa kopi Kerinci dan Minang dianggap sangat cocok dengan preferensi penyeduhan di Rusia—yang sering menggunakan cara filter, immersion, hingga mesin espresso. Bagi para roaster di sana, pengiriman dari ALKO memberikan kestabilan rasa dan kualitas yang dapat diprediksi, sehingga memudahkan mereka dalam merancang profil sangrai yang konsisten sepanjang tahun.

Selain itu, kondisi iklim Rusia yang ekstrem pada musim dingin membuat minuman kopi menjadi bagian penting dari kebiasaan sehari-hari masyarakatnya. Tren minum kopi yang terus meningkat di kota-kota besar seperti Moskow dan St. Petersburg membuka peluang lebih luas bagi kopi-kopi dengan identitas geografis kuat, seperti Kerinci dan Minang. Dengan permintaan yang berulang, ALKO berada pada posisi strategis untuk menjadi salah satu pemasok tetap bagi pasar specialty coffee di negara tersebut.

Pengiriman terbaru ini bukan hanya soal perpindahan barang dari satu lokasi ke lokasi lain, tetapi merupakan rangkaian cerita yang dimulai dari pegunungan tinggi di Sumatra dan berakhir di cangkir para penikmat kopi di Rusia. Setiap ton kopi yang dikirim membawa identitas budaya, warisan pertanian, dan kerja keras petani yang bernaung di bawah binaan ALKO. Kehadiran kopi Kerinci dan Minang di pasar Rusia menjadi jendela kecil yang memperlihatkan keindahan alam dan kualitas sumber daya manusia di daerah tersebut.

Dalam skala yang lebih luas, pengiriman ini turut memperkuat posisi Indonesia dalam peta perdagangan kopi dunia. Kopi specialty dari Sumatra tidak hanya bersaing di pasar Eropa dan Amerika, tetapi kini memiliki tempat khusus di wilayah Eurasia. Melalui model produksi yang berbasis pada keberlanjutan, transparansi, dan digitalisasi, ALKO menjadi bagian dari wajah baru ekspor kopi Indonesia yang lebih modern dan dapat bersaing dengan negara produsen lainnya.

Keberangkatan kontainer menuju Rusia pada pengiriman kali ini menambah jejak perjalanan panjang kopi Kerinci dan Minang dalam kancah internasional yang di pelopori oleh ALKO. 

Dengan demikian, pengiriman 13 ton kopi Arabika Kerinci dan 1,5 ton kopi Arabika Minang (900kg kopi Minang Solok Selatan dan 600kg Kopi Minang Lasi Marapi) bukan hanya menjadi transaksi dagang, tetapi merupakan simbol keberlanjutan kerja sama yang kuat antara ALKO dan mitra Rusia. Dari tahun ke tahun, hubungan ini tumbuh melalui kualitas, kepercayaan, dan nilai-nilai yang terus dijaga oleh seluruh pihak yang terlibat. Dalam setiap karung kopi yang dikirim, terdapat jejak perjalanan yang melibatkan banyak tangan, dari petani hingga konsumen akhir, yang terhubung oleh satu hal: cinta terhadap kopi yang baik.



Share this :
Share this :

