Didukung KBRI Roma, ALKO Teken Kontrak Ekspor 100 Kontainer Kopi ke Italia Senilai USD 15 Juta

Admin Alko | 21/03/2026


Kerja sama dengan Best Coffee SRL dorong kopi Indonesia naik kelas melalui traceability, keberlanjutan, dan penguatan peran petani dalam rantai pasok global


Roma, Italia — Upaya mendorong kopi Indonesia naik kelas di pasar global kembali menunjukkan hasil konkret. PT ALKO Sumatra Kopi menandatangani kontrak ekspor dengan perusahaan importir asal Italia, Best Coffee SRL, dengan nilai kerja sama sekitar USD 15 juta dan target pengiriman hingga 100 kontainer sepanjang tahun 2026.

Penandatanganan kontrak tersebut berlangsung di Aula KBRI Roma pada 20 Maret 2026, disaksikan langsung oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Italia, Junimart Girsang. Kehadiran perwakilan diplomatik Indonesia dalam momen ini mempertegas bahwa kerja sama tersebut bukan sekadar transaksi bisnis, melainkan bagian dari strategi diplomasi ekonomi untuk memperluas akses pasar produk unggulan nasional.

Kesepakatan ini sekaligus menjadi sinyal positif bagi penguatan ekspor kopi Indonesia di tengah dinamika pasar global yang semakin kompetitif dan menuntut standar yang lebih tinggi.


Menembus Pasar Premium Eropa

Italia selama ini dikenal sebagai salah satu pusat industri kopi dunia. Budaya konsumsi kopi yang kuat, serta standar kualitas yang tinggi, menjadikan negara tersebut sebagai pasar yang prestisius sekaligus menantang bagi produsen kopi global.

Keberhasilan ALKO menandatangani kontrak ekspor skala besar ke pasar Italia menunjukkan bahwa kopi Indonesia semakin diakui kualitasnya di tingkat internasional. Tidak hanya dari sisi rasa, tetapi juga dari aspek sistem produksi, keberlanjutan, dan transparansi.

Lebih jauh, Italia juga memiliki posisi strategis sebagai pintu masuk ke pasar Eropa yang lebih luas. Dengan menjalin kerja sama di negara ini, peluang ekspansi ke negara lain seperti Jerman, Prancis, dan Belanda menjadi semakin terbuka.


Lebih dari Sekadar Volume Ekspor

Kontrak ekspor sebesar 100 kontainer dalam satu tahun bukan hanya soal angka. Bagi model usaha berbasis koperasi seperti ALKO, capaian ini mencerminkan perubahan skala dalam sistem perdagangan kopi.

Jika sebelumnya ekspor kopi sering dilakukan dalam volume terbatas dan bersifat sporadis, kini pola tersebut mulai bergeser menuju sistem yang lebih terstruktur, berkelanjutan, dan berbasis kontrak jangka panjang.

Bagi petani, perubahan ini membawa dampak yang signifikan. Kepastian pasar menjadi lebih terjamin, harga menjadi lebih stabil, dan peluang untuk meningkatkan kualitas produksi semakin terbuka.

Di sisi lain, bagi pelaku usaha, kontrak jangka panjang memberikan ruang untuk merencanakan produksi, logistik, dan distribusi secara lebih efisien.


Kekuatan Origin: Identitas Kopi Indonesia

Salah satu pendekatan yang diusung dalam kerja sama ini adalah penekanan pada origin atau asal-usul kopi. ALKO tidak hanya menjual kopi sebagai komoditas, tetapi sebagai produk dengan identitas geografis yang kuat.

Kopi yang menjadi bagian dari kontrak ini berasal dari beberapa wilayah utama di Indonesia, antara lain:

  • Sumatra dengan karakter rasa yang kuat dan kompleks

  • Jawa dengan keseimbangan cita rasa yang khas

  • Flores dengan profil rasa yang unik dan semakin diminati pasar specialty

Pendekatan berbasis origin ini memberikan nilai tambah yang signifikan, karena konsumen global semakin tertarik pada cerita di balik produk yang mereka konsumsi—mulai dari asal-usul, proses produksi, hingga komunitas yang terlibat.


