Penerapan Teknologi Traceability Berbasis Blockchain dalam Rantai Pasok Kopi ALKO

Admin Alko | 16/01/2025


Dalam industri kopi global, traceability atau kemampuan melacak asal-usul produk menjadi aspek penting yang tidak bisa diabaikan. Konsumen dan buyer internasional semakin menuntut transparansi, terutama terkait dengan praktik pertanian yang berkelanjutan, legalitas lahan, dan dampak lingkungan. Menyadari pentingnya hal ini, ALKO Sumatra International telah mengadopsi teknologi traceability berbasis blockchain untuk memastikan transparansi dan kepercayaan dalam rantai pasok kopi mereka.

Mengapa Traceability Penting untuk Kopi ALKO?

Traceability bukan hanya soal mencatat asal-usul produk, tetapi juga menjadi alat yang kuat untuk membangun kepercayaan antara petani, koperasi, buyer, dan konsumen akhir. Berikut beberapa alasan mengapa traceability menjadi fokus utama ALKO:

  1. Memenuhi Regulasi Internasional
    Regulasi seperti EUDR (European Union Deforestation Regulation) mensyaratkan bahwa produk yang masuk ke pasar Eropa harus bebas dari deforestasi. Sistem traceability membantu ALKO memverifikasi bahwa kopi yang mereka ekspor berasal dari lahan yang legal dan tidak merusak hutan.

  2. Meningkatkan Kepercayaan Konsumen
    Konsumen di pasar global, terutama di Eropa dan Amerika, semakin peduli dengan asal-usul produk yang mereka konsumsi. Dengan sistem traceability, ALKO dapat memberikan informasi transparan kepada buyer tentang asal kopi, proses produksi, hingga praktik keberlanjutan yang diterapkan.

  3. Memberdayakan Petani
    Dengan sistem pencatatan digital, petani dapat lebih memahami proses produksi mereka sendiri, termasuk mencatat hasil panen, praktik pasca-panen, dan pengelolaan lahan. Hal ini meningkatkan kapasitas petani dalam mengelola usaha mereka secara profesional.

Cara Kerja Teknologi Blockchain dalam Traceability ALKO

ALKO menggunakan teknologi blockchain untuk memastikan data yang tercatat dalam sistem traceability tidak dapat diubah atau dimanipulasi. Berikut langkah-langkah proses traceability yang diterapkan ALKO:

  1. Pencatatan Data di Tingkat Petani
    Setiap petani yang tergabung dalam ALKO diberikan pelatihan tentang pentingnya pencatatan data. Petani mencatat informasi seperti lokasi kebun, varietas kopi, metode budidaya, dan hasil panen mereka.

  2. Pengumpulan dan Verifikasi Data oleh Koperasi
    Data yang dikumpulkan dari petani kemudian diverifikasi oleh koperasi. Verifikasi ini meliputi legalitas lahan, praktik pertanian, dan kepatuhan terhadap standar keberlanjutan.

  3. Penyimpanan Data di Blockchain
    Setelah data diverifikasi, informasi tersebut disimpan dalam sistem blockchain. Blockchain memastikan bahwa data tersebut tidak dapat diubah dan dapat dilacak oleh pihak yang berkepentingan.

  4. Akses Data oleh Buyer dan Konsumen
    Buyer dan konsumen dapat mengakses data traceability melalui platform digital yang disediakan oleh ALKO. Mereka dapat melihat informasi tentang asal kopi, proses pasca-panen, hingga sertifikasi keberlanjutan yang dimiliki.

Manfaat Teknologi Blockchain bagi Petani dan Buyer

Penerapan teknologi blockchain memberikan berbagai manfaat, baik bagi petani maupun buyer, di antaranya:

  1. Petani Mendapatkan Pengakuan yang Layak
    Dengan sistem traceability, petani mendapatkan pengakuan atas kerja keras mereka dalam memproduksi kopi berkualitas tinggi. Nama petani dan lokasi kebun mereka dapat diketahui oleh buyer, sehingga meningkatkan nilai produk yang dihasilkan.

