KOPERASI KOPI ALAM KERINCI EKSPOR KULIT MANIS KE JEPANG MENGGUNAKAN SISTEM TRACEABILITY BLOCKCHAIN

Admin Alko | 19/10/2025


Kerinci, Jambi – Oktober 2025.
Langkah bersejarah kembali tercipta di dataran tinggi Kerinci. Koperasi Produsen Petani Alam Korintji (ALKO), yang selama ini dikenal sebagai pelopor ekspor kopi dan rempah berkelanjutan dari Sumatra, secara resmi melepas ekspor kulit manis (cinnamon) dalam bentuk Stik dan Bubuk ke Kobe, Jepang.
Yang membedakan ekspor kali ini dari pengiriman sebelumnya adalah penerapan teknologi traceability berbasis blockchain, bekerja sama dengan platform QThink-X, yang menjamin transparansi dan keaslian setiap produk hingga ke sumber kebun petani.

Pengiriman ini menjadi tonggak penting bagi petani dan pelaku koperasi di Kerinci karena menandai era baru ekspor rempah Indonesia yang lebih transparan, modern, dan berkelanjutan.


Kerinci: Dataran Tinggi Penghasil Rempah Dunia

Daerah Kerinci di Provinsi Jambi sudah dikenal selama berabad-abad sebagai penghasil kayu manis terbaik di dunia. Berada di kaki Gunung Kerinci yang menjulang setinggi 3.805 meter di atas permukaan laut, tanah Kerinci merupakan jenis andisol vulkanik yang sangat subur. Kondisi tanah dan iklim inilah yang menjadikan wilayah ini sangat ideal untuk pertanian rempah seperti kayu manis, cengkih, Teh dan kopi.

Petani di Kerinci telah lama menerapkan sistem agroforestri alami sebagai Kearifan Lokal, di mana kayu manis tumbuh berdampingan dengan tanaman pangan dan kopi di bawah naungan pepohonan hutan. Pola ini bukan hanya menjaga keberlanjutan ekosistem, tetapi juga menjamin hasil bumi yang kaya aroma dan rasa alami.
Kayu manis Kerinci memiliki karakteristik khas — kulitnya tebal, aromanya kuat, dan rasanya manis lembut — yang menjadikannya favorit di pasar dunia, khususnya di Jepang, Eropa, dan Amerika Serikat.



Dari Petani untuk Dunia: ALKO dan Jejak Ekspor Berkelanjutan

Sebagai koperasi yang menghimpun ratusan petani kopi dan rempah, Koperasi Alam Korintji terus memperkuat peran petani dalam rantai nilai global. Dalam beberapa tahun terakhir, Koperasi ALKO tidak hanya dikenal sebagai eksportir kopi specialty dari Kerinci, tetapi juga sebagai pelopor sistem perdagangan yang adil (fair trade) dan transparan.

Ekspor kayu manis ke Jepang kali ini menjadi bukti nyata bagaimana Koperasi ALKO bertransformasi menjadi pusat produksi rempah berstandar ekspor. Melalui kolaborasi dengan  PT. Krinci Agro Cinnamon dan mitra Kelompok Usaha Petani ICN Kerinci (Indonesian Coffee Nature), untuk memastikan setiap tahap produksi – mulai dari panen, pengeringan, hingga pengepakan – memenuhi standar internasional.

"Kami ingin menunjukkan bahwa petani Kerinci mampu menghasilkan produk berkualitas dunia dengan cara yang berkelanjutan dan transparan," ujar salah satu pengurus Koperasi. "Dengan bantuan teknologi blockchain, setiap produk kami bisa ditelusuri hingga ke petaninya."


Blockchain Traceability: Transparansi dari Kebun ke Konsumen

Salah satu inovasi terbesar dalam ekspor kali ini adalah penerapan QThink-X Traceability Apps, sebuah sistem berbasis blockchain yang memungkinkan setiap produk memiliki jejak digital yang tidak dapat diubah.

