Membangun Reputasi Global: Langkah Strategis Kayu Aro Menuju Pasar Internasional

Admin Alko | 07/12/2025


Transformasi kopi Kayu Aro dari kualitas lokal menuju standar nasional membuka pintu untuk sebuah fase yang lebih besar: memasuki panggung internasional. Setelah kualitas dan konsistensi mendapat pengakuan di dalam negeri, tantangan selanjutnya adalah memperluas reputasi ini ke pasar global—di mana standar lebih ketat, ekspektasi lebih tinggi, dan peluang lebih besar.

Namun, Kayu Aro tidak datang ke panggung internasional sebagai pemain baru. Selama bertahun-tahun, kopi dari kawasan Kerinci telah mencuri perhatian roaster boutique, buyer gourmet, dan komunitas specialty di berbagai negara. Yang berubah sekarang adalah pendekatan yang lebih sistematis, lebih terukur, dan jauh lebih strategis—berkat ekosistem yang dibangun oleh petani, prosesor muda, dan ALKO sebagai penggerak kualitas dan keberlanjutan.

Inilah kisah bagaimana reputasi global itu sedang dibangun, langkah demi 

Pasar internasional tidak hanya memperhatikan satu batch kopi atau satu kemenangan kontes. Mereka memperhatikan konsistensi: apakah kualitas dapat dipertahankan dari musim ke musim? Apakah standar proses pascapanen stabil? Apakah traceability dapat dibuktikan?

Keunggulan Kayu Aro dalam beberapa tahun terakhir terletak pada:

  • Keseragaman karakter rasa yang bersih dan kompleks
  • Stabilitas cupping score yang jarang turun drastis
  • Kedisiplinan prosesor lokal dalam mengontrol variabel teknis
  • Sistem kontrol mutu yang terus diperbaiki

Konsistensi inilah yang perlahan menguatkan kepercayaan pasar. Buyer luar negeri tidak lagi melihat Kayu Aro sebagai origin yang “menarik,” tetapi sebagai origin yang dapat diandalkan.


2. Kekuatan Kolaborasi: Petani, Prosesor, dan ALKO

Tidak ada reputasi global yang dibangun sendirian. Kayu Aro memahami hal ini dengan sangat baik. Keberhasilan daerah ini menembus pasar internasional merupakan hasil dari kolaborasi yang erat antara:

a. Petani sebagai fondasi kualitas

Mereka memastikan buah cherry dipanen pada tingkat kematangan optimal.
Tanpa buah yang baik, proses secanggih apa pun tidak akan menghasilkan kualitas tinggi.

b. Prosesor lokal sebagai mesin inovasi

Mereka menjadi penjaga rasa, memastikan setiap batch mengikuti protokol yang ketat.
Mereka juga menjadi penjelajah metode baru yang memperkaya karakter rasa Kayu Aro.

c. ALKO sebagai pengarah sistem dan kualitas

ALKO memastikan seluruh proses terhubung dalam ekosistem yang:

  • terpantau,
  • transparan,
  • terdokumentasi,
  • dan sesuai standar pasar premium.

Di sinilah kekuatan Kayu Aro muncul. Bukan dari satu individu, tetapi dari sistem yang bekerja bersama.


3. Traceability: Bahasa Baru Pasar Global

Saat ini, traceability adalah salah satu syarat utama perdagangan kopi internasional—apalagi pasar Eropa yang kini menerapkan regulasi EUDR. Kayu Aro bergerak cepat mengikuti perkembangan ini.

Melalui dukungan ALKO, ekosistem petani dan prosesor mulai mengadopsi sistem digitalisasi dan ketertelusuran yang mencakup:

  • peta kebun,
  • data petani,
  • proses pascapanen,
  • dokumentasi lot per batch,
  • catatan fermentasi dan pengeringan,
  • hingga catatan keberlanjutan lingkungan.

Dengan sistem seperti ini, buyer luar negeri dapat melihat jejak kopi dari pohon hingga ekspor.

Traceability bukan hanya dokumen—ia menjadi bukti bahwa Kayu Aro siap memasuki pasar premium internasional dengan standar yang ketat.


4. Diversifikasi Profil Rasa Sebagai Daya Saing Global

Salah satu kekuatan terbesar Kayu Aro adalah kemampuannya menghasilkan profil rasa yang berbeda berdasarkan ketinggian, pengolahan, dan mikroklimat.

Benny Fadillah pernah merangkum hal ini dengan sangat baik:
Kopi Kerinci memiliki karakter unik—clean, sweet, citrusy, dan memiliki keasaman yang elegan.