  2. Buyer Mendapatkan Kepastian Kualitas dan Legalitas Produk
    Buyer internasional membutuhkan kepastian bahwa kopi yang mereka beli memenuhi standar kualitas dan legalitas yang berlaku. Teknologi blockchain memastikan bahwa informasi ini tersedia dan dapat diverifikasi secara transparan.

  3. Mengurangi Risiko Pelanggaran Hukum dan Etika
    Dengan traceability yang kuat, ALKO dapat memastikan bahwa produk mereka tidak melanggar hukum atau prinsip etika, seperti penggunaan lahan ilegal atau eksploitasi tenaga kerja.

Implementasi Traceability dalam Proses Pasca-Panen

Proses traceability tidak hanya berhenti pada tahap produksi di kebun, tetapi juga berlanjut hingga proses pasca-panen di pabrik pengolahan. Berikut adalah langkah-langkah yang dilakukan ALKO:

  1. Pencatatan Batch Produk
    Setiap batch kopi yang diproses dicatat dengan kode unik yang memuat informasi tentang asal-usul kopi, metode pengolahan, dan tanggal produksi.

  2. Penyimpanan Data di Blockchain
    Informasi tentang setiap batch produk disimpan dalam blockchain, sehingga dapat dilacak hingga ke tingkat petani.

  3. Pelabelan dan Sertifikasi
    Produk yang telah melalui proses traceability diberi label khusus yang menunjukkan bahwa kopi tersebut telah diverifikasi dan dapat dilacak hingga ke sumbernya.

Kolaborasi dengan Mitra untuk Meningkatkan Traceability

ALKO bekerja sama dengan berbagai mitra, termasuk koperasi petani, pemerintah daerah, dan buyer internasional, untuk memastikan bahwa sistem traceability berjalan dengan baik. Kolaborasi ini meliputi:

  1. Pelatihan Petani tentang Digitalisasi Data
    ALKO memberikan pelatihan kepada petani tentang cara menggunakan aplikasi digital untuk mencatat data mereka.

  2. Audit dan Verifikasi Berkala
    ALKO secara rutin melakukan audit dan verifikasi data yang tercatat dalam sistem traceability untuk memastikan akurasi dan keandalannya.

  3. Pengembangan Platform Digital
    ALKO terus mengembangkan platform digital yang dapat diakses oleh buyer dan konsumen untuk melihat informasi traceability produk mereka.

Tantangan dalam Implementasi Teknologi Blockchain

Meskipun memberikan banyak manfaat, penerapan teknologi blockchain dalam traceability juga menghadapi beberapa tantangan, antara lain:

  1. Keterbatasan Akses Teknologi di Tingkat Petani
    Tidak semua petani memiliki akses ke perangkat digital dan internet yang memadai. ALKO mengatasi tantangan ini dengan memberikan perangkat dan pelatihan kepada petani.

  2. Penyesuaian dengan Regulasi Lokal dan Internasional
    Sistem traceability harus disesuaikan dengan regulasi yang berlaku di tingkat lokal maupun internasional. ALKO terus memantau perkembangan regulasi untuk memastikan kepatuhan mereka.

  3. Biaya Implementasi Teknologi
    Penerapan teknologi blockchain memerlukan investasi yang cukup besar. Namun, ALKO melihat ini sebagai investasi jangka panjang yang akan memberikan nilai tambah bagi produk mereka.

Masa Depan Traceability Kopi ALKO

ALKO berkomitmen untuk terus meningkatkan sistem traceability mereka dan menjadikannya sebagai standar dalam rantai pasok kopi. Beberapa langkah yang akan diambil ke depan meliputi:

  1. Ekspansi ke Komoditas Lain
    Selain kopi, ALKO berencana menerapkan sistem traceability ini untuk komoditas lain yang mereka kelola, seperti rempah-rempah dan produk pertanian lainnya.