Melalui aplikasi ini, setiap batch kayu manis diberi kode QR unik. Ketika kode tersebut dipindai, pembeli atau konsumen di Jepang dapat melihat seluruh informasi rantai pasok — mulai dari:

  • Nama dan lokasi petani penghasil,
  • Koordinat kebun dan tanggal panen,
  • Proses pengeringan dan penyortiran,
  • Hingga tanggal dan pelabuhan ekspor.

Data tersebut tersimpan permanen di jaringan blockchain, menjamin transparansi, keaslian, dan keamanan data.
Sistem ini juga membantu pembeli internasional memastikan bahwa produk berasal dari lahan non-deforestasi dan diproduksi dengan memperhatikan aspek sosial dan lingkungan.

Menurut  koordinator lapangan koperasi ALKO untuk proyek traceability, “Dengan sistem ini, kami tidak hanya menjual produk, tetapi juga kepercayaan. Pembeli di luar negeri bisa melihat langsung siapa petani di balik setiap batang kayu manis yang mereka nikmati.”


Jejak Keberlanjutan: Preserves Nature and Empowers People

ALKO dikenal memiliki slogan “Preserves Nature and Empowers People” — menjaga alam dan memberdayakan manusia. Prinsip ini diwujudkan dalam setiap kegiatan produksi dan ekspor.
Setiap kilogram kayu manis yang diekspor adalah hasil dari kerja keras petani yang menjaga kelestarian lingkungan, menanam kembali pohon baru setelah panen, dan mempraktikkan pertanian tanpa merusak hutan.

Dalam proses pengolahan ini menggunakan metode alami: pengeringan dilakukan dengan sinar matahari, tanpa bahan kimia tambahan, untuk mempertahankan aroma dan warna alami kayu manis.
Di sisi lain, koperasi juga membuat ruang pelatihan rutin kepada petani melalui ALKO Academy, mencakup manajemen kebun, sertifikasi organik, dan penggunaan aplikasi digital untuk pencatatan hasil panen.

Dengan dukungan mitra seperti Pembeli Jepang, program ini tidak hanya memperkuat ekonomi petani, tetapi juga mendorong Kerinci menjadi sentra rempah berkelanjutan yang diakui dunia.


Kolaborasi dan Dampak Sosial

Proyek ekspor ini melibatkan banyak pihak:

  • Petani, koperasi ALKO di berbagai desa seperti Gunung Tujuh, Lempur, Siulak dan Kayu Aro;
  • Tim teknis dari QThink-X yang membangun sistem blockchain traceability;
  • Mitra buyer di Jepang yang menjalin kontrak jangka panjang untuk pasokan berkelanjutan; serta
  • ALKO Academy dan tim sosial koperasi yang mengelola pelatihan, sertifikasi, dan kegiatan pemberdayaan masyarakat.

Dampak sosial dari program ini diharapkan dapat meningkatkan Pendapatan petani karena mereka kini dapat menembus pasar ekspor dengan harga yang lebih adil. Selain itu, sistem traceability memastikan fair recognition bagi setiap petani — nama mereka tercatat dan diakui secara global.

Sebagian keuntungan dari ekspor juga dikembalikan kepada masyarakat melalui program Petani Peduli Kerinci Bersih, yaitu kegiatan bersih gunung tukar 1kg sampah gunung dengan 1pcs kopi, penghijauan, dan edukasi lingkungan yang rutin dilakukan bersama sekolah dan komunitas lokal dan di suport oleh mitra pembeli dan Lembaga dari Jepang.


Menuju Masa Depan Rempah Digital Indonesia

Langkah Koperasi ALKO mengekspor kulit manis dengan sistem traceability digital ini menjadi contoh nyata transformasi digital pertanian Indonesia.
Sistem serupa ke depan akan diterapkan pula untuk produk kopi, cengkih, Teh dan pala dari Kerinci, sehingga seluruh komoditas dapat terhubung dalam satu ekosistem digital berstandar global.

Dengan dukungan platform QThink-X, ALKO berkomitmen mendukung regulasi internasional seperti EUDR (European Union Deforestation Regulation) dan kebijakan ketelusuran produk pangan global.
Hal ini akan memastikan bahwa rempah Indonesia tidak hanya dikenal karena kualitasnya, tetapi juga karena integritas dan tanggung jawab sosialnya.