Blog

Other News recommendations for you

Blog

Other News recommendations for you

Kunjungan Lapangan Perkuat Diplomasi Ekonomi Indonesia–Pakistan Berbasis KeberlanjutanKERINCI, JAMBI – Kunjungan Duta Besar Republik Islam Pakistan untuk Indonesia, H.E. Mr. Zahid Hafeez Chaudhri, bersama Mr. Amir, buyer kopi dan berbagai komoditas asal Pakistan, ke Kerinci tidak hanya menjadi agenda diplomatik, tetapi juga menjadi ajang pembelajaran menyeluruh mengenai ekosistem kopi Indonesia yang dikembangkan oleh Koperasi Produsen Petani Alam Korintji Internasional (ALKO).Selama kunjungan lapangan, delegasi Pakistan mengikuti rangkaian proses produksi kopi secara lengkap, mulai dari budidaya di kebun, pengelolaan agroforestri, panen, pengolahan pascapanen, pengendalian mutu (quality control), cupping (uji cita rasa), hingga implementasi teknologi blockchain traceability yang diterapkan ALKO untuk memenuhi standar pasar internasional.Kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat kerja sama perdagangan antara Indonesia dan Pakistan melalui pendekatan yang tidak hanya berorientasi pada transaksi bisnis, tetapi juga pada pemahaman menyeluruh terhadap sistem produksi kopi yang berkelanjutan.Rombongan terlebih dahulu mengunjungi kebun kopi milik petani anggota koperasi di lereng Gunung Kerinci. Di lokasi tersebut, delegasi melihat secara langsung praktik budidaya kopi yang dikembangkan dalam sistem agroforestri, di mana tanaman kopi tumbuh berdampingan dengan berbagai jenis pohon pelindung untuk menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus meningkatkan kualitas hasil panen.Delegasi juga berdialog langsung dengan petani mengenai teknik budidaya, proses pemeliharaan tanaman, hingga tantangan yang dihadapi dalam memenuhi standar pasar ekspor.Perjalanan kemudian dilanjutkan ke fasilitas pengolahan kopi ALKO. Di lokasi ini, Duta Besar Pakistan dan Mr. Amir mempelajari setiap tahapan pascapanen, mulai dari proses pulping, fermentasi, pencucian, pengeringan, penyimpanan, hingga proses grading yang menentukan kualitas akhir kopi sebelum diekspor.CEO PT ALKO Sumatra Kopi, Suryono, menjelaskan bahwa kualitas kopi tidak hanya ditentukan oleh kondisi kebun, tetapi juga oleh konsistensi pengelolaan pada setiap tahapan pascapanen."Kami ingin memperlihatkan bahwa kualitas kopi premium dibangun melalui proses yang panjang. Mulai dari budidaya, penanganan pascapanen, pengendalian mutu, hingga sistem manajemen yang mampu menjamin konsistensi produk. Semua tahapan tersebut menjadi satu kesatuan dalam ekosistem ALKO," ujar Suryono.Salah satu agenda yang menjadi perhatian khusus delegasi Pakistan adalah sesi coffee cupping, yaitu proses evaluasi mutu dan karakter rasa kopi berdasarkan standar Specialty Coffee Association (SCA). Dalam sesi tersebut, para tamu mencoba berbagai profil cita rasa kopi asal Kerinci dan berdiskusi mengenai karakteristik yang sesuai dengan preferensi pasar Pakistan.Selain aspek kualitas, delegasi juga mempelajari penerapan blockchain traceability melalui platform Qthink-X, sistem digital yang dikembangkan ALKO untuk memastikan setiap produk kopi dapat ditelusuri mulai dari identitas petani, lokasi kebun, proses pengolahan, hingga pengiriman ke negara tujuan.Director of International Relations PT ALKO Sumatra Kopi, Pebriyansah, menjelaskan bahwa transparansi kini menjadi salah satu persyaratan utama dalam perdagangan internasional."Buyer global saat ini tidak hanya membeli kopi dengan cita rasa yang baik. Mereka juga ingin mengetahui siapa petaninya, dari mana asal produknya, bagaimana proses budidayanya, hingga bagaimana produk tersebut diproses. Melalui blockchain traceability, seluruh informasi tersebut dapat diakses secara transparan sehingga meningkatkan kepercayaan pasar," kata Pebriyansah.Menurutnya, kunjungan lapangan tersebut menjadi kesempatan bagi mitra Pakistan untuk memahami bahwa ALKO tidak hanya membangun rantai pasok kopi, tetapi juga membangun sistem yang mengintegrasikan petani, koperasi, teknologi, dan keberlanjutan.Dalam kesempatan tersebut, Duta Besar Pakistan, H.E. Mr. Zahid Hafeez Chaudhri, mengaku terkesan dengan model yang dikembangkan ALKO."Awalnya kami datang untuk melihat potensi kopi. Namun setelah mengunjungi langsung kebun dan seluruh proses produksinya, kami melihat bahwa ALKO telah membangun sebuah ekosistem yang lengkap. Ini bukan sekadar perdagangan green bean, tetapi sebuah model yang menggabungkan keberlanjutan, inovasi, pemberdayaan petani, dan teknologi. Pendekatan seperti inilah yang akan menjadi masa depan perdagangan internasional," ujarnya.Sementara itu, Mr. Amir, buyer asal Pakistan, menilai pemahaman terhadap seluruh proses produksi memberikan keyakinan lebih besar terhadap kualitas dan konsistensi produk yang akan dipasarkan di negaranya.Menurutnya, keterlibatan langsung petani, sistem pengendalian mutu yang ketat, serta penerapan teknologi traceability menjadi nilai tambah yang membedakan ALKO dari banyak pemasok kopi lainnya.Kunjungan ini menjadi bagian penting dari rangkaian kerja sama Indonesia–Pakistan yang ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara ALKO dan perusahaan Pakistan. Melalui pendekatan yang dimulai dari pemahaman di tingkat kebun hingga teknologi digital, kedua pihak berharap dapat membangun hubungan dagang yang tidak hanya berorientasi pada volume ekspor, tetapi juga pada kepercayaan, transparansi, dan keberlanjutan.Bagi ALKO, kunjungan tersebut membuktikan bahwa diplomasi ekonomi modern tidak lagi cukup dilakukan di ruang pertemuan. Kepercayaan pasar internasional dibangun dengan mengajak mitra melihat langsung bagaimana kopi diproduksi, bagaimana petani diberdayakan, dan bagaimana teknologi digunakan untuk memastikan setiap biji kopi memiliki identitas serta cerita yang dapat dipertanggungjawabkan di pasar global.

