“Blockchain Jadi Kunci UMKM Naik Kelas”: ALKO Bagikan Strategi Ekspor Kopi Global di Pesta Wirausaha Depok 2026

Admin Alko | 18/05/2026


Depok —17/5, Transformasi digital dan teknologi blockchain dinilai menjadi salah satu kunci utama agar produk UMKM Indonesia mampu bersaing di pasar global. Pesan itu mengemuka dalam kegiatan Pesta Wirausaha Depok 2026 yang digelar oleh TDA Depok dalam rangka Hari Ulang Tahun Kota Depok dan peringatan Hari UMKM Depok.

Dalam sesi bertajuk “The Future Mindset: Strategi Implementasi Teknologi Blockchain untuk Meningkatkan Kredibilitas dan Daya Saing di Pasar Global”, Founder dan CEO PT ALKO Sumatra Kopi, Suryono, hadir sebagai pembicara utama. Acara dipandu oleh Founder & CEO Kode Creative Hub, Didi Diarsa, dan dihadiri pelaku UMKM, startup, komunitas bisnis, mahasiswa, hingga pengusaha muda dari berbagai sektor.

Forum tersebut menjadi ruang diskusi mengenai bagaimana pelaku usaha lokal dapat memanfaatkan teknologi untuk memperluas akses pasar internasional, meningkatkan transparansi usaha, dan membangun kepercayaan buyer global.

Dalam pemaparannya, Suryono membagikan pengalaman ALKO membangun jaringan ekspor kopi Indonesia ke berbagai negara, mulai dari Italia, Malaysia, Oman, hingga pasar specialty coffee Eropa lainnya. Menurutnya, tantangan terbesar UMKM Indonesia bukan hanya kualitas produk, tetapi juga kemampuan memenuhi standar pasar internasional yang semakin ketat.

“Pasar global hari ini tidak cukup hanya bicara rasa dan kualitas. Buyer luar negeri ingin tahu asal produk, siapa petaninya, bagaimana proses produksinya, sampai bagaimana sistem transparansinya. Di situlah teknologi blockchain dan traceability menjadi penting,” ujar Suryono di hadapan peserta seminar.

Ia menjelaskan, ALKO selama beberapa tahun terakhir mengembangkan sistem traceability berbasis blockchain melalui aplikasi QThink-X, yang digunakan untuk mendata petani, lokasi kebun, proses pasca panen, hingga jalur distribusi ekspor kopi.

Teknologi tersebut kini menjadi bagian penting dalam penguatan ekosistem kopi rakyat Indonesia agar mampu memenuhi regulasi pasar internasional, termasuk standar keberlanjutan dan transparansi rantai pasok.

Berbagi Pengalaman Ekspor Global

Dalam sesi diskusi interaktif, Suryono juga membagikan pengalaman praktis ALKO dalam membangun pasar ekspor dari daerah hingga menembus buyer internasional.

Menurutnya, banyak pelaku UMKM Indonesia sebenarnya memiliki produk berkualitas, tetapi gagal masuk pasar global karena kurang memahami mekanisme ekspor dan kebutuhan buyer luar negeri.

Ia menekankan ada tiga hal penting yang harus dipahami pelaku usaha sebelum masuk pasar internasional.

Pertama, memahami regulasi negara tujuan ekspor. Setiap negara memiliki aturan berbeda terkait produk pangan, sertifikasi, keamanan produk, hingga dokumen legalitas.

“Kadang produk kita bagus, tetapi ditolak karena dokumen tidak lengkap atau standar negara tujuan tidak dipenuhi. Jadi UMKM harus belajar regulasi pasar tujuan,” katanya.

Kedua, mengenali buyer yang kredibel dan memiliki rekam jejak jelas. Menurutnya, banyak eksportir pemula mengalami kendala pembayaran hingga penipuan karena tidak melakukan verifikasi buyer secara matang.

“Jangan hanya tergiur order besar. Pastikan buyer jelas, perusahaan aktif, dan memiliki sistem pembayaran yang aman,” ujarnya.

Ketiga, memahami teknis pengiriman dan sistem pembayaran internasional. Mulai dari jalur logistik, asuransi, metode pembayaran, hingga manajemen risiko ekspor harus dipahami dengan baik oleh pelaku usaha.

Suryono mencontohkan pengalaman ALKO dalam melakukan ekspor kopi specialty menggunakan jalur laut maupun udara ke berbagai negara. Bahkan, dalam salah satu pengiriman ke Oman, biaya logistik udara mencapai lebih tinggi dibanding harga kopi itu sendiri.