Kampanye Global: Dari Kerinci untuk Dunia

Ekspor ini bukan akhir, tetapi awal dari gerakan besar. Melalui kampanye global bertajuk “Anything from Kerinci is an Export Quality Product”, ALKO ingin mengajak seluruh pihak — pemerintah, koperasi, dan masyarakat — untuk bersama-sama mempromosikan produk pertanian Kerinci ke dunia.

"Kami ingin setiap produk yang keluar dari Kerinci — baik kopi, kayu manis, maupun hasil bumi lainnya — diakui sebagai produk berkualitas ekspor yang membawa nama baik Indonesia dan ini sebagai satu branding produk Kerinci" ujar perwakilan ALKO.

Dengan semangat kolaborasi dan inovasi teknologi, Kerinci kembali menegaskan posisinya sebagai “Land of Spices and Sustainability” — tanah rempah yang menjaga harmoni antara manusia dan alam.


Tentang Koperasi ALKO

Koperasi Produsen Petani Alam Korintji (ALKO) adalah koperasi berbasis petani di Kabupaten Kerinci, Jambi, yang berfokus pada pengembangan produk kopi dan rempah berkelanjutan. ALKO aktif mengekspor kopi specialty dan kayu manis ke berbagai negara, menerapkan prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance) serta sistem blockchain traceability untuk menjamin transparansi rantai pasok.


Kontak Media:
ALKO Sumatra Kopi
📞 +62 813 1234 5003
🌐 www.alko.id
📍 Kerinci, Jambi, Indonesia



Share this :
Share this :

Blog

Other News recommendations for you

Blog

Other News recommendations for you

Kunjungan Duta Besar Republik Islam Pakistan untuk Indonesia, H.E. Mr. Zahid Hafeez Chaudhri, ke Kerinci tidak hanya menjadi agenda penjajakan perdagangan kopi, tetapi juga mencerminkan semakin eratnya hubungan bilateral Indonesia dan Pakistan melalui diplomasi ekonomi berbasis daerah.Indonesia dan Pakistan merupakan dua negara sahabat yang telah menjalin hubungan diplomatik sejak tahun 1950. Selama lebih dari tujuh dekade, kedua negara terus memperkuat kerja sama di berbagai sektor, mulai dari perdagangan, investasi, pendidikan, pertanian, hingga pertukaran budaya. Dalam beberapa tahun terakhir, kedua pemerintah juga terus mendorong peningkatan nilai perdagangan sebagai bagian dari penguatan kemitraan ekonomi.Dalam kunjungannya ke ekosistem ALKO di Kerinci, Duta Besar Pakistan menilai model yang dikembangkan ALKO memiliki nilai strategis karena tidak hanya menghasilkan komoditas berkualitas, tetapi juga membangun sistem produksi yang berkelanjutan, transparan, dan mampu memberikan manfaat langsung kepada petani."Saya datang dengan tujuan melihat potensi perdagangan