Read More  

Admin Alko | 21/07/2026

Kerja Sama Internasional Perkuat Diplomasi Ekonomi Indonesia–Pakistan, Buka Peluang Ekspor Multi-Komoditas dari KerinciKERINCI, 18 Juli 2026 – Koperasi Produsen Petani Alam Korintji Internasional (ALKO) resmi menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan Capulus Bean (Private) Limited, perusahaan perdagangan komoditas asal Pakistan, dalam sebuah seremoni yang disaksikan langsung oleh Duta Besar Republik Islam Pakistan untuk Indonesia, H.E. Mr. Zahid Hafeez Chaudhri.Penandatanganan MoU tersebut menjadi tonggak baru kerja sama perdagangan antara Indonesia dan Pakistan, khususnya dalam pengembangan rantai pasok kopi premium yang mengedepankan traceability, keberlanjutan, dan pemberdayaan petani. Tidak hanya berorientasi pada transaksi dagang, kerja sama ini juga diarahkan untuk membangun ekosistem perdagangan jangka panjang yang memberikan nilai tambah langsung kepada petani.MoU ditandatangani oleh Suryono, mewakili Koperasi ALKO dan PT ALKO Sumatra Kopi, serta Ameer Khurram Rathore, Chief Operating Officer Capulus Bean (Private) Limited.Kesepakatan tersebut mencakup pengembangan perdagangan kopi dan komoditas unggulan lainnya, pembangunan jaringan distribusi menuju Pakistan, pertukaran informasi pasar, pengembangan sistem rantai pasok berstandar internasional, serta kolaborasi investasi untuk memperkuat perdagangan kedua negara.Dari Green Bean Menuju Ekosistem BerkelanjutanDuta Besar Pakistan, H.E. Mr. Zahid Hafeez Chaudhri, mengatakan kunjungan ke Kerinci mengubah perspektifnya mengenai industri kopi Indonesia.Menurutnya, ALKO tidak sekadar menjual kopi, tetapi membangun sebuah ekosistem bisnis yang terintegrasi dari petani hingga pasar internasional."Sebelum datang ke Kerinci, kami berpikir kerja sama ini hanya tentang kopi. Namun setelah melihat langsung ALKO, kami menemukan sesuatu yang lebih besar. Yang dibangun bukan hanya perdagangan green bean, tetapi sebuah ekosistem yang menggabungkan keberlanjutan, pemberdayaan petani, inovasi, dan sistem traceability. Karena itu kami melihat peluang kerja sama tidak hanya pada kopi, tetapi juga berbagai komoditas unggulan Kerinci lainnya."Pernyataan tersebut menjadi sinyal bahwa hubungan dagang Indonesia–Pakistan berpotensi berkembang ke sektor pertanian yang lebih luas, sejalan dengan meningkatnya kebutuhan Pakistan terhadap produk pangan dan komoditas tropis berkualitas.Pakistan Menjadi Hub Baru PerdaganganDalam MoU tersebut, kedua pihak sepakat menjadikan Pakistan sebagai salah satu pintu masuk strategis bagi produk-produk ALKO menuju kawasan Asia Selatan dan Timur Tengah.Capulus Bean akan berperan sebagai mitra distribusi sekaligus pengembang pasar, sementara ALKO bertanggung jawab menjaga kontinuitas pasokan, kualitas produk, dan sistem ketertelusuran yang menjadi standar utama pembeli internasional.CEO PT ALKO Sumatra Kopi, Suryono, mengatakan kerja sama tersebut merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam memperluas pasar ekspor."Kami