Namun menurutnya, pasar specialty tetap membuka peluang besar selama kualitas dan konsistensi produk dapat dijaga.

Blockchain dan Masa Depan UMKM Indonesia

Dalam forum tersebut, konsep blockchain menjadi salah satu topik yang paling menarik perhatian peserta. Banyak pelaku usaha mulai menyadari bahwa pasar internasional kini bergerak menuju sistem perdagangan yang lebih transparan dan terintegrasi secara digital.

Suryono menjelaskan bahwa blockchain bukan sekadar teknologi cryptocurrency, tetapi dapat digunakan sebagai sistem pencatatan data rantai pasok yang tidak mudah dimanipulasi.

Melalui sistem tersebut, buyer dapat mengetahui asal produk secara lebih jelas, termasuk lokasi kebun, identitas petani, proses produksi, hingga jalur distribusi.

Menurutnya, sistem seperti ini akan menjadi standar baru dalam perdagangan global, terutama untuk komoditas pangan dan pertanian.

“Ke depan, buyer tidak hanya membeli produk, tetapi juga membeli cerita, transparansi, dan keberlanjutan. Blockchain membantu membangun kepercayaan itu,” katanya.

ALKO sendiri telah menerapkan sistem traceability digital untuk berbagai pengiriman kopi specialty Indonesia ke pasar Eropa dan Timur Tengah. Sistem tersebut menjadi bagian dari strategi peningkatan daya saing kopi rakyat Indonesia di pasar premium global.

Antusiasme Peserta UMKM

Sesi diskusi berlangsung interaktif. Banyak peserta menanyakan bagaimana langkah awal UMKM untuk mulai melakukan ekspor dan memanfaatkan teknologi digital dalam bisnis mereka.

Sebagian peserta juga tertarik dengan model pemberdayaan petani dan koperasi yang diterapkan ALKO dalam membangun rantai pasok kopi berbasis komunitas.

Panitia Pesta Wirausaha Depok 2026 menyebut tema teknologi dan blockchain dipilih karena relevan dengan tantangan baru UMKM Indonesia di era digital.

“Kami ingin pelaku usaha di Depok tidak hanya fokus pasar lokal, tetapi mulai berpikir global dan memahami teknologi masa depan,” ujar salah satu panitia acara.

Selain seminar bisnis dan teknologi, Pesta Wirausaha Depok 2026 juga menghadirkan pameran produk UMKM, networking bisnis, pelatihan kewirausahaan, serta kolaborasi komunitas kreatif dan startup.

Acara tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem kewirausahaan di Kota Depok sekaligus mendorong UMKM naik kelas melalui inovasi dan transformasi digital.

Dorongan untuk UMKM Naik Kelas

Di akhir sesi, Suryono menegaskan bahwa Indonesia memiliki potensi besar menjadi pemain utama produk specialty dan produk berbasis komunitas di pasar global. Namun, menurutnya, pelaku usaha harus mulai beradaptasi dengan perubahan sistem perdagangan internasional.

“UMKM Indonesia harus mulai berani masuk pasar global. Jangan takut dengan teknologi. Justru teknologi bisa membantu produk lokal lebih dipercaya dunia,” katanya.


Ia juga mendorong generasi muda dan komunitas startup untuk masuk ke sektor pertanian dan pangan, karena menurutnya masa depan industri global akan semakin membutuhkan produk yang memiliki identitas, keberlanjutan, dan transparansi.

Bagi ALKO, penguatan petani, koperasi, teknologi, dan akses pasar internasional merupakan satu ekosistem yang harus berjalan bersama.

Melalui forum seperti Pesta Wirausaha Depok 2026, ALKO berharap semakin banyak UMKM Indonesia yang mampu membangun produk berstandar global tanpa kehilangan identitas lokalnya.