  2. Peningkatan Teknologi Digital
    ALKO akan terus mengembangkan platform digital mereka untuk memudahkan petani dalam mencatat data dan buyer dalam mengakses informasi traceability.

  3. Promosi ke Pasar Global
    ALKO akan mempromosikan sistem traceability mereka sebagai nilai tambah bagi buyer di pasar global, terutama di Eropa dan Amerika.

Dengan adopsi teknologi traceability berbasis blockchain, ALKO Sumatra International tidak hanya memastikan kualitas dan legalitas produk kopi mereka, tetapi juga berkontribusi dalam menciptakan rantai pasok yang lebih transparan dan berkelanjutan. Teknologi ini menjadi bukti bahwa ALKO siap menghadapi tantangan industri kopi global di masa depan dengan inovasi dan komitmen terhadap keberlanjutan.

Share this :
Share this :

Blog

Other News recommendations for you

Blog

Other News recommendations for you

Kunjungan Lapangan Perkuat Diplomasi Ekonomi Indonesia–Pakistan Berbasis KeberlanjutanKERINCI, JAMBI – Kunjungan Duta Besar Republik Islam Pakistan untuk Indonesia, H.E. Mr. Zahid Hafeez Chaudhri, bersama Mr. Amir, buyer kopi dan berbagai komoditas asal Pakistan, ke Kerinci tidak hanya menjadi agenda diplomatik, tetapi juga menjadi ajang pembelajaran menyeluruh mengenai ekosistem kopi Indonesia yang dikembangkan oleh Koperasi Produsen Petani Alam Korintji Internasional (ALKO).Selama kunjungan lapangan, delegasi Pakistan mengikuti rangkaian proses produksi kopi secara lengkap, mulai dari budidaya di kebun, pengelolaan agroforestri, panen, pengolahan pascapanen, pengendalian mutu (quality control), cupping (uji cita rasa), hingga implementasi teknologi blockchain traceability yang diterapkan ALKO untuk memenuhi standar pasar internasional.Kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat kerja sama perdagangan antara Indonesia dan Pakistan melalui pendekatan yang tidak hanya berorientasi pada transaksi bisnis, tetapi juga pada pemahaman menyeluruh terhadap sistem produksi kopi yang berkelanjutan.Rombongan terlebih dahulu mengunjungi kebun kopi milik petani anggota koperasi di lereng Gunung Kerinci. Di lokasi tersebut, delegasi melihat secara langsung praktik budidaya kopi yang dikembangkan dalam sistem agroforestri, di mana tanaman kopi tumbuh berdampingan dengan berbagai jenis pohon pelindung untuk menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus meningkatkan kualitas hasil panen.Delegasi juga berdialog langsung dengan petani mengenai teknik budidaya, proses pemeliharaan tanaman, hingga tantangan yang dihadapi dalam memenuhi standar pasar ekspor.Perjalanan kemudian dilanjutkan ke fasilitas pengolahan kopi ALKO. Di lokasi ini, Duta Besar Pakistan dan Mr. Amir mempelajari setiap tahapan pascapanen, mulai dari proses pulping, fermentasi, pencucian, pengeringan, penyimpanan, hingga proses grading yang menentukan kualitas akhir kopi sebelum diekspor.CEO PT ALKO Sumatra Kopi, Suryono, menjelaskan bahwa kualitas kopi tidak hanya ditentukan oleh kondisi kebun, tetapi juga oleh konsistensi pengelolaan pada setiap tahapan pascapanen."Kami ingin memperlihatkan bahwa kualitas kopi premium dibangun melalui proses yang panjang. Mulai dari budidaya, penanganan pascapanen, pengendalian mutu, hingga sistem manajemen yang mampu menjamin konsistensi produk. Semua tahapan tersebut menjadi satu