Belajar dari ALKO: Mengapa Koperasi Tidak Boleh Takut pada Anak Muda

Admin Alko | 07/06/2026


Ada satu pertanyaan yang sering muncul dalam diskusi tentang masa depan koperasi di Indonesia: siapa yang akan melanjutkan?

Pertanyaan ini bukan tanpa alasan. Di banyak daerah, jumlah petani terus menua. Anak-anak muda memilih merantau ke kota, bekerja di sektor jasa, industri, atau teknologi. Pertanian dianggap pekerjaan yang berat, berisiko tinggi, dan kurang menjanjikan.

Fenomena ini tidak hanya terjadi di Indonesia. Organisasi pangan dunia telah lama mengingatkan bahwa regenerasi petani menjadi salah satu tantangan terbesar sektor pertanian global.

Namun di tengah kekhawatiran tersebut, ada pelajaran menarik yang muncul dari Koperasi ALKO di Gunung Kerinci.

Pelajaran itu sederhana: masa depan koperasi bukan terletak pada seberapa banyak anak muda yang masuk, tetapi pada seberapa besar ruang yang diberikan kepada mereka untuk berkontribusi.

Ketika Anak Muda Hanya Menjadi Penonton

Banyak organisasi mengeluhkan minimnya keterlibatan generasi muda. Namun tidak sedikit pula yang tanpa sadar menjadikan anak muda hanya sebagai pelengkap.

Mereka diundang dalam rapat, tetapi tidak dilibatkan dalam pengambilan keputusan.

Mereka diminta membantu kegiatan lapangan, tetapi tidak diberi ruang untuk menyampaikan ide.

Mereka dianggap penting untuk masa depan, tetapi tidak diberi tanggung jawab pada masa sekarang.

Akibatnya, anak muda hadir secara fisik, tetapi tidak merasa memiliki organisasi.

Ketika rasa memiliki tidak tumbuh, keterlibatan pun perlahan menghilang.

ALKO memilih pendekatan yang berbeda.

Memberi Ruang Sebelum Meminta Loyalitas

Di ALKO, keterlibatan generasi muda tidak dimulai dari tuntutan, melainkan dari kesempatan.

Anak muda tidak hanya diajak bergabung. Mereka diberi