Share this :
Share this :

Blog

Other News recommendations for you

Blog

Other News recommendations for you

Kunjungan Duta Besar Republik Islam Pakistan untuk Indonesia, H.E. Mr. Zahid Hafeez Chaudhri, ke Kerinci tidak hanya menjadi agenda penjajakan perdagangan kopi, tetapi juga mencerminkan semakin eratnya hubungan bilateral Indonesia dan Pakistan melalui diplomasi ekonomi berbasis daerah.Indonesia dan Pakistan merupakan dua negara sahabat yang telah menjalin hubungan diplomatik sejak tahun 1950. Selama lebih dari tujuh dekade, kedua negara terus memperkuat kerja sama di berbagai sektor, mulai dari perdagangan, investasi, pendidikan, pertanian, hingga pertukaran budaya. Dalam beberapa tahun terakhir, kedua pemerintah juga terus mendorong peningkatan nilai perdagangan sebagai bagian dari penguatan kemitraan ekonomi.Dalam kunjungannya ke ekosistem ALKO di Kerinci, Duta Besar Pakistan menilai model yang dikembangkan ALKO memiliki nilai strategis karena tidak hanya menghasilkan komoditas berkualitas, tetapi juga membangun sistem produksi yang berkelanjutan, transparan, dan mampu memberikan manfaat langsung kepada petani."Saya datang dengan tujuan melihat potensi perdagangan kopi. Namun setelah berada di ALKO, saya melihat sesuatu yang jauh lebih besar. Yang dibangun bukan sekadar bisnis kopi, tetapi sebuah ekosistem yang menghubungkan petani, koperasi, teknologi, keberlanjutan, dan akses pasar internasional. Model seperti ini sangat relevan dengan kebutuhan perdagangan global saat ini," ujar H.E. Mr. Zahid Hafeez Chaudhri.Ia menambahkan bahwa pendekatan tersebut membuka peluang kerja sama yang lebih luas antara Pakistan dan Indonesia."Kami tidak ingin membatasi kerja sama hanya pada kopi. Setelah melihat potensi yang dimiliki ALKO, kami melihat peluang besar untuk mengembangkan perdagangan berbagai komoditas unggulan Indonesia ke Pakistan. Ini merupakan kesempatan untuk memperkuat hubungan ekonomi kedua negara melalui sektor riil yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat," katanya.Menurut Duta Besar Pakistan, hubungan bilateral yang telah terjalin lama perlu terus diperkuat melalui kolaborasi konkret antara pelaku usaha kedua negara. Ia menilai kerja sama seperti yang dibangun ALKO dapat menjadi contoh bagaimana diplomasi ekonomi mampu diterjemahkan menjadi kemitraan bisnis yang berkelanjutan.Senada dengan itu, CEO PT ALKO Sumatra Kopi, Suryono, mengatakan bahwa kunjungan tersebut menjadi kehormatan sekaligus momentum penting untuk memperluas kerja sama perdagangan Indonesia–Pakistan."Kami percaya hubungan persahabatan antara Indonesia dan Pakistan yang telah terbangun selama puluhan tahun dapat diperkuat melalui kolaborasi bisnis yang saling menguntungkan. ALKO siap menjadi bagian dari upaya tersebut dengan menghadirkan komoditas yang berkualitas, memiliki sistem traceability, dan diproduksi melalui prinsip keberlanjutan," ujar Suryono.Menurutnya, kerja sama yang akan dituangkan dalam nota kesepahaman pada Rapat Anggota Tahunan Koperasi ALKO bukan hanya berorientasi pada peningkatan volume perdagangan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan ekonomi kedua negara melalui pengembangan perdagangan multi-komoditas, pembangunan hub distribusi di Pakistan, dan kemitraan jangka panjang yang memberikan manfaat bagi petani serta pelaku usaha di kedua negara.Dengan fondasi hubungan diplomatik yang telah berlangsung lebih dari 75 tahun, kunjungan Duta Besar Pakistan ke Kerinci diharapkan menjadi tonggak baru dalam memperkuat diplomasi ekonomi Indonesia–Pakistan, sekaligus membuka jalan bagi semakin banyak komoditas unggulan Indonesia untuk memasuki pasar Pakistan dan kawasan Asia Selatan.