Transformasi Melalui Teknologi Traceability

Di tengah meningkatnya tuntutan pasar global, transparansi menjadi faktor kunci dalam perdagangan komoditas. Konsumen dan buyer tidak lagi hanya melihat kualitas produk, tetapi juga ingin mengetahui asal-usul dan proses produksi secara detail.

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, PT ALKO Sumatra Kopi mengembangkan sistem traceability berbasis teknologi menggunakan platform Qthink.

Melalui sistem ini, seluruh rantai pasok kopi terdokumentasi secara digital, mulai dari:

  • Identitas petani

  • Lokasi kebun

  • Metode budidaya

  • Proses pengolahan

  • Distribusi hingga ke pasar

Setiap produk memiliki identitas yang dapat ditelusuri, sehingga meningkatkan transparansi dan kepercayaan.

Lebih dari itu, ALKO juga telah mengimplementasikan standar European Union Deforestation Regulation melalui sistem tersebut. Implementasi ini memastikan bahwa kopi yang diekspor bebas dari praktik deforestasi dan memenuhi standar keberlanjutan yang ditetapkan oleh Uni Eropa.


Peran Diplomasi Ekonomi

Keterlibatan KBRI Roma dalam proses ini menunjukkan pentingnya peran diplomasi ekonomi dalam mendukung ekspor produk nasional.

Tidak hanya sebagai tuan rumah acara, KBRI juga berperan dalam:

  • Memfasilitasi pertemuan bisnis

  • Membuka akses jaringan pasar

  • Meningkatkan kepercayaan buyer

  • Mendukung promosi produk Indonesia

Dalam sambutannya, Duta Besar RI menekankan bahwa kerja sama seperti ini perlu terus diperluas, karena memberikan dampak langsung bagi perekonomian nasional, khususnya bagi sektor berbasis masyarakat seperti koperasi.


Penghargaan untuk Mitra Internasional

Sebagai bagian dari rangkaian acara, KBRI Roma juga memberikan penghargaan kepada Best Coffee SRL atas kontribusinya dalam mengembangkan pasar kopi Indonesia di Italia.

Penghargaan tersebut mencerminkan pengakuan atas komitmen dalam menjalankan perdagangan berbasis:

  • Keberlanjutan

  • Transparansi

  • Kualitas

Kolaborasi ini menunjukkan bahwa hubungan bisnis yang kuat tidak hanya dibangun atas dasar keuntungan ekonomi, tetapi juga atas kesamaan nilai dan visi.


Dampak Nyata bagi Petani

Di balik angka ekspor yang besar, terdapat dampak nyata bagi ribuan petani kopi di Indonesia.

Dengan adanya sistem yang terintegrasi, petani mendapatkan:

  • Akses langsung ke pasar global

  • Harga yang lebih kompetitif

  • Insentif untuk meningkatkan kualitas

  • Dukungan dalam pengelolaan data dan produksi

Model ini mengubah posisi petani dalam rantai nilai, dari yang sebelumnya berada di bagian paling bawah menjadi aktor penting dalam sistem perdagangan global.


Membangun Ekosistem Berbasis Data

Langkah ALKO ini juga mencerminkan upaya membangun ekosistem kopi berbasis data. Dalam sistem ini, data menjadi fondasi utama dalam pengambilan keputusan.

Data digunakan untuk:

  • Perencanaan produksi

  • Pengendalian kualitas

  • Penelusuran produk

  • Akses pembiayaan

Dengan sistem yang terintegrasi, seluruh aktor dalam rantai pasok dapat bekerja lebih efisien dan transparan.


Tantangan dan Peluang ke Depan

Meskipun peluang pasar global terbuka lebar, tantangan tetap ada. Standar kualitas yang tinggi, regulasi yang ketat, serta persaingan dengan negara produsen lain menjadi faktor yang harus dihadapi.