kesatuan dalam ekosistem ALKO," ujar Suryono.Salah satu agenda yang menjadi perhatian khusus delegasi Pakistan adalah sesi coffee cupping, yaitu proses evaluasi mutu dan karakter rasa kopi berdasarkan standar Specialty Coffee Association (SCA). Dalam sesi tersebut, para tamu mencoba berbagai profil cita rasa kopi asal Kerinci dan berdiskusi mengenai karakteristik yang sesuai dengan preferensi pasar Pakistan.Selain aspek kualitas, delegasi juga mempelajari penerapan blockchain traceability melalui platform Qthink-X, sistem digital yang dikembangkan ALKO untuk memastikan setiap produk kopi dapat ditelusuri mulai dari identitas petani, lokasi kebun, proses pengolahan, hingga pengiriman ke negara tujuan.Director of International Relations PT ALKO Sumatra Kopi, Pebriyansah, menjelaskan bahwa transparansi kini menjadi salah satu persyaratan utama dalam perdagangan internasional."Buyer global saat ini tidak hanya membeli kopi dengan cita rasa yang baik. Mereka juga ingin mengetahui siapa petaninya, dari mana asal produknya, bagaimana proses budidayanya, hingga bagaimana produk tersebut diproses. Melalui blockchain traceability, seluruh informasi tersebut dapat diakses secara transparan sehingga meningkatkan kepercayaan pasar," kata Pebriyansah.Menurutnya, kunjungan lapangan tersebut menjadi kesempatan bagi mitra Pakistan untuk memahami bahwa ALKO tidak hanya membangun rantai pasok kopi, tetapi juga membangun sistem yang mengintegrasikan petani, koperasi, teknologi, dan keberlanjutan.Dalam kesempatan tersebut, Duta Besar Pakistan, H.E. Mr. Zahid Hafeez Chaudhri, mengaku terkesan dengan model yang dikembangkan ALKO."Awalnya kami datang untuk melihat potensi kopi. Namun setelah mengunjungi langsung kebun dan seluruh proses produksinya, kami melihat bahwa ALKO telah membangun sebuah ekosistem yang lengkap. Ini bukan sekadar perdagangan green bean, tetapi sebuah model yang menggabungkan keberlanjutan, inovasi, pemberdayaan petani, dan teknologi. Pendekatan seperti inilah yang akan menjadi masa depan perdagangan internasional," ujarnya.Sementara itu, Mr. Amir, buyer asal Pakistan, menilai pemahaman terhadap seluruh proses produksi memberikan keyakinan lebih besar terhadap kualitas dan konsistensi produk yang akan dipasarkan di negaranya.Menurutnya, keterlibatan langsung petani, sistem pengendalian mutu yang ketat, serta penerapan teknologi traceability menjadi nilai tambah yang membedakan ALKO dari banyak pemasok kopi lainnya.Kunjungan ini menjadi bagian penting dari rangkaian kerja sama Indonesia–Pakistan yang ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara ALKO dan perusahaan Pakistan. Melalui pendekatan yang dimulai dari pemahaman di tingkat kebun hingga teknologi digital, kedua pihak berharap dapat membangun hubungan dagang yang tidak hanya berorientasi pada volume ekspor, tetapi juga pada kepercayaan, transparansi, dan keberlanjutan.Bagi ALKO, kunjungan tersebut membuktikan bahwa diplomasi ekonomi modern tidak lagi cukup dilakukan di ruang pertemuan. Kepercayaan pasar internasional dibangun dengan mengajak mitra melihat langsung bagaimana kopi diproduksi, bagaimana petani diberdayakan, dan bagaimana teknologi digunakan untuk memastikan setiap biji kopi memiliki identitas serta cerita yang dapat dipertanggungjawabkan di pasar global.