tidak mencari pembeli yang hanya datang membeli satu kontainer, tetapi mitra yang memiliki visi membangun pasar bersama. Karena itu kerja sama ini disusun dalam kerangka jangka panjang sehingga petani memperoleh kepastian pasar sekaligus kepastian harga."Menurutnya, model bisnis ALKO dibangun dengan prinsip bahwa peningkatan ekspor harus berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan petani.Traceability Menjadi Nilai TambahDirektur International Relations PT ALKO Sumatra Kopi, Pebriyansah, menjelaskan bahwa salah satu faktor utama yang menarik perhatian mitra Pakistan adalah sistem blockchain traceability yang telah diterapkan ALKO.Melalui platform digital Qthink-X, seluruh rantai pasok dapat ditelusuri mulai dari identitas petani, lokasi kebun, proses panen, pascapanen, hingga pengiriman ke negara tujuan.Menurut Pebriyansah, pendekatan tersebut kini menjadi kebutuhan utama dalam perdagangan global."Buyer internasional saat ini tidak lagi hanya membeli kopi berkualitas. Mereka membutuhkan transparansi, data, dan kepastian bahwa produk dihasilkan melalui praktik yang berkelanjutan. Sistem traceability yang kami bangun menjadi jembatan kepercayaan antara petani di Kerinci dengan konsumen dunia."Ia menambahkan, kerja sama dengan Pakistan menunjukkan bahwa transformasi digital di sektor pertanian mampu membuka pasar-pasar baru yang sebelumnya sulit dijangkau.Momentum Baru Diplomasi EkonomiKunjungan Duta Besar Pakistan beserta delegasi bisnis merupakan bagian dari penguatan hubungan bilateral Indonesia–Pakistan yang telah terjalin selama puluhan tahun.Dalam beberapa hari kunjungannya di Kerinci, delegasi melakukan serangkaian kegiatan, mulai dari mengunjungi kebun kopi anggota ALKO, melihat proses budidaya agroforestri, mempelajari sistem pengolahan kopi, mengikuti sesi cupping, hingga berdiskusi mengenai penerapan teknologi blockchain dan keberlanjutan.Kehadiran langsung Duta Besar dinilai memberikan sinyal kuat bahwa hubungan perdagangan kedua negara kini semakin diarahkan pada kemitraan antarlembaga dan pelaku usaha, bukan sekadar hubungan antarpemerintah.Menuju Perdagangan Multi-KomoditasSelain kopi specialty, kedua pihak juga membuka peluang kerja sama untuk berbagai komoditas unggulan Kerinci lainnya.Menurut ALKO, model bisnis yang dikembangkan memungkinkan berbagai komoditas pertanian dipasarkan melalui sistem yang sama, yakni berbasis kualitas, keberlanjutan, dan ketertelusuran.Dengan demikian, kerja sama ini diharapkan tidak hanya meningkatkan ekspor kopi Indonesia ke Pakistan, tetapi juga memperluas akses pasar bagi produk-produk pertanian bernilai tambah lainnya.Bagi ALKO, penandatanganan MoU ini menjadi lebih dari sekadar dokumen kerja sama. Kesepakatan tersebut merupakan fondasi bagi pembangunan koridor perdagangan baru antara Kerinci dan Pakistan, sekaligus mempertegas posisi Indonesia sebagai pemasok produk pertanian premium yang mampu memenuhi tuntutan pasar global melalui inovasi, teknologi, dan komitmen terhadap keberlanjutan.