Namun demikian, dengan pendekatan berbasis teknologi, kolaborasi, dan penguatan kelembagaan, tantangan tersebut dapat diubah menjadi peluang.

Langkah ALKO menunjukkan bahwa koperasi Indonesia mampu beradaptasi dan bersaing di tingkat global.


Penutup

Penandatanganan kontrak ekspor 100 kontainer kopi ke Italia dengan dukungan KBRI Roma menjadi bukti bahwa kopi Indonesia memiliki potensi besar untuk terus berkembang di pasar global.

Melalui kombinasi antara kualitas produk, kekuatan origin, pemanfaatan teknologi, serta dukungan diplomasi ekonomi, Indonesia semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu produsen kopi utama dunia.

Lebih dari itu, langkah ini juga menjadi simbol transformasi sektor pertanian Indonesia menuju sistem yang lebih modern, transparan, dan berkelanjutan—di mana petani menjadi bagian penting dari ekosistem global yang terus berkembang.



Share this :
Share this :

Blog

Other News recommendations for you

Blog

Other News recommendations for you

Kunjungan Duta Besar Republik Islam Pakistan untuk Indonesia, H.E. Mr. Zahid Hafeez Chaudhri, ke Kerinci tidak hanya menjadi agenda penjajakan perdagangan kopi, tetapi juga mencerminkan semakin eratnya hubungan bilateral Indonesia dan Pakistan melalui diplomasi ekonomi berbasis daerah.Indonesia dan Pakistan merupakan dua negara sahabat yang telah menjalin hubungan diplomatik sejak tahun 1950. Selama lebih dari tujuh dekade, kedua negara terus memperkuat kerja sama di berbagai sektor, mulai dari perdagangan, investasi, pendidikan, pertanian, hingga pertukaran budaya. Dalam beberapa tahun terakhir, kedua pemerintah juga terus mendorong peningkatan nilai perdagangan sebagai bagian dari penguatan kemitraan ekonomi.Dalam kunjungannya ke ekosistem ALKO di Kerinci, Duta Besar Pakistan menilai model yang dikembangkan ALKO memiliki nilai strategis karena tidak hanya menghasilkan komoditas berkualitas, tetapi juga membangun sistem produksi yang berkelanjutan, transparan, dan mampu memberikan manfaat langsung kepada petani."Saya datang dengan tujuan melihat potensi perdagangan kopi. Namun setelah berada di ALKO, saya melihat sesuatu yang jauh lebih besar. Yang dibangun bukan sekadar bisnis kopi, tetapi sebuah ekosistem yang menghubungkan petani, koperasi, teknologi, keberlanjutan, dan akses pasar internasional. Model seperti ini sangat relevan dengan kebutuhan perdagangan global saat ini," ujar H.E. Mr. Zahid Hafeez Chaudhri.Ia menambahkan bahwa pendekatan tersebut membuka peluang kerja sama yang lebih luas antara Pakistan dan Indonesia."Kami tidak ingin membatasi kerja sama hanya pada kopi. Setelah melihat potensi yang dimiliki ALKO, kami melihat peluang besar untuk mengembangkan perdagangan berbagai komoditas unggulan Indonesia ke Pakistan. Ini merupakan kesempatan untuk memperkuat hubungan ekonomi kedua negara melalui sektor riil yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat," katanya.Menurut Duta Besar Pakistan, hubungan bilateral yang telah terjalin lama perlu terus diperkuat melalui kolaborasi konkret antara pelaku usaha kedua negara. Ia menilai kerja sama seperti yang dibangun ALKO dapat menjadi contoh bagaimana diplomasi ekonomi mampu diterjemahkan menjadi kemitraan bisnis yang berkelanjutan.Senada dengan itu, CEO PT ALKO Sumatra Kopi, Suryono, mengatakan bahwa kunjungan tersebut menjadi kehormatan sekaligus momentum penting untuk memperluas kerja sama perdagangan Indonesia–Pakistan."Kami percaya hubungan persahabatan antara Indonesia dan Pakistan yang telah terbangun selama puluhan tahun dapat diperkuat melalui kolaborasi bisnis yang saling menguntungkan. ALKO siap menjadi bagian dari upaya tersebut dengan menghadirkan komoditas yang berkualitas, memiliki sistem traceability, dan diproduksi melalui prinsip keberlanjutan," ujar Suryono.Menurutnya, kerja sama yang akan dituangkan dalam nota kesepahaman pada Rapat Anggota Tahunan Koperasi ALKO bukan hanya berorientasi pada peningkatan volume perdagangan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan ekonomi kedua negara melalui pengembangan perdagangan multi-komoditas, pembangunan hub distribusi di Pakistan, dan kemitraan jangka panjang yang memberikan manfaat bagi petani serta pelaku usaha di kedua negara.Dengan fondasi hubungan diplomatik yang telah berlangsung lebih dari 75 tahun, kunjungan Duta Besar Pakistan ke Kerinci diharapkan menjadi tonggak baru dalam memperkuat diplomasi ekonomi Indonesia–Pakistan, sekaligus membuka jalan bagi semakin banyak komoditas unggulan Indonesia untuk memasuki pasar Pakistan dan kawasan Asia Selatan.