kopi. Namun setelah berada di ALKO, saya melihat sesuatu yang jauh lebih besar. Yang dibangun bukan sekadar bisnis kopi, tetapi sebuah ekosistem yang menghubungkan petani, koperasi, teknologi, keberlanjutan, dan akses pasar internasional. Model seperti ini sangat relevan dengan kebutuhan perdagangan global saat ini," ujar H.E. Mr. Zahid Hafeez Chaudhri.Ia menambahkan bahwa pendekatan tersebut membuka peluang kerja sama yang lebih luas antara Pakistan dan Indonesia."Kami tidak ingin membatasi kerja sama hanya pada kopi. Setelah melihat potensi yang dimiliki ALKO, kami melihat peluang besar untuk mengembangkan perdagangan berbagai komoditas unggulan Indonesia ke Pakistan. Ini merupakan kesempatan untuk memperkuat hubungan ekonomi kedua negara melalui sektor riil yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat," katanya.Menurut Duta Besar Pakistan, hubungan bilateral yang telah terjalin lama perlu terus diperkuat melalui kolaborasi konkret antara pelaku usaha kedua negara. Ia menilai kerja sama seperti yang dibangun ALKO dapat menjadi contoh bagaimana diplomasi ekonomi mampu diterjemahkan menjadi kemitraan bisnis yang berkelanjutan.Senada dengan itu, CEO PT ALKO Sumatra Kopi, Suryono, mengatakan bahwa kunjungan tersebut menjadi kehormatan sekaligus momentum penting untuk memperluas kerja sama perdagangan Indonesia–Pakistan."Kami percaya hubungan persahabatan antara Indonesia dan Pakistan yang telah terbangun selama puluhan tahun dapat diperkuat melalui kolaborasi bisnis yang saling menguntungkan. ALKO siap menjadi bagian dari upaya tersebut dengan menghadirkan komoditas yang berkualitas, memiliki sistem traceability, dan diproduksi melalui prinsip keberlanjutan," ujar Suryono.Menurutnya, kerja sama yang akan dituangkan dalam nota kesepahaman pada Rapat Anggota Tahunan Koperasi ALKO bukan hanya berorientasi pada peningkatan volume perdagangan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan ekonomi kedua negara melalui pengembangan perdagangan multi-komoditas, pembangunan hub distribusi di Pakistan, dan kemitraan jangka panjang yang memberikan manfaat bagi petani serta pelaku usaha di kedua negara.Dengan fondasi hubungan diplomatik yang telah berlangsung lebih dari 75 tahun, kunjungan Duta Besar Pakistan ke Kerinci diharapkan menjadi tonggak baru dalam memperkuat diplomasi ekonomi Indonesia–Pakistan, sekaligus membuka jalan bagi semakin banyak komoditas unggulan Indonesia untuk memasuki pasar Pakistan dan kawasan Asia Selatan.