Read More  

Admin Alko | 21/07/2026

Kunjungan Duta Besar Republik Islam Pakistan untuk Indonesia, H.E. Mr. Zahid Hafeez Chaudhri, ke Kerinci tidak hanya menjadi agenda penjajakan perdagangan kopi, tetapi juga mencerminkan semakin eratnya hubungan bilateral Indonesia dan Pakistan melalui diplomasi ekonomi berbasis daerah.Indonesia dan Pakistan merupakan dua negara sahabat yang telah menjalin hubungan diplomatik sejak tahun 1950. Selama lebih dari tujuh dekade, kedua negara terus memperkuat kerja sama di berbagai sektor, mulai dari perdagangan, investasi, pendidikan, pertanian, hingga pertukaran budaya. Dalam beberapa tahun terakhir, kedua pemerintah juga terus mendorong peningkatan nilai perdagangan sebagai bagian dari penguatan kemitraan ekonomi.Dalam kunjungannya ke ekosistem ALKO di Kerinci, Duta Besar Pakistan menilai model yang dikembangkan ALKO memiliki nilai strategis karena tidak hanya menghasilkan komoditas berkualitas, tetapi juga membangun sistem produksi yang berkelanjutan, transparan, dan mampu memberikan manfaat langsung kepada petani."Saya datang dengan tujuan melihat potensi perdagangan kopi. Namun setelah berada di ALKO, saya melihat sesuatu yang jauh lebih besar. Yang dibangun bukan sekadar bisnis kopi, tetapi sebuah ekosistem yang menghubungkan petani, koperasi, teknologi, keberlanjutan, dan akses pasar internasional. Model seperti ini sangat relevan dengan kebutuhan perdagangan global saat ini," ujar H.E. Mr. Zahid Hafeez Chaudhri.Ia menambahkan bahwa pendekatan tersebut membuka peluang kerja sama yang lebih luas antara Pakistan dan Indonesia."Kami tidak ingin membatasi kerja sama hanya pada kopi. Setelah melihat potensi yang dimiliki ALKO, kami melihat peluang besar untuk mengembangkan perdagangan berbagai komoditas unggulan Indonesia ke Pakistan. Ini merupakan kesempatan untuk memperkuat hubungan ekonomi kedua negara melalui sektor riil yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat," katanya.Menurut Duta Besar Pakistan, hubungan bilateral yang telah terjalin lama perlu terus diperkuat melalui kolaborasi konkret antara pelaku usaha kedua negara. Ia menilai kerja sama seperti yang dibangun ALKO dapat menjadi contoh bagaimana diplomasi ekonomi mampu diterjemahkan menjadi kemitraan bisnis yang berkelanjutan.Senada dengan itu, CEO PT ALKO Sumatra Kopi, Suryono, mengatakan bahwa kunjungan tersebut menjadi kehormatan sekaligus momentum penting untuk memperluas kerja sama perdagangan Indonesia–Pakistan."Kami percaya hubungan persahabatan antara Indonesia dan Pakistan yang telah terbangun selama puluhan tahun dapat diperkuat melalui kolaborasi bisnis yang saling menguntungkan. ALKO siap menjadi bagian dari upaya tersebut dengan menghadirkan komoditas yang berkualitas, memiliki sistem traceability, dan diproduksi melalui prinsip keberlanjutan," ujar Suryono.Menurutnya, kerja sama yang akan dituangkan dalam nota kesepahaman pada Rapat Anggota Tahunan Koperasi ALKO bukan hanya berorientasi pada peningkatan volume perdagangan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan ekonomi kedua negara melalui pengembangan perdagangan multi-komoditas, pembangunan hub distribusi di Pakistan, dan kemitraan jangka panjang yang memberikan manfaat bagi petani serta pelaku usaha di kedua negara.Dengan fondasi hubungan diplomatik yang telah berlangsung lebih dari 75 tahun, kunjungan Duta Besar Pakistan ke Kerinci diharapkan menjadi tonggak baru dalam memperkuat diplomasi ekonomi Indonesia–Pakistan, sekaligus membuka jalan bagi semakin banyak komoditas unggulan Indonesia untuk memasuki pasar Pakistan dan kawasan Asia Selatan.

Read More  

Admin Alko | 16/07/2026

Segera hubungi kami untuk kerjasama!

Get Started

Lokasi

Kantor:

Jl. Batang Sangir, no.15, rt.04, Batang Sangir, Kayu Aro, Kerinci, Jambi 37163

Gudang:

Jl Raya Sungai Sikai, No 15 RT 04 desa Sungai Sikai, kec. Gunung Tujuh, Kab. Kerinci, Jambi 37063

Lokasi

Kantor:

Jl. Batang Sangir, no.15, rt.04, Batang Sangir, Kayu Aro, Kerinci, Jambi 37163

Gudang:

Jl Raya Sungai Sikai, No 15 RT 04 desa Sungai Sikai, kec. Gunung Tujuh, Kab. Kerinci, Jambi 37063

© 2021 ALKO - All Rights Reserved.