Read More  

Admin Alko | 16/07/2026

Kerinci, Jambi — Industri kopi Indonesia memasuki babak baru transformasi berbasis teknologi. PT ALKO Sumatra Kopi bersama PT Biomass Indonesia Global (BIG) menyelesaikan penelitian komprehensif mengenai peningkatan kualitas proses pascapanen kopi melalui pengembangan teknologi Nano Bubble. Kolaborasi ini menjadi langkah strategis dalam membangun standar baru pengolahan kopi nasional yang lebih modern, berbasis sains, efisien, dan berkelanjutan.Hasil penelitian yang dituangkan dalam Comprehensive Quality Assessment & Improvement Report ALKO–BIG menunjukkan bahwa peningkatan mutu kopi tidak semata ditentukan oleh kualitas bahan baku maupun sumber air, tetapi sangat dipengaruhi oleh optimalisasi proses pencucian (washing process). Temuan tersebut membuka peluang lahirnya standar operasional baru bagi industri kopi Indonesia yang dapat diterapkan secara luas oleh koperasi, eksportir, maupun pelaku usaha kopi.Direktur PT ALKO Sumatra Kopi mengatakan kolaborasi dengan Biomass Indonesia Global merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk mengembangkan sistem science-based coffee processing, yaitu sistem pengolahan kopi yang seluruh prosesnya didukung oleh penelitian ilmiah, pengukuran laboratorium, serta inovasi teknologi."Selama ini industri kopi lebih banyak berbicara mengenai varietas, budidaya, atau cita rasa. Padahal kualitas akhir produk juga sangat ditentukan oleh proses pascapanen. Bersama Biomass Indonesia Global, kami ingin membangun standar baru pengolahan kopi Indonesia yang berbasis riset, terukur, dan dapat direplikasi oleh industri maupun koperasi di seluruh Indonesia," ujar Direktur PT ALKO Sumatra Kopi.Menurutnya, kolaborasi ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas produk ALKO, tetapi juga menjadi kontribusi terhadap pengembangan teknologi pascapanen kopi nasional yang mampu menjawab tantangan perdagangan global.Menjawab Tantangan Industri Kopi ModernPenelitian dilakukan sebagai respons terhadap semakin ketatnya standar mutu kopi di pasar internasional, termasuk meningkatnya perhatian terhadap keamanan pangan, keberlanjutan, serta transparansi rantai pasok. Salah satu regulasi yang menjadi perhatian adalah Japan's Positive List, yang mengatur batas maksimum residu pestisida pada produk pangan impor.Namun, ALKO dan BIG memandang tantangan tersebut bukan sekadar persoalan memenuhi regulasi ekspor, melainkan momentum untuk memperbaiki sistem pengolahan kopi Indonesia melalui pendekatan ilmiah.Selama beberapa pekan, tim peneliti melakukan observasi menyeluruh terhadap kualitas sumber air, karakteristik proses pencucian, fermentasi, hingga berbagai parameter fisika dan kimia yang memengaruhi mutu kopi. Penelitian dilakukan di fasilitas pengolahan ALKO bersama jaringan petani dan koperasi mitranya.Kualitas Air Bukan Faktor PenentuSalah satu hasil penting dari penelitian tersebut adalah ditemukannya fakta bahwa kualitas sumber air yang digunakan ALKO secara umum telah memenuhi karakteristik fisikokimia yang baik untuk proses pengolahan kopi.Variasi kualitas air yang ditemukan lebih banyak dipengaruhi oleh kondisi hidrogeologi alami setiap wilayah dan tidak menjadi faktor utama yang menyebabkan residu yang menjadi perhatian pasar internasional.Temuan ini mengubah paradigma yang selama ini berkembang di kalangan pelaku industri. Jika sebelumnya banyak pihak beranggapan bahwa penggantian sumber air merupakan solusi utama peningkatan mutu, penelitian ALKO–BIG justru menunjukkan bahwa optimalisasi proses pencucian jauh lebih menentukan kualitas akhir kopi.Dengan demikian, investasi pada teknologi proses dinilai memberikan dampak yang lebih besar dibandingkan sekadar mengganti sumber air produksi.Double Washing Semakin DisempurnakanSebagai bagian dari penelitian, tim juga mengevaluasi sistem double washing yang selama ini telah diterapkan ALKO.Hasil evaluasi menunjukkan metode tersebut sudah cukup efektif dalam membersihkan lapisan yang menempel pada permukaan biji kopi. Namun, efektivitasnya masih dapat ditingkatkan melalui pengaturan rasio air, durasi pencucian, intensitas pengadukan, hingga