Read More  

Admin Alko | 16/07/2026

Kerinci, Jambi — Industri kopi Indonesia memasuki babak baru transformasi berbasis teknologi. PT ALKO Sumatra Kopi bersama PT Biomass Indonesia Global (BIG) menyelesaikan penelitian komprehensif mengenai peningkatan kualitas proses pascapanen kopi melalui pengembangan teknologi Nano Bubble. Kolaborasi ini menjadi langkah strategis dalam membangun standar baru pengolahan kopi nasional yang lebih modern, berbasis sains, efisien, dan berkelanjutan.Hasil penelitian yang dituangkan dalam Comprehensive Quality Assessment & Improvement Report ALKO–BIG menunjukkan bahwa peningkatan mutu kopi tidak semata ditentukan oleh kualitas bahan baku maupun sumber air, tetapi sangat dipengaruhi oleh optimalisasi proses pencucian (washing process). Temuan tersebut membuka peluang lahirnya standar operasional baru bagi industri kopi Indonesia yang dapat diterapkan secara luas oleh koperasi, eksportir, maupun pelaku usaha kopi.Direktur PT ALKO Sumatra Kopi mengatakan kolaborasi dengan Biomass Indonesia Global merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk mengembangkan sistem science-based coffee processing, yaitu sistem pengolahan kopi yang seluruh prosesnya didukung oleh penelitian ilmiah, pengukuran laboratorium, serta inovasi teknologi."Selama ini industri kopi lebih banyak berbicara mengenai varietas, budidaya, atau cita rasa. Padahal kualitas akhir produk juga sangat ditentukan oleh proses pascapanen. Bersama Biomass Indonesia Global, kami ingin membangun standar baru pengolahan kopi Indonesia yang berbasis riset, terukur, dan dapat direplikasi oleh industri maupun koperasi di seluruh Indonesia," ujar Direktur PT ALKO Sumatra Kopi.Menurutnya, kolaborasi ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas produk ALKO, tetapi juga menjadi kontribusi terhadap pengembangan teknologi pascapanen kopi nasional yang mampu menjawab tantangan perdagangan global.Menjawab Tantangan Industri Kopi ModernPenelitian dilakukan sebagai respons terhadap semakin ketatnya standar mutu kopi di pasar internasional, termasuk meningkatnya perhatian terhadap keamanan pangan, keberlanjutan, serta transparansi rantai pasok. Salah satu regulasi yang menjadi perhatian adalah Japan's Positive List, yang mengatur batas maksimum residu pestisida pada produk pangan impor.Namun, ALKO dan BIG memandang tantangan tersebut bukan sekadar persoalan memenuhi regulasi ekspor, melainkan momentum untuk memperbaiki sistem pengolahan kopi Indonesia melalui pendekatan ilmiah.Selama beberapa pekan, tim peneliti melakukan observasi menyeluruh terhadap kualitas sumber air, karakteristik proses pencucian, fermentasi, hingga berbagai parameter fisika dan kimia yang memengaruhi mutu kopi. Penelitian dilakukan di