Sebagai wujud nyata hilirisasi dan penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) petani kopi, Koperasi ALKO Sumatra melaksanakan program pelatihan lapangan bertajuk “Coffee Farmers Go Global”. Kegiatan ini mengantar langsung para petani anggota koperasi ke pusat produksi kopi dunia — Da Lat, Vietnam — pada 17–20 Juni 2025, untuk belajar dari praktik terbaik dan menjalin kemitraan strategis lintas negara.
Program ini merupakan bagian dari visi besar ALKO untuk menjadikan petani sebagai pelaku utama dalam transformasi sektor kopi, dari hulu ke hilir, dan dari lokal ke global. Rangkaian kegiatan dalam program ini meliputi:
Elon Farm, milik Jenny LE Thao, adalah kebun kopi robusta seluas 12 hektare yang diolah bersama kelompok petani sekitar Thanh Pho Da Lat – Lam Dong, dengan rata-rata produksi green bean mencapai 50 ton per tahun. Kelompok ini telah dilengkapi fasilitas pengolahan kopi modern dan mekanis — dari pencucian, hulling, hingga pengemasan. Petani ALKO belajar langsung mengenai efisiensi produksi, pengelolaan kelompok tani, dan manajemen pascapanen yang berstandar ekspor.
Dikelola oleh kelompok petani muda, Le Ngoc Thy merupakan contoh sukses pengembangan kopi arabika berbasis komunitas. Kebun ini pernah mendapatkan dukungan dari NGO internasional untuk pengembangan varietas arabika unggul. Dengan populasi 2.300 batang per hektare, produksi rata-ratanya mencapai 4 ton green bean per hektare, menjadikannya model kebun produktif yang efisien dan berkelanjutan.
Petani ALKO juga mengunjungi lokasi pembibitan bersertifikat yang dikelola oleh EAKMAT Tay Nguyen, lembaga resmi di bawah otoritas pertanian Vietnam yang mengeluarkan benih kopi legal dan unggul. Di sini, peserta mempelajari proses legalisasi benih, seleksi varietas, serta praktik pembibitan profesional yang bisa diadopsi dalam sistem pertanian kopi di Indonesia.
Melalui program ini, ALKO menegaskan komitmennya untuk mendorong kolaborasi lintas negara dalam penguatan SDM petani kopi Indonesia. Tak hanya belajar, para petani juga membuka ruang kerja sama baru dengan petani milenial Vietnam seperti Jenny Le Thao dan Le Ngoc Thy, yang menyatakan kesiapan menjadi mitra ALKO di bidang:
Peserta kegiatan ini merupakan representasi dari seluruh ekosistem ALKO, yang terdiri dari:
Keberagaman latar belakang peserta memperkuat misi kolaborasi dan transfer pengetahuan yang merata di semua wilayah binaan ALKO di Indonesia.
Dengan semangat transformasi dan kolaborasi, program ini membuktikan bahwa petani Indonesia mampu bersaing dan berinovasi di tingkat global. ALKO percaya bahwa masa depan kopi Indonesia tidak hanya ditentukan oleh kualitas rasa, tetapi juga oleh kualitas SDM, kekuatan sistem, dan jejaring kemitraan global.
Dari Kerinci ke Da Lat, dari petani untuk dunia.
Inilah langkah konkret Koperasi ALKO membangun petani tangguh, berwawasan global, dan siap menghadapi tantangan industri kopi masa depan.