Read More  

Admin Alko | 21/07/2026

Kerja Sama Internasional Perkuat Diplomasi Ekonomi Indonesia–Pakistan, Buka Peluang Ekspor Multi-Komoditas dari KerinciKERINCI, 18 Juli 2026 – Koperasi Produsen Petani Alam Korintji Internasional (ALKO) resmi menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan Capulus Bean (Private) Limited, perusahaan perdagangan komoditas asal Pakistan, dalam sebuah seremoni yang disaksikan langsung oleh Duta Besar Republik Islam Pakistan untuk Indonesia, H.E. Mr. Zahid Hafeez Chaudhri.Penandatanganan MoU tersebut menjadi tonggak baru kerja sama perdagangan antara Indonesia dan Pakistan, khususnya dalam pengembangan rantai pasok kopi premium yang mengedepankan traceability, keberlanjutan, dan pemberdayaan petani. Tidak hanya berorientasi pada transaksi dagang, kerja sama ini juga diarahkan untuk membangun ekosistem perdagangan jangka panjang yang memberikan nilai tambah langsung kepada petani.MoU ditandatangani oleh Suryono, mewakili Koperasi ALKO dan PT ALKO Sumatra Kopi, serta Ameer Khurram Rathore, Chief Operating Officer Capulus Bean (Private) Limited.Kesepakatan tersebut mencakup pengembangan perdagangan kopi dan komoditas unggulan lainnya, pembangunan jaringan distribusi menuju Pakistan, pertukaran informasi pasar, pengembangan sistem rantai pasok berstandar internasional, serta kolaborasi investasi untuk memperkuat perdagangan kedua negara.Dari Green Bean Menuju Ekosistem BerkelanjutanDuta Besar Pakistan, H.E. Mr. Zahid Hafeez Chaudhri, mengatakan kunjungan ke Kerinci mengubah perspektifnya mengenai industri kopi Indonesia.Menurutnya, ALKO tidak sekadar menjual kopi, tetapi membangun sebuah ekosistem bisnis yang terintegrasi dari petani hingga pasar internasional."Sebelum datang ke Kerinci, kami berpikir kerja sama ini hanya tentang kopi. Namun setelah melihat langsung ALKO, kami menemukan sesuatu yang lebih besar. Yang dibangun bukan hanya perdagangan green bean, tetapi sebuah ekosistem yang menggabungkan keberlanjutan, pemberdayaan petani, inovasi, dan sistem traceability. Karena itu kami melihat peluang kerja sama tidak hanya pada kopi, tetapi juga berbagai komoditas unggulan Kerinci lainnya."Pernyataan tersebut menjadi sinyal bahwa hubungan dagang Indonesia–Pakistan berpotensi berkembang ke sektor pertanian yang lebih luas, sejalan dengan meningkatnya kebutuhan Pakistan terhadap produk pangan dan komoditas tropis berkualitas.Pakistan Menjadi Hub Baru PerdaganganDalam MoU tersebut, kedua pihak sepakat menjadikan Pakistan sebagai salah satu pintu masuk strategis bagi produk-produk ALKO menuju kawasan Asia Selatan dan Timur Tengah.Capulus Bean akan berperan sebagai mitra distribusi sekaligus pengembang pasar, sementara ALKO bertanggung jawab menjaga kontinuitas pasokan, kualitas produk, dan sistem ketertelusuran yang menjadi standar utama pembeli internasional.CEO PT ALKO Sumatra Kopi, Suryono, mengatakan kerja sama tersebut merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam memperluas pasar ekspor."Kami