Tetapi di tangan para prosesor Kayu Aro, karakter itu kini berkembang:

  • Washed memberikan rasa yang bersih, floral, dan seimbang.
  • Honey menampilkan sweetness tinggi dengan body yang halus.
  • Natural memperkaya aroma buah tropis dan kompleksitas.
  • Extended fermentation memberi karakter kontemporer yang menarik minat roaster dunia.

Diversifikasi inilah yang menarik buyer internasional. Kayu Aro tidak menawarkan satu rasa—ia menawarkan spektrum rasa.


5. Branding Kawasan: Identitas yang Mulai Mendunia

Setiap origin besar di dunia memiliki identitas kuat:

  • Ethiopia dengan floral-nya
  • Colombia dengan balance-nya
  • Kenya dengan acidity terang-nya

Kayu Aro mulai membangun identitas itu sekarang. Bukan hanya lewat rasa, tetapi juga lewat:

  • cerita asal-usul,
  • proses pascapanen modern,
  • jejak keberlanjutan lingkungan TNKS,
  • komunitas muda yang kreatif,
  • serta branding kolektif yang disusun melalui ALKO.

Identitas ini penting karena pasar global tidak hanya membeli rasa—mereka membeli cerita.

Dan Kayu Aro memiliki cerita yang kuat:
kopi yang tumbuh di kaki gunung tertinggi di Sumatra, di tanah vulkanik yang kaya, melalui tangan-tangan muda yang ingin membawa kampungnya mendunia.


6. Penguatan Kapasitas untuk Menghadapi Standar Global

Untuk terus memasuki pasar internasional, Kayu Aro tidak hanya mengandalkan kualitas. Daerah ini juga menyiapkan kapasitas agar mampu memenuhi permintaan dan standar baru.

Beberapa langkah strategis sedang berjalan:

a. Pelatihan cupping dan proses lanjutan

Agar prosesor lokal memahami karakter yang diinginkan buyer premium.

b. Penyesuaian SOP ekspor dan kontrol mutu

Setiap lot harus memenuhi standar moisture, defect, density, dan keutuhan.

c. Digitalisasi proses

Traceability, inventaris, dan laporan lot menjadi bagian sistem.

d. Penguatan hubungan dengan jaringan buyer

Termasuk partisipasi dalam cupping, expo, dan event nasional maupun global.

Dengan pendekatan sistematik ini, Kayu Aro tidak hanya berkembang—ia bertransformasi menjadi salah satu origin yang paling siap di Indonesia.


7. Masa Depan Kayu Aro: Dari Nasioanl ke Global

Dengan kualitas yang diakui secara nasional dan sistem yang semakin solid, jalan menuju pasar internasional semakin terbuka. Kayu Aro bukan lagi “pendatang baru,” melainkan calon pusat kualitas kopi premium dari Sumatra.

Dalam beberapa tahun ke depan, Kayu Aro memiliki peluang besar untuk:

  • menembus pasar Eropa secara lebih luas,
  • memperdalam penetrasi ke Jepang dan Korea,
  • memasuki pasar roaster independen di Amerika,
  • serta menjadi rujukan kopi Sumatra yang paling konsisten.

Semua ini dimulai dari sebuah hal sederhana: komitmen menjaga kualitas.


Penutup: Reputasi yang Dibangun Bersama

Reputasi global bukanlah tujuan akhir—ia adalah perjalanan panjang yang membutuhkan kesabaran dan kerja kolektif. Kayu Aro kini melangkah dengan arah yang jelas, dipimpin oleh generasi muda, petani yang loyal, prosesor yang teliti, serta ekosistem ALKO yang berkomitmen pada kualitas dan keberlanjutan.

Di panggung internasional, Kayu Aro bukan hanya membawa kopi.
Ia membawa nilai, identitas, dan kebanggaan daerah.

Perjalanan ini baru dimulai.