Read More  

Admin Alko | 16/07/2026

Kerinci, Jambi — Industri kopi Indonesia memasuki babak baru transformasi berbasis teknologi. PT ALKO Sumatra Kopi bersama PT Biomass Indonesia Global (BIG) menyelesaikan penelitian komprehensif mengenai peningkatan kualitas proses pascapanen kopi melalui pengembangan teknologi Nano Bubble. Kolaborasi ini menjadi langkah strategis dalam membangun standar baru pengolahan kopi nasional yang lebih modern, berbasis sains, efisien, dan berkelanjutan.Hasil penelitian yang dituangkan dalam Comprehensive Quality Assessment & Improvement Report ALKO–BIG menunjukkan bahwa peningkatan mutu kopi tidak semata ditentukan oleh kualitas bahan baku maupun sumber air, tetapi sangat dipengaruhi oleh optimalisasi proses pencucian (washing process). Temuan tersebut membuka peluang lahirnya standar operasional baru bagi industri kopi Indonesia yang dapat diterapkan secara luas oleh koperasi, eksportir, maupun pelaku usaha kopi.Direktur PT ALKO Sumatra Kopi mengatakan kolaborasi dengan Biomass Indonesia Global merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk mengembangkan sistem science-based coffee processing, yaitu sistem pengolahan kopi yang seluruh prosesnya didukung oleh penelitian ilmiah, pengukuran laboratorium, serta inovasi teknologi."Selama ini industri kopi lebih banyak berbicara mengenai varietas, budidaya, atau cita rasa. Padahal kualitas akhir produk juga sangat ditentukan oleh proses pascapanen. Bersama Biomass Indonesia Global, kami ingin membangun standar baru pengolahan kopi Indonesia yang berbasis riset, terukur, dan dapat direplikasi oleh industri maupun koperasi di seluruh Indonesia," ujar Direktur PT ALKO Sumatra Kopi.Menurutnya, kolaborasi ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas produk ALKO, tetapi juga menjadi kontribusi terhadap pengembangan teknologi pascapanen kopi nasional yang mampu menjawab tantangan perdagangan global.Menjawab Tantangan Industri Kopi ModernPenelitian dilakukan sebagai respons terhadap semakin ketatnya standar mutu kopi di pasar internasional, termasuk meningkatnya perhatian terhadap keamanan pangan, keberlanjutan, serta transparansi rantai pasok. Salah satu regulasi yang menjadi perhatian adalah Japan's Positive List, yang mengatur batas maksimum residu pestisida pada produk pangan impor.Namun, ALKO dan BIG memandang tantangan tersebut bukan sekadar persoalan memenuhi regulasi ekspor, melainkan momentum untuk memperbaiki sistem pengolahan kopi Indonesia melalui pendekatan ilmiah.Selama beberapa pekan, tim peneliti melakukan observasi menyeluruh terhadap kualitas sumber air, karakteristik proses pencucian, fermentasi, hingga berbagai parameter fisika dan kimia yang memengaruhi mutu kopi. Penelitian dilakukan di fasilitas pengolahan ALKO bersama jaringan petani dan koperasi mitranya.Kualitas Air Bukan Faktor PenentuSalah satu hasil penting dari penelitian tersebut adalah ditemukannya fakta bahwa kualitas sumber air yang digunakan ALKO secara umum telah memenuhi karakteristik fisikokimia yang baik untuk proses pengolahan kopi.Variasi kualitas air yang ditemukan lebih banyak dipengaruhi oleh kondisi hidrogeologi alami setiap wilayah dan tidak menjadi faktor utama yang menyebabkan residu yang menjadi perhatian pasar internasional.Temuan ini mengubah paradigma yang selama ini berkembang di kalangan pelaku industri. Jika sebelumnya banyak pihak beranggapan bahwa penggantian sumber air merupakan solusi utama peningkatan mutu, penelitian ALKO–BIG justru menunjukkan bahwa optimalisasi proses pencucian jauh lebih menentukan kualitas akhir kopi.Dengan demikian, investasi pada teknologi proses dinilai memberikan dampak yang lebih besar dibandingkan sekadar mengganti sumber air produksi.Double Washing Semakin DisempurnakanSebagai bagian dari penelitian, tim juga mengevaluasi sistem double washing yang selama ini telah diterapkan ALKO.Hasil evaluasi menunjukkan metode tersebut sudah cukup efektif dalam membersihkan lapisan yang menempel pada permukaan biji kopi. Namun, efektivitasnya masih dapat ditingkatkan melalui pengaturan rasio air, durasi pencucian, intensitas pengadukan, hingga