fasilitas pengolahan ALKO bersama jaringan petani dan koperasi mitranya.Kualitas Air Bukan Faktor PenentuSalah satu hasil penting dari penelitian tersebut adalah ditemukannya fakta bahwa kualitas sumber air yang digunakan ALKO secara umum telah memenuhi karakteristik fisikokimia yang baik untuk proses pengolahan kopi.Variasi kualitas air yang ditemukan lebih banyak dipengaruhi oleh kondisi hidrogeologi alami setiap wilayah dan tidak menjadi faktor utama yang menyebabkan residu yang menjadi perhatian pasar internasional.Temuan ini mengubah paradigma yang selama ini berkembang di kalangan pelaku industri. Jika sebelumnya banyak pihak beranggapan bahwa penggantian sumber air merupakan solusi utama peningkatan mutu, penelitian ALKO–BIG justru menunjukkan bahwa optimalisasi proses pencucian jauh lebih menentukan kualitas akhir kopi.Dengan demikian, investasi pada teknologi proses dinilai memberikan dampak yang lebih besar dibandingkan sekadar mengganti sumber air produksi.Double Washing Semakin DisempurnakanSebagai bagian dari penelitian, tim juga mengevaluasi sistem double washing yang selama ini telah diterapkan ALKO.Hasil evaluasi menunjukkan metode tersebut sudah cukup efektif dalam membersihkan lapisan yang menempel pada permukaan biji kopi. Namun, efektivitasnya masih dapat ditingkatkan melalui pengaturan rasio air, durasi pencucian, intensitas pengadukan, hingga pengelolaan kandungan oksigen terlarut dalam air.Pada pengujian proses semi-washed, misalnya, penambahan pengadukan mampu meningkatkan pelepasan padatan terlarut hampir dua kali lipat dibandingkan proses pencucian tanpa pengadukan. Kondisi tersebut mempercepat penurunan pH sehingga pelepasan residu berlangsung lebih efisien.Sebaliknya, penelitian juga menemukan bahwa proses pencucian yang berlangsung terlalu lama tanpa pergantian air justru dapat memicu fermentasi anaerob yang berpotensi menurunkan kualitas kopi akibat terbentuknya senyawa organik yang tidak diinginkan.Nano Bubble Menjadi Terobosan BaruBagian paling inovatif dari kolaborasi ALKO dan Biomass Indonesia Global adalah pengembangan teknologi Nano Bubble dalam proses pencucian kopi.Teknologi ini bekerja dengan menghasilkan gelembung udara berukuran nano yang mampu meningkatkan kadar oksigen terlarut (Dissolved Oxygen) di dalam air. Kandungan oksigen yang lebih tinggi terbukti mempercepat perpindahan residu dari permukaan biji kopi ke dalam media pencucian.Dalam serangkaian uji lapangan, perubahan parameter seperti Dissolved Oxygen (DO), Total Dissolved Solids (TDS), Electrical Conductivity (EC), temperatur, serta pH menunjukkan bahwa proses pencucian menjadi lebih cepat, lebih stabil, dan lebih efisien dibandingkan metode konvensional.Tim peneliti juga menemukan kombinasi paling optimal