Share this :
Share this :

Blog

Other News recommendations for you

Blog

Other News recommendations for you

Kunjungan Duta Besar Republik Islam Pakistan untuk Indonesia, H.E. Mr. Zahid Hafeez Chaudhri, ke Kerinci tidak hanya menjadi agenda penjajakan perdagangan kopi, tetapi juga mencerminkan semakin eratnya hubungan bilateral Indonesia dan Pakistan melalui diplomasi ekonomi berbasis daerah.Indonesia dan Pakistan merupakan dua negara sahabat yang telah menjalin hubungan diplomatik sejak tahun 1950. Selama lebih dari tujuh dekade, kedua negara terus memperkuat kerja sama di berbagai sektor, mulai dari perdagangan, investasi, pendidikan, pertanian, hingga pertukaran budaya. Dalam beberapa tahun terakhir, kedua pemerintah juga terus mendorong peningkatan nilai perdagangan sebagai bagian dari penguatan kemitraan ekonomi.Dalam kunjungannya ke ekosistem ALKO di Kerinci, Duta Besar Pakistan menilai model yang dikembangkan ALKO memiliki nilai strategis karena tidak hanya menghasilkan komoditas berkualitas, tetapi juga membangun sistem produksi yang berkelanjutan, transparan, dan mampu memberikan manfaat langsung kepada petani."Saya datang dengan tujuan melihat potensi perdagangan kopi. Namun setelah berada di ALKO, saya melihat sesuatu yang jauh lebih besar. Yang dibangun bukan sekadar bisnis kopi, tetapi sebuah ekosistem yang menghubungkan petani, koperasi, teknologi, keberlanjutan, dan akses pasar internasional. Model seperti ini sangat relevan dengan kebutuhan perdagangan global saat ini," ujar H.E. Mr. Zahid Hafeez Chaudhri.Ia menambahkan bahwa pendekatan tersebut membuka peluang kerja sama yang lebih luas antara Pakistan dan Indonesia."Kami tidak ingin membatasi kerja sama hanya pada kopi. Setelah melihat potensi yang dimiliki ALKO, kami melihat peluang besar untuk mengembangkan perdagangan berbagai komoditas unggulan Indonesia ke Pakistan. Ini merupakan kesempatan untuk memperkuat hubungan ekonomi kedua negara melalui sektor riil yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat," katanya.Menurut Duta Besar Pakistan, hubungan bilateral yang telah terjalin lama perlu terus diperkuat melalui kolaborasi konkret antara pelaku usaha kedua negara. Ia menilai kerja sama seperti yang dibangun ALKO dapat menjadi contoh bagaimana diplomasi ekonomi mampu diterjemahkan menjadi kemitraan bisnis yang berkelanjutan.Senada dengan itu, CEO PT ALKO Sumatra Kopi, Suryono, mengatakan bahwa kunjungan tersebut menjadi kehormatan sekaligus momentum penting untuk memperluas kerja sama perdagangan Indonesia–Pakistan."Kami percaya hubungan persahabatan antara Indonesia dan Pakistan yang telah terbangun selama puluhan tahun dapat diperkuat melalui kolaborasi bisnis yang saling menguntungkan. ALKO siap menjadi bagian dari upaya tersebut dengan menghadirkan komoditas yang berkualitas, memiliki sistem traceability, dan diproduksi melalui prinsip keberlanjutan," ujar Suryono.Menurutnya, kerja sama yang akan dituangkan dalam nota kesepahaman pada Rapat Anggota Tahunan Koperasi ALKO bukan hanya berorientasi pada peningkatan volume perdagangan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan ekonomi kedua negara melalui pengembangan perdagangan multi-komoditas, pembangunan hub distribusi di Pakistan, dan kemitraan jangka panjang yang memberikan manfaat bagi petani serta pelaku usaha di kedua negara.Dengan fondasi hubungan diplomatik yang telah berlangsung lebih dari 75 tahun, kunjungan Duta Besar Pakistan ke Kerinci diharapkan menjadi tonggak baru dalam memperkuat diplomasi ekonomi Indonesia–Pakistan, sekaligus membuka jalan bagi semakin banyak komoditas unggulan Indonesia untuk memasuki pasar Pakistan dan kawasan Asia Selatan.