pengelolaan kandungan oksigen terlarut dalam air.Pada pengujian proses semi-washed, misalnya, penambahan pengadukan mampu meningkatkan pelepasan padatan terlarut hampir dua kali lipat dibandingkan proses pencucian tanpa pengadukan. Kondisi tersebut mempercepat penurunan pH sehingga pelepasan residu berlangsung lebih efisien.Sebaliknya, penelitian juga menemukan bahwa proses pencucian yang berlangsung terlalu lama tanpa pergantian air justru dapat memicu fermentasi anaerob yang berpotensi menurunkan kualitas kopi akibat terbentuknya senyawa organik yang tidak diinginkan.Nano Bubble Menjadi Terobosan BaruBagian paling inovatif dari kolaborasi ALKO dan Biomass Indonesia Global adalah pengembangan teknologi Nano Bubble dalam proses pencucian kopi.Teknologi ini bekerja dengan menghasilkan gelembung udara berukuran nano yang mampu meningkatkan kadar oksigen terlarut (Dissolved Oxygen) di dalam air. Kandungan oksigen yang lebih tinggi terbukti mempercepat perpindahan residu dari permukaan biji kopi ke dalam media pencucian.Dalam serangkaian uji lapangan, perubahan parameter seperti Dissolved Oxygen (DO), Total Dissolved Solids (TDS), Electrical Conductivity (EC), temperatur, serta pH menunjukkan bahwa proses pencucian menjadi lebih cepat, lebih stabil, dan lebih efisien dibandingkan metode konvensional.Tim peneliti juga menemukan kombinasi paling optimal antara sistem double washing, rasio air 4:5, pengadukan aktif, dan aerasi sekitar 1,5 liter per menit. Formula tersebut menghasilkan waktu pencucian ideal sekitar 10–15 menit pada setiap tahap pencucian.Selain meningkatkan efisiensi proses, teknologi Nano Bubble juga menghasilkan limbah air dengan tingkat keasaman yang lebih rendah sehingga lebih ramah terhadap lingkungan.Menuju Standar Baru Industri KopiMeski menunjukkan hasil yang menjanjikan, ALKO dan BIG menegaskan bahwa penelitian ini masih merupakan baseline study. Oleh karena itu, hasil awal tersebut akan dilanjutkan melalui pengujian laboratorium untuk memverifikasi efektivitas teknologi terhadap penurunan residu pestisida seperti 2,4-D dan Isoprocarb.Sebagai tindak lanjut, Biomass Indonesia Global merekomendasikan pelaksanaan pilot project Nano Bubble di fasilitas utama ALKO. Proyek ini akan menjadi tahap validasi sebelum teknologi diterapkan secara lebih luas pada jaringan pengolahan kopi ALKO maupun koperasi-koperasi mitra di berbagai daerah.Selain itu, BIG juga merekomendasikan standardisasi parameter operasional seperti rasio air, waktu pencucian, frekuensi pengadukan, dan jadwal pergantian air agar proses pascapanen menghasilkan kualitas yang konsisten.Menurut Biomass Indonesia Global, pendekatan bertahap berbasis data ini akan memberikan dasar ilmiah yang kuat bagi setiap keputusan investasi teknologi di sektor kopi.Membangun Industri Kopi Berbasis Riset dan TeknologiKolaborasi antara ALKO dan Biomass Indonesia Global menunjukkan bahwa masa depan industri kopi Indonesia tidak lagi hanya ditentukan oleh luas lahan atau volume produksi, tetapi juga oleh kemampuan pelaku usaha dalam mengembangkan inovasi teknologi.Melalui pendekatan berbasis riset, teknologi Nano Bubble diproyeksikan tidak hanya meningkatkan efisiensi proses pascapanen, tetapi juga memperkuat konsistensi mutu, mendukung keberlanjutan lingkungan, serta meningkatkan nilai tambah kopi Indonesia di pasar premium dunia.Ke depan, ALKO berencana mengintegrasikan hasil penelitian ini dengan sistem traceability berbasis blockchain QThink-X, sehingga seluruh proses pascapanen dapat terdokumentasi secara digital dan transparan, mulai dari kebun petani hingga produk diterima oleh pembeli.Sinergi antara ALKO dan Biomass Indonesia Global ini diharapkan menjadi model kolaborasi antara pelaku usaha dan perusahaan berbasis teknologi dalam membangun ekosistem kopi nasional yang lebih modern. Dengan menggabungkan inovasi, penelitian, digitalisasi, dan keberlanjutan, kedua perusahaan optimistis Indonesia tidak hanya dikenal sebagai salah satu produsen kopi terbesar dunia, tetapi juga sebagai pelopor teknologi pascapanen kopi tropis yang mampu menjadi referensi bagi industri kopi global.