tidak mencari pembeli yang hanya datang membeli satu kontainer, tetapi mitra yang memiliki visi membangun pasar bersama. Karena itu kerja sama ini disusun dalam kerangka jangka panjang sehingga petani memperoleh kepastian pasar sekaligus kepastian harga."Menurutnya, model bisnis ALKO dibangun dengan prinsip bahwa peningkatan ekspor harus berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan petani.Traceability Menjadi Nilai TambahDirektur International Relations PT ALKO Sumatra Kopi, Pebriyansah, menjelaskan bahwa salah satu faktor utama yang menarik perhatian mitra Pakistan adalah sistem blockchain traceability yang telah diterapkan ALKO.Melalui platform digital Qthink-X, seluruh rantai pasok dapat ditelusuri mulai dari identitas petani, lokasi kebun, proses panen, pascapanen, hingga pengiriman ke negara tujuan.Menurut Pebriyansah, pendekatan tersebut kini menjadi kebutuhan utama dalam perdagangan global."Buyer internasional saat ini tidak lagi hanya membeli kopi berkualitas. Mereka membutuhkan transparansi, data, dan kepastian bahwa produk dihasilkan melalui praktik yang berkelanjutan. Sistem traceability yang kami bangun menjadi jembatan kepercayaan antara petani di Kerinci dengan konsumen dunia."Ia menambahkan, kerja sama dengan Pakistan menunjukkan bahwa transformasi digital di sektor pertanian mampu membuka pasar-pasar baru yang sebelumnya sulit dijangkau.Momentum Baru Diplomasi EkonomiKunjungan Duta Besar Pakistan beserta delegasi bisnis merupakan bagian dari penguatan hubungan bilateral Indonesia–Pakistan yang telah terjalin selama puluhan tahun.Dalam beberapa hari kunjungannya di Kerinci, delegasi melakukan serangkaian kegiatan, mulai dari mengunjungi kebun kopi anggota ALKO, melihat proses budidaya agroforestri, mempelajari sistem pengolahan kopi, mengikuti sesi cupping, hingga berdiskusi mengenai penerapan teknologi blockchain dan keberlanjutan.Kehadiran langsung Duta Besar dinilai memberikan sinyal kuat bahwa hubungan perdagangan kedua negara kini semakin diarahkan pada kemitraan antarlembaga dan pelaku usaha, bukan sekadar hubungan antarpemerintah.Menuju Perdagangan Multi-KomoditasSelain kopi specialty, kedua pihak juga membuka peluang kerja sama untuk berbagai komoditas unggulan Kerinci lainnya.Menurut ALKO, model bisnis yang dikembangkan memungkinkan berbagai komoditas pertanian dipasarkan melalui sistem yang sama, yakni berbasis kualitas, keberlanjutan, dan ketertelusuran.Dengan demikian, kerja sama ini diharapkan tidak hanya meningkatkan ekspor kopi Indonesia ke Pakistan, tetapi juga memperluas akses pasar bagi produk-produk pertanian bernilai tambah lainnya.Bagi ALKO, penandatanganan MoU ini menjadi lebih dari sekadar dokumen kerja sama. Kesepakatan tersebut merupakan fondasi bagi pembangunan koridor perdagangan baru antara Kerinci dan Pakistan, sekaligus mempertegas posisi Indonesia sebagai pemasok produk pertanian premium yang mampu memenuhi tuntutan pasar global melalui inovasi, teknologi, dan komitmen terhadap keberlanjutan.