Read More  

Admin Alko | 16/07/2026

Kerinci, Jambi — Industri kopi Indonesia memasuki babak baru transformasi berbasis teknologi. PT ALKO Sumatra Kopi bersama PT Biomass Indonesia Global (BIG) menyelesaikan penelitian komprehensif mengenai peningkatan kualitas proses pascapanen kopi melalui pengembangan teknologi Nano Bubble. Kolaborasi ini menjadi langkah strategis dalam membangun standar baru pengolahan kopi nasional yang lebih modern, berbasis sains, efisien, dan berkelanjutan.Hasil penelitian yang dituangkan dalam Comprehensive Quality Assessment & Improvement Report ALKO–BIG menunjukkan bahwa peningkatan mutu kopi tidak semata ditentukan oleh kualitas bahan baku maupun sumber air, tetapi sangat dipengaruhi oleh optimalisasi proses pencucian (washing process). Temuan tersebut membuka peluang lahirnya standar operasional baru bagi industri kopi Indonesia yang dapat diterapkan secara luas oleh koperasi, eksportir, maupun pelaku usaha kopi.Direktur PT ALKO Sumatra Kopi mengatakan kolaborasi dengan Biomass Indonesia Global merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk mengembangkan sistem science-based coffee processing, yaitu sistem pengolahan kopi yang seluruh prosesnya didukung oleh penelitian ilmiah, pengukuran laboratorium, serta inovasi teknologi."Selama ini industri kopi lebih banyak berbicara mengenai varietas, budidaya, atau cita rasa. Padahal kualitas akhir produk juga sangat ditentukan oleh proses pascapanen. Bersama Biomass Indonesia Global, kami ingin membangun standar baru pengolahan kopi Indonesia yang berbasis riset, terukur, dan dapat direplikasi oleh industri maupun koperasi di seluruh Indonesia," ujar Direktur PT ALKO Sumatra Kopi.Menurutnya, kolaborasi ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas produk ALKO, tetapi juga menjadi kontribusi terhadap pengembangan teknologi pascapanen kopi nasional yang mampu menjawab tantangan perdagangan global.Menjawab Tantangan Industri Kopi ModernPenelitian dilakukan sebagai respons terhadap semakin ketatnya standar mutu kopi di pasar internasional, termasuk meningkatnya perhatian terhadap keamanan pangan, keberlanjutan, serta transparansi rantai pasok. Salah satu regulasi yang menjadi perhatian adalah Japan's Positive List, yang mengatur batas maksimum residu pestisida pada produk pangan impor.Namun, ALKO dan BIG memandang tantangan tersebut bukan sekadar persoalan memenuhi regulasi ekspor, melainkan momentum untuk memperbaiki sistem pengolahan kopi Indonesia melalui pendekatan ilmiah.Selama beberapa pekan, tim peneliti melakukan observasi menyeluruh terhadap kualitas sumber air, karakteristik proses pencucian, fermentasi, hingga berbagai parameter fisika dan kimia yang memengaruhi mutu kopi. Penelitian dilakukan di fasilitas pengolahan ALKO bersama jaringan petani dan koperasi mitranya.Kualitas Air Bukan Faktor PenentuSalah satu hasil penting dari penelitian tersebut adalah ditemukannya fakta bahwa kualitas sumber air yang digunakan ALKO secara umum telah memenuhi karakteristik fisikokimia yang baik untuk proses pengolahan kopi.Variasi kualitas air yang ditemukan lebih banyak dipengaruhi oleh kondisi hidrogeologi alami setiap wilayah dan tidak menjadi faktor utama yang menyebabkan residu yang menjadi perhatian pasar internasional.Temuan ini mengubah paradigma yang selama ini berkembang di kalangan pelaku industri. Jika sebelumnya banyak pihak beranggapan bahwa penggantian sumber air merupakan solusi utama peningkatan mutu, penelitian ALKO–BIG justru menunjukkan bahwa optimalisasi proses pencucian jauh lebih menentukan kualitas akhir kopi.Dengan demikian, investasi pada teknologi proses dinilai memberikan dampak yang lebih besar dibandingkan sekadar mengganti sumber air produksi.Double Washing Semakin DisempurnakanSebagai bagian dari penelitian, tim juga mengevaluasi sistem double washing yang selama ini telah diterapkan ALKO.Hasil evaluasi menunjukkan metode tersebut sudah cukup efektif dalam membersihkan lapisan yang menempel pada permukaan biji kopi. Namun, efektivitasnya masih dapat ditingkatkan melalui pengaturan rasio air, durasi pencucian, intensitas pengadukan, hingga