Read More  

Admin Alko | 06/07/2026

Bisnis | Ekspor KopiSEOUL — PT ALKO Sumatra Kopi terus memperluas penetrasi pasar ekspor dengan mengikuti Korea Import Expo (KIE) 2026, ajang perdagangan internasional yang mempertemukan eksportir global dengan importir, distributor, retailer, dan buyer potensial dari Korea Selatan. Keikutsertaan ALKO dalam pameran tersebut difasilitasi oleh program BNI Xpora, sebagai bagian dari upaya memperkuat akses produk Indonesia ke pasar internasional.Direktur PT ALKO Sumatra Kopi, Suryono, mengatakan pasar Korea Selatan menjadi salah satu target strategis perusahaan seiring meningkatnya konsumsi kopi specialty dan kebutuhan bahan baku berkualitas tinggi di negara tersebut.“Pasar Korea memiliki karakteristik yang sangat menarik. Konsumen semakin menghargai kualitas, asal-usul produk, serta aspek keberlanjutan. Ini sejalan dengan model bisnis yang kami bangun bersama petani dan koperasi,” ujarnya.Partisipasi ALKO dalam Korea Import Expo difokuskan pada agenda business matching dengan sejumlah calon importir, perusahaan roasting, distributor minuman, jaringan kafe, hingga pelaku industri makanan dan minuman Korea Selatan.Menurut data industri kopi Korea, negara tersebut menjadi salah satu pasar kopi terbesar di Asia dengan pertumbuhan konsumsi yang terus meningkat dalam satu dekade terakhir. Tingginya permintaan terhadap specialty coffee membuka peluang bagi eksportir Indonesia untuk memperkuat pangsa pasar di kawasan Asia Timur.Tawarkan Kopi Specialty dan Sistem TraceabilityDalam pameran tersebut, ALKO membawa berbagai produk kopi specialty Indonesia yang berasal dari jaringan petani dan koperasi mitra di sejumlah daerah penghasil kopi unggulan seperti Kerinci, Gayo, Flores, Mandailing, dan Toraja.Selain produk kopi, perusahaan juga memperkenalkan sistem traceability digital berbasis QThink-X yang memungkinkan pembeli menelusuri asal-usul produk mulai dari tingkat petani hingga proses ekspor.Penerapan teknologi tersebut dinilai semakin relevan di tengah meningkatnya tuntutan pasar global terhadap transparansi rantai pasok dan kepatuhan terhadap standar keberlanjutan.“Pasar internasional saat ini tidak hanya membeli kopi. Mereka juga ingin mengetahui siapa petaninya, bagaimana proses produksinya, dan bagaimana dampaknya terhadap lingkungan. Karena itu kami membangun sistem keterlacakan yang dapat menjawab kebutuhan tersebut,” ujarnya.BNI Xpora Dorong Ekspansi UMKM dan EksportirKeikutsertaan ALKO dalam Korea Import Expo juga menunjukkan peran BNI Xpora dalam mendukung pelaku usaha nasional memasuki pasar global. "Melalui program BNI Xpora ini diharapkan UMKM dan eksportir Indonesia mendapatkan akses terhadap jaringan buyer internasional, informasi pasar, dan dapat di jadikan sebagai fasilitasi promosi..", Ujar Edi Pramono selaku Kepala Cabang BNI Seoul Branch.Bagi ALKO, dukungan tersebut menjadi peluang untuk mempercepat perluasan pasar sekaligus memperkenalkan model bisnis kopi berbasis koperasi yang selama ini dikembangkan di Kerinci, Jambi.Perusahaan berharap agenda business matching selama pameran dapat menghasilkan kontrak dagang baru dan memperluas kerja sama dengan pelaku industri kopi Korea Selatan.Melalui partisipasi dalam Korea Import Expo 2026, ALKO berharap dapat memperkuat posisi kopi Indonesia di pasar Asia Timur sekaligus memperluas kontribusi petani dalam rantai pasok global.“Target kami bukan hanya meningkatkan volume ekspor, tetapi membangun posisi kopi Indonesia sebagai produk premium yang memiliki identitas, kualitas, dan sistem keberlanjutan yang diakui dunia,” kata Suryono.

Read More  

Admin Alko | 23/06/2026

Segera hubungi kami untuk kerjasama!

Get Started

Lokasi

Kantor:

Jl. Batang Sangir, no.15, rt.04, Batang Sangir, Kayu Aro, Kerinci, Jambi 37163

Gudang:

Jl Raya Sungai Sikai, No 15 RT 04 desa Sungai Sikai, kec. Gunung Tujuh, Kab. Kerinci, Jambi 37063

Lokasi

Kantor:

Jl. Batang Sangir, no.15, rt.04, Batang Sangir, Kayu Aro, Kerinci, Jambi 37163

Gudang:

Jl Raya Sungai Sikai, No 15 RT 04 desa Sungai Sikai, kec. Gunung Tujuh, Kab. Kerinci, Jambi 37063

© 2021 ALKO - All Rights Reserved.