pengelolaan kandungan oksigen terlarut dalam air.Pada pengujian proses semi-washed, misalnya, penambahan pengadukan mampu meningkatkan pelepasan padatan terlarut hampir dua kali lipat dibandingkan proses pencucian tanpa pengadukan. Kondisi tersebut mempercepat penurunan pH sehingga pelepasan residu berlangsung lebih efisien.Sebaliknya, penelitian juga menemukan bahwa proses pencucian yang berlangsung terlalu lama tanpa pergantian air justru dapat memicu fermentasi anaerob yang berpotensi menurunkan kualitas kopi akibat terbentuknya senyawa organik yang tidak diinginkan.Nano Bubble Menjadi Terobosan BaruBagian paling inovatif dari kolaborasi ALKO dan Biomass Indonesia Global adalah pengembangan teknologi Nano Bubble dalam proses pencucian kopi.Teknologi ini bekerja dengan menghasilkan gelembung udara berukuran nano yang mampu meningkatkan kadar oksigen terlarut (Dissolved Oxygen) di dalam air. Kandungan oksigen yang lebih tinggi terbukti mempercepat perpindahan residu dari permukaan biji kopi ke dalam media pencucian.Dalam serangkaian uji lapangan, perubahan parameter seperti Dissolved Oxygen (DO), Total Dissolved Solids (TDS), Electrical Conductivity (EC), temperatur, serta pH menunjukkan bahwa proses pencucian menjadi lebih cepat, lebih stabil, dan lebih efisien dibandingkan metode konvensional.Tim peneliti juga menemukan kombinasi paling optimal antara sistem double washing, rasio air 4:5, pengadukan aktif, dan aerasi sekitar 1,5 liter per menit. Formula tersebut menghasilkan waktu pencucian ideal sekitar 10–15 menit pada setiap tahap pencucian.Selain meningkatkan efisiensi proses, teknologi Nano Bubble juga menghasilkan limbah air dengan tingkat keasaman yang lebih rendah sehingga lebih ramah terhadap lingkungan.Menuju Standar Baru Industri KopiMeski menunjukkan hasil yang menjanjikan, ALKO dan BIG menegaskan bahwa penelitian ini masih merupakan baseline study. Oleh karena itu, hasil awal tersebut akan dilanjutkan melalui pengujian laboratorium untuk memverifikasi efektivitas teknologi terhadap penurunan residu pestisida seperti 2,4-D dan Isoprocarb.Sebagai tindak lanjut, Biomass Indonesia Global merekomendasikan pelaksanaan pilot project Nano Bubble di fasilitas utama ALKO. Proyek ini akan menjadi tahap validasi sebelum teknologi diterapkan secara lebih luas pada jaringan pengolahan kopi ALKO maupun koperasi-koperasi mitra di berbagai daerah.Selain itu, BIG juga merekomendasikan standardisasi parameter operasional seperti rasio air, waktu pencucian, frekuensi pengadukan, dan jadwal pergantian air agar proses pascapanen menghasilkan kualitas yang konsisten.Menurut Biomass Indonesia Global, pendekatan bertahap berbasis data ini akan memberikan dasar ilmiah yang kuat bagi setiap keputusan investasi teknologi di sektor kopi.Membangun Industri Kopi Berbasis Riset dan TeknologiKolaborasi antara ALKO dan Biomass Indonesia Global menunjukkan bahwa masa depan industri kopi Indonesia tidak lagi hanya ditentukan oleh luas lahan atau volume produksi, tetapi juga oleh kemampuan pelaku usaha dalam mengembangkan inovasi teknologi.Melalui pendekatan berbasis riset, teknologi Nano Bubble diproyeksikan tidak hanya meningkatkan efisiensi proses pascapanen, tetapi juga memperkuat konsistensi mutu, mendukung keberlanjutan lingkungan, serta meningkatkan nilai tambah kopi Indonesia di pasar premium dunia.Ke depan, ALKO berencana mengintegrasikan hasil penelitian ini dengan sistem traceability berbasis blockchain QThink-X, sehingga seluruh proses pascapanen dapat terdokumentasi secara digital dan transparan, mulai dari kebun petani hingga produk diterima oleh pembeli.Sinergi antara ALKO dan Biomass Indonesia Global ini diharapkan menjadi model kolaborasi antara pelaku usaha dan perusahaan berbasis teknologi dalam membangun ekosistem kopi nasional yang lebih modern. Dengan menggabungkan inovasi, penelitian, digitalisasi, dan keberlanjutan, kedua perusahaan optimistis Indonesia tidak hanya dikenal sebagai salah satu produsen kopi terbesar dunia, tetapi juga sebagai pelopor teknologi pascapanen kopi tropis yang mampu menjadi referensi bagi industri kopi global.