pengelolaan kandungan oksigen terlarut dalam air.Pada pengujian proses semi-washed, misalnya, penambahan pengadukan mampu meningkatkan pelepasan padatan terlarut hampir dua kali lipat dibandingkan proses pencucian tanpa pengadukan. Kondisi tersebut mempercepat penurunan pH sehingga pelepasan residu berlangsung lebih efisien.Sebaliknya, penelitian juga menemukan bahwa proses pencucian yang berlangsung terlalu lama tanpa pergantian air justru dapat memicu fermentasi anaerob yang berpotensi menurunkan kualitas kopi akibat terbentuknya senyawa organik yang tidak diinginkan.Nano Bubble Menjadi Terobosan BaruBagian paling inovatif dari kolaborasi ALKO dan Biomass Indonesia Global adalah pengembangan teknologi Nano Bubble dalam proses pencucian kopi.Teknologi ini bekerja dengan menghasilkan gelembung udara berukuran nano yang mampu meningkatkan kadar oksigen terlarut (Dissolved Oxygen) di dalam air. Kandungan oksigen yang lebih tinggi terbukti mempercepat perpindahan residu dari permukaan biji kopi ke dalam media pencucian.Dalam serangkaian uji lapangan, perubahan parameter seperti Dissolved Oxygen (DO), Total Dissolved Solids (TDS), Electrical Conductivity (EC), temperatur, serta pH menunjukkan bahwa proses pencucian menjadi lebih cepat, lebih stabil, dan lebih efisien dibandingkan metode konvensional.Tim peneliti juga menemukan kombinasi paling optimal antara sistem double washing, rasio air 4:5, pengadukan aktif, dan aerasi sekitar 1,5 liter per menit. Formula tersebut menghasilkan waktu pencucian ideal sekitar 10–15 menit pada setiap tahap pencucian.Selain meningkatkan efisiensi proses, teknologi Nano Bubble juga menghasilkan limbah air dengan tingkat keasaman yang lebih rendah sehingga lebih ramah terhadap lingkungan.Menuju Standar Baru Industri KopiMeski menunjukkan hasil yang menjanjikan, ALKO dan BIG menegaskan bahwa penelitian ini masih merupakan baseline study. Oleh karena itu, hasil awal tersebut akan dilanjutkan melalui pengujian laboratorium untuk memverifikasi efektivitas teknologi terhadap penurunan residu pestisida seperti 2,4-D dan Isoprocarb.Sebagai tindak lanjut, Biomass Indonesia Global merekomendasikan pelaksanaan pilot project Nano Bubble di fasilitas utama ALKO. Proyek ini akan menjadi tahap validasi sebelum teknologi diterapkan secara lebih luas pada jaringan pengolahan kopi ALKO maupun koperasi-koperasi mitra di berbagai daerah.Selain itu, BIG juga merekomendasikan standardisasi parameter operasional seperti rasio air, waktu pencucian, frekuensi pengadukan, dan jadwal pergantian air agar proses pascapanen menghasilkan kualitas yang konsisten.Menurut Biomass Indonesia Global, pendekatan bertahap berbasis data ini akan memberikan dasar ilmiah yang kuat bagi setiap keputusan investasi teknologi di sektor kopi.Membangun Industri Kopi Berbasis Riset dan TeknologiKolaborasi antara ALKO dan Biomass Indonesia Global menunjukkan bahwa masa depan industri kopi Indonesia tidak lagi hanya ditentukan oleh luas lahan atau volume produksi, tetapi juga oleh kemampuan pelaku usaha dalam mengembangkan inovasi teknologi.Melalui pendekatan berbasis riset, teknologi Nano Bubble diproyeksikan tidak hanya meningkatkan efisiensi proses pascapanen, tetapi juga memperkuat konsistensi mutu, mendukung keberlanjutan lingkungan, serta meningkatkan nilai tambah kopi Indonesia di pasar premium dunia.Ke depan, ALKO berencana mengintegrasikan hasil penelitian ini dengan sistem traceability berbasis blockchain QThink-X, sehingga seluruh proses pascapanen dapat terdokumentasi secara digital dan transparan, mulai dari kebun petani hingga produk diterima oleh pembeli.Sinergi antara ALKO dan Biomass Indonesia Global ini diharapkan menjadi model kolaborasi antara pelaku usaha dan perusahaan berbasis teknologi dalam membangun ekosistem kopi nasional yang lebih modern. Dengan menggabungkan inovasi, penelitian, digitalisasi, dan keberlanjutan, kedua perusahaan optimistis Indonesia tidak hanya dikenal sebagai salah satu produsen kopi terbesar dunia, tetapi juga sebagai pelopor teknologi pascapanen kopi tropis yang mampu menjadi referensi bagi industri kopi global.