Read More  

Admin Alko | 21/07/2026

Kunjungan Duta Besar Republik Islam Pakistan untuk Indonesia, H.E. Mr. Zahid Hafeez Chaudhri, ke Kerinci tidak hanya menjadi agenda penjajakan perdagangan kopi, tetapi juga mencerminkan semakin eratnya hubungan bilateral Indonesia dan Pakistan melalui diplomasi ekonomi berbasis daerah.Indonesia dan Pakistan merupakan dua negara sahabat yang telah menjalin hubungan diplomatik sejak tahun 1950. Selama lebih dari tujuh dekade, kedua negara terus memperkuat kerja sama di berbagai sektor, mulai dari perdagangan, investasi, pendidikan, pertanian, hingga pertukaran budaya. Dalam beberapa tahun terakhir, kedua pemerintah juga terus mendorong peningkatan nilai perdagangan sebagai bagian dari penguatan kemitraan ekonomi.Dalam kunjungannya ke ekosistem ALKO di Kerinci, Duta Besar Pakistan menilai model yang dikembangkan ALKO memiliki nilai strategis karena tidak hanya menghasilkan komoditas berkualitas, tetapi juga membangun sistem produksi yang berkelanjutan, transparan, dan mampu memberikan manfaat langsung kepada petani."Saya datang dengan tujuan melihat potensi perdagangan kopi. Namun setelah berada di ALKO, saya melihat sesuatu yang jauh lebih besar. Yang dibangun bukan sekadar bisnis kopi, tetapi sebuah ekosistem yang menghubungkan petani, koperasi, teknologi, keberlanjutan, dan akses pasar internasional. Model seperti ini sangat relevan dengan kebutuhan perdagangan global saat ini," ujar H.E. Mr. Zahid Hafeez Chaudhri.Ia menambahkan bahwa pendekatan tersebut membuka peluang kerja sama yang lebih luas antara Pakistan dan Indonesia."Kami tidak ingin membatasi kerja sama hanya pada kopi. Setelah melihat potensi yang dimiliki ALKO, kami melihat peluang besar untuk mengembangkan perdagangan berbagai komoditas unggulan Indonesia ke Pakistan. Ini merupakan kesempatan untuk memperkuat hubungan ekonomi kedua negara melalui sektor riil yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat," katanya.Menurut Duta Besar Pakistan, hubungan bilateral yang telah terjalin lama perlu terus diperkuat melalui kolaborasi konkret antara pelaku usaha kedua negara. Ia menilai kerja sama seperti yang dibangun ALKO dapat menjadi contoh bagaimana diplomasi ekonomi mampu diterjemahkan menjadi kemitraan bisnis yang berkelanjutan.Senada dengan itu, CEO PT ALKO Sumatra Kopi, Suryono, mengatakan bahwa kunjungan tersebut menjadi kehormatan sekaligus momentum penting untuk memperluas kerja sama perdagangan Indonesia–Pakistan."Kami percaya hubungan persahabatan antara Indonesia dan Pakistan yang telah terbangun selama puluhan tahun dapat diperkuat melalui kolaborasi bisnis yang saling menguntungkan. ALKO siap menjadi bagian dari upaya tersebut dengan menghadirkan komoditas yang berkualitas, memiliki sistem traceability, dan diproduksi melalui prinsip keberlanjutan," ujar Suryono.Menurutnya, kerja sama yang akan dituangkan dalam nota kesepahaman pada Rapat Anggota Tahunan Koperasi ALKO bukan hanya berorientasi pada peningkatan volume perdagangan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan ekonomi kedua negara melalui pengembangan perdagangan multi-komoditas, pembangunan hub distribusi di Pakistan, dan kemitraan jangka panjang yang memberikan manfaat bagi petani serta pelaku usaha di kedua negara.Dengan fondasi hubungan diplomatik yang telah berlangsung lebih dari 75 tahun, kunjungan Duta Besar Pakistan ke Kerinci diharapkan menjadi tonggak baru dalam memperkuat diplomasi ekonomi Indonesia–Pakistan, sekaligus membuka jalan bagi semakin banyak komoditas unggulan Indonesia untuk memasuki pasar Pakistan dan kawasan Asia Selatan.

Read More  

Admin Alko | 16/07/2026

Segera hubungi kami untuk kerjasama!

Get Started

Lokasi

Kantor:

Jl. Batang Sangir, no.15, rt.04, Batang Sangir, Kayu Aro, Kerinci, Jambi 37163

Gudang:

Jl Raya Sungai Sikai, No 15 RT 04 desa Sungai Sikai, kec. Gunung Tujuh, Kab. Kerinci, Jambi 37063

Lokasi

Kantor:

Jl. Batang Sangir, no.15, rt.04, Batang Sangir, Kayu Aro, Kerinci, Jambi 37163

Gudang:

Jl Raya Sungai Sikai, No 15 RT 04 desa Sungai Sikai, kec. Gunung Tujuh, Kab. Kerinci, Jambi 37063

© 2021 ALKO - All Rights Reserved.