Read More  

Admin Alko | 06/07/2026

Bisnis | Ekspor KopiSEOUL — PT ALKO Sumatra Kopi terus memperluas penetrasi pasar ekspor dengan mengikuti Korea Import Expo (KIE) 2026, ajang perdagangan internasional yang mempertemukan eksportir global dengan importir, distributor, retailer, dan buyer potensial dari Korea Selatan. Keikutsertaan ALKO dalam pameran tersebut difasilitasi oleh program BNI Xpora, sebagai bagian dari upaya memperkuat akses produk Indonesia ke pasar internasional.Direktur PT ALKO Sumatra Kopi, Suryono, mengatakan pasar Korea Selatan menjadi salah satu target strategis perusahaan seiring meningkatnya konsumsi kopi specialty dan kebutuhan bahan baku berkualitas tinggi di negara tersebut.“Pasar Korea memiliki karakteristik yang sangat menarik. Konsumen semakin menghargai kualitas, asal-usul produk, serta aspek keberlanjutan. Ini sejalan dengan model bisnis yang kami bangun bersama petani dan koperasi,” ujarnya.Partisipasi ALKO dalam Korea Import Expo difokuskan pada agenda business matching dengan sejumlah calon importir, perusahaan roasting, distributor minuman, jaringan kafe, hingga pelaku industri makanan dan minuman Korea Selatan.Menurut data industri kopi Korea, negara tersebut menjadi salah satu pasar kopi terbesar di Asia dengan pertumbuhan konsumsi yang terus meningkat dalam satu dekade terakhir. Tingginya permintaan terhadap specialty coffee membuka peluang bagi eksportir Indonesia untuk memperkuat pangsa pasar di kawasan Asia Timur.Tawarkan Kopi Specialty dan Sistem TraceabilityDalam pameran tersebut, ALKO membawa berbagai produk kopi specialty Indonesia yang berasal dari jaringan petani dan koperasi mitra di sejumlah daerah penghasil kopi unggulan seperti Kerinci, Gayo, Flores, Mandailing, dan Toraja.Selain produk kopi, perusahaan juga memperkenalkan sistem traceability digital berbasis QThink-X yang memungkinkan pembeli menelusuri asal-usul produk mulai dari tingkat petani hingga proses ekspor.Penerapan teknologi tersebut dinilai semakin relevan di tengah meningkatnya tuntutan pasar global terhadap transparansi rantai pasok dan kepatuhan terhadap standar keberlanjutan.“Pasar internasional saat ini tidak hanya membeli kopi. Mereka juga ingin mengetahui siapa petaninya, bagaimana proses produksinya, dan bagaimana dampaknya terhadap lingkungan. Karena itu kami membangun sistem keterlacakan yang dapat menjawab kebutuhan tersebut,” ujarnya.BNI Xpora Dorong Ekspansi UMKM dan EksportirKeikutsertaan ALKO dalam Korea Import Expo juga menunjukkan peran BNI Xpora dalam mendukung pelaku usaha nasional memasuki pasar global. "Melalui program BNI Xpora ini diharapkan UMKM dan eksportir Indonesia mendapatkan akses terhadap jaringan buyer internasional, informasi pasar, dan dapat di jadikan sebagai fasilitasi promosi..", Ujar Edi Pramono selaku Kepala Cabang BNI Seoul Branch.Bagi ALKO, dukungan tersebut menjadi peluang untuk mempercepat perluasan pasar sekaligus memperkenalkan model bisnis kopi berbasis koperasi yang selama ini dikembangkan di Kerinci, Jambi.Perusahaan berharap agenda business matching selama pameran dapat menghasilkan kontrak dagang baru dan memperluas kerja sama dengan pelaku industri kopi Korea Selatan.Melalui partisipasi dalam Korea Import Expo 2026, ALKO berharap dapat memperkuat posisi kopi Indonesia di pasar Asia Timur sekaligus memperluas kontribusi petani dalam rantai pasok global.“Target kami bukan hanya meningkatkan volume ekspor, tetapi membangun posisi kopi Indonesia sebagai produk premium yang memiliki identitas, kualitas, dan sistem keberlanjutan yang diakui dunia,” kata Suryono.

Read More  

Admin Alko | 23/06/2026

Segera hubungi kami untuk kerjasama!

Get Started

Lokasi

Kantor:

Jl. Batang Sangir, no.15, rt.04, Batang Sangir, Kayu Aro, Kerinci, Jambi 37163

Gudang:

Jl Raya Sungai Sikai, No 15 RT 04 desa Sungai Sikai, kec. Gunung Tujuh, Kab. Kerinci, Jambi 37063

Lokasi

Kantor:

Jl. Batang Sangir, no.15, rt.04, Batang Sangir, Kayu Aro, Kerinci, Jambi 37163

Gudang:

Jl Raya Sungai Sikai, No 15 RT 04 desa Sungai Sikai, kec. Gunung Tujuh, Kab. Kerinci, Jambi 37063

© 2021 ALKO - All Rights Reserved.