Read More  

Admin Alko | 06/07/2026

Bisnis | Ekspor KopiSEOUL — PT ALKO Sumatra Kopi terus memperluas penetrasi pasar ekspor dengan mengikuti Korea Import Expo (KIE) 2026, ajang perdagangan internasional yang mempertemukan eksportir global dengan importir, distributor, retailer, dan buyer potensial dari Korea Selatan. Keikutsertaan ALKO dalam pameran tersebut difasilitasi oleh program BNI Xpora, sebagai bagian dari upaya memperkuat akses produk Indonesia ke pasar internasional.Direktur PT ALKO Sumatra Kopi, Suryono, mengatakan pasar Korea Selatan menjadi salah satu target strategis perusahaan seiring meningkatnya konsumsi kopi specialty dan kebutuhan bahan baku berkualitas tinggi di negara tersebut.“Pasar Korea memiliki karakteristik yang sangat menarik. Konsumen semakin menghargai kualitas, asal-usul produk, serta aspek keberlanjutan. Ini sejalan dengan model bisnis yang kami bangun bersama petani dan koperasi,” ujarnya.Partisipasi ALKO dalam Korea Import Expo difokuskan pada agenda business matching dengan sejumlah calon importir, perusahaan roasting, distributor minuman, jaringan kafe, hingga pelaku industri makanan dan minuman Korea Selatan.Menurut data industri kopi Korea, negara tersebut menjadi salah satu pasar kopi terbesar di Asia dengan pertumbuhan konsumsi yang terus meningkat dalam satu dekade terakhir. Tingginya permintaan terhadap specialty coffee membuka peluang bagi eksportir Indonesia untuk memperkuat pangsa pasar di kawasan Asia Timur.Tawarkan Kopi Specialty dan Sistem TraceabilityDalam pameran tersebut, ALKO membawa berbagai produk kopi specialty Indonesia yang berasal dari jaringan petani dan koperasi mitra di sejumlah daerah penghasil kopi unggulan seperti Kerinci, Gayo, Flores, Mandailing, dan Toraja.Selain produk kopi, perusahaan juga memperkenalkan sistem traceability digital berbasis QThink-X yang memungkinkan pembeli menelusuri asal-usul produk mulai dari tingkat petani hingga proses ekspor.Penerapan teknologi tersebut dinilai semakin relevan di tengah meningkatnya tuntutan pasar global terhadap transparansi rantai pasok dan kepatuhan terhadap standar keberlanjutan.“Pasar internasional saat ini tidak hanya membeli kopi. Mereka juga ingin mengetahui siapa petaninya, bagaimana proses produksinya, dan bagaimana dampaknya terhadap lingkungan. Karena itu kami membangun sistem keterlacakan yang dapat menjawab kebutuhan tersebut,” ujarnya.BNI Xpora Dorong Ekspansi UMKM dan EksportirKeikutsertaan ALKO dalam Korea Import Expo juga menunjukkan peran BNI Xpora dalam mendukung pelaku usaha nasional memasuki pasar global. "Melalui program BNI Xpora ini diharapkan UMKM dan eksportir Indonesia mendapatkan akses terhadap jaringan buyer internasional, informasi pasar, dan dapat di jadikan sebagai fasilitasi promosi..", Ujar Edi Pramono selaku Kepala Cabang BNI Seoul Branch.Bagi ALKO, dukungan tersebut menjadi peluang untuk mempercepat perluasan pasar sekaligus memperkenalkan model bisnis kopi berbasis koperasi yang selama ini dikembangkan di Kerinci, Jambi.Perusahaan berharap agenda business matching selama pameran dapat menghasilkan kontrak dagang baru dan memperluas kerja sama dengan pelaku industri kopi Korea Selatan.Melalui partisipasi dalam Korea Import Expo 2026, ALKO berharap dapat memperkuat posisi kopi Indonesia di pasar Asia Timur sekaligus memperluas kontribusi petani dalam rantai pasok global.“Target kami bukan hanya meningkatkan volume ekspor, tetapi membangun posisi kopi Indonesia sebagai produk premium yang memiliki identitas, kualitas, dan sistem keberlanjutan yang diakui dunia,” kata Suryono.

Read More  

Admin Alko | 23/06/2026

Segera hubungi kami untuk kerjasama!

Get Started

Lokasi

Kantor:

Jl. Batang Sangir, no.15, rt.04, Batang Sangir, Kayu Aro, Kerinci, Jambi 37163

Gudang:

Jl Raya Sungai Sikai, No 15 RT 04 desa Sungai Sikai, kec. Gunung Tujuh, Kab. Kerinci, Jambi 37063

Lokasi

Kantor:

Jl. Batang Sangir, no.15, rt.04, Batang Sangir, Kayu Aro, Kerinci, Jambi 37163

Gudang:

Jl Raya Sungai Sikai, No 15 RT 04 desa Sungai Sikai, kec. Gunung Tujuh, Kab. Kerinci, Jambi 37063

© 2021 ALKO - All Rights Reserved.