antara sistem double washing, rasio air 4:5, pengadukan aktif, dan aerasi sekitar 1,5 liter per menit. Formula tersebut menghasilkan waktu pencucian ideal sekitar 10–15 menit pada setiap tahap pencucian.Selain meningkatkan efisiensi proses, teknologi Nano Bubble juga menghasilkan limbah air dengan tingkat keasaman yang lebih rendah sehingga lebih ramah terhadap lingkungan.Menuju Standar Baru Industri KopiMeski menunjukkan hasil yang menjanjikan, ALKO dan BIG menegaskan bahwa penelitian ini masih merupakan baseline study. Oleh karena itu, hasil awal tersebut akan dilanjutkan melalui pengujian laboratorium untuk memverifikasi efektivitas teknologi terhadap penurunan residu pestisida seperti 2,4-D dan Isoprocarb.Sebagai tindak lanjut, Biomass Indonesia Global merekomendasikan pelaksanaan pilot project Nano Bubble di fasilitas utama ALKO. Proyek ini akan menjadi tahap validasi sebelum teknologi diterapkan secara lebih luas pada jaringan pengolahan kopi ALKO maupun koperasi-koperasi mitra di berbagai daerah.Selain itu, BIG juga merekomendasikan standardisasi parameter operasional seperti rasio air, waktu pencucian, frekuensi pengadukan, dan jadwal pergantian air agar proses pascapanen menghasilkan kualitas yang konsisten.Menurut Biomass Indonesia Global, pendekatan bertahap berbasis data ini akan memberikan dasar ilmiah yang kuat bagi setiap keputusan investasi teknologi di sektor kopi.Membangun Industri Kopi Berbasis Riset dan TeknologiKolaborasi antara ALKO dan Biomass Indonesia Global menunjukkan bahwa masa depan industri kopi Indonesia tidak lagi hanya ditentukan oleh luas lahan atau volume produksi, tetapi juga oleh kemampuan pelaku usaha dalam mengembangkan inovasi teknologi.Melalui pendekatan berbasis riset, teknologi Nano Bubble diproyeksikan tidak hanya meningkatkan efisiensi proses pascapanen, tetapi juga memperkuat konsistensi mutu, mendukung keberlanjutan lingkungan, serta meningkatkan nilai tambah kopi Indonesia di pasar premium dunia.Ke depan, ALKO berencana mengintegrasikan hasil penelitian ini dengan sistem traceability berbasis blockchain QThink-X, sehingga seluruh proses pascapanen dapat terdokumentasi secara digital dan transparan, mulai dari kebun petani hingga produk diterima oleh pembeli.Sinergi antara ALKO dan Biomass Indonesia Global ini diharapkan menjadi model kolaborasi antara pelaku usaha dan perusahaan berbasis teknologi dalam membangun ekosistem kopi nasional yang lebih modern. Dengan menggabungkan inovasi, penelitian, digitalisasi, dan keberlanjutan, kedua perusahaan optimistis Indonesia tidak hanya dikenal sebagai salah satu produsen kopi terbesar dunia, tetapi juga sebagai pelopor teknologi pascapanen kopi tropis yang mampu menjadi referensi bagi industri kopi global.

Read More  

Admin Alko | 06/07/2026

Bisnis | Ekspor KopiSEOUL — PT ALKO Sumatra Kopi terus memperluas penetrasi pasar ekspor dengan mengikuti Korea Import Expo (KIE) 2026, ajang perdagangan internasional yang mempertemukan eksportir global dengan importir, distributor, retailer, dan buyer potensial dari Korea Selatan. Keikutsertaan ALKO dalam pameran tersebut difasilitasi oleh program BNI Xpora, sebagai bagian dari upaya memperkuat akses produk Indonesia ke pasar internasional.Direktur PT ALKO Sumatra Kopi, Suryono, mengatakan pasar Korea Selatan menjadi salah satu target strategis perusahaan seiring meningkatnya konsumsi kopi specialty dan kebutuhan bahan baku berkualitas tinggi di negara tersebut.“Pasar Korea memiliki karakteristik yang sangat menarik. Konsumen semakin menghargai kualitas, asal-usul produk, serta aspek keberlanjutan. Ini sejalan dengan model bisnis yang kami bangun bersama petani dan koperasi,” ujarnya.Partisipasi ALKO dalam Korea Import Expo difokuskan pada agenda business matching dengan sejumlah calon importir, perusahaan roasting, distributor minuman, jaringan kafe, hingga pelaku industri makanan dan minuman Korea Selatan.Menurut data industri kopi Korea, negara tersebut menjadi salah satu pasar kopi terbesar di Asia dengan pertumbuhan konsumsi yang terus meningkat dalam satu dekade terakhir. Tingginya permintaan terhadap specialty coffee membuka peluang bagi eksportir Indonesia untuk memperkuat pangsa pasar di kawasan Asia Timur.Tawarkan Kopi Specialty dan Sistem TraceabilityDalam pameran tersebut, ALKO membawa berbagai produk kopi specialty Indonesia yang berasal dari jaringan petani dan koperasi mitra di sejumlah daerah penghasil kopi unggulan seperti Kerinci, Gayo, Flores, Mandailing, dan Toraja.Selain produk kopi, perusahaan juga memperkenalkan sistem traceability digital berbasis QThink-X yang memungkinkan pembeli menelusuri asal-usul produk mulai dari tingkat petani hingga proses ekspor.Penerapan teknologi tersebut dinilai semakin relevan di tengah meningkatnya tuntutan pasar global terhadap transparansi rantai pasok dan kepatuhan terhadap standar keberlanjutan.“Pasar internasional saat ini tidak hanya membeli kopi. Mereka juga ingin mengetahui siapa petaninya, bagaimana proses produksinya, dan bagaimana dampaknya terhadap lingkungan. Karena itu kami membangun sistem keterlacakan yang dapat menjawab kebutuhan tersebut,” ujarnya.BNI Xpora Dorong Ekspansi UMKM dan EksportirKeikutsertaan ALKO dalam Korea Import Expo juga menunjukkan peran BNI Xpora dalam mendukung pelaku usaha nasional memasuki pasar global. "Melalui program BNI Xpora ini diharapkan UMKM dan eksportir Indonesia mendapatkan akses terhadap jaringan buyer internasional, informasi pasar, dan dapat di jadikan sebagai fasilitasi promosi..", Ujar Edi Pramono selaku Kepala Cabang BNI Seoul Branch.Bagi ALKO, dukungan tersebut menjadi peluang untuk mempercepat perluasan pasar sekaligus memperkenalkan model bisnis kopi berbasis koperasi yang selama ini dikembangkan di Kerinci, Jambi.Perusahaan berharap agenda business matching selama pameran dapat menghasilkan kontrak dagang baru dan memperluas kerja sama dengan pelaku industri kopi Korea Selatan.Melalui partisipasi dalam Korea Import Expo 2026, ALKO berharap dapat memperkuat posisi kopi Indonesia di pasar Asia Timur sekaligus memperluas kontribusi petani dalam rantai pasok global.“Target kami bukan hanya meningkatkan volume ekspor, tetapi membangun posisi kopi Indonesia sebagai produk premium yang memiliki identitas, kualitas, dan sistem keberlanjutan yang diakui dunia,” kata Suryono.

Read More  

Admin Alko | 23/06/2026

Segera hubungi kami untuk kerjasama!

Get Started

Lokasi

Kantor:

Jl. Batang Sangir, no.15, rt.04, Batang Sangir, Kayu Aro, Kerinci, Jambi 37163

Gudang:

Jl Raya Sungai Sikai, No 15 RT 04 desa Sungai Sikai, kec. Gunung Tujuh, Kab. Kerinci, Jambi 37063

Lokasi

Kantor:

Jl. Batang Sangir, no.15, rt.04, Batang Sangir, Kayu Aro, Kerinci, Jambi 37163

Gudang:

Jl Raya Sungai Sikai, No 15 RT 04 desa Sungai Sikai, kec. Gunung Tujuh, Kab. Kerinci, Jambi 37063

© 2021 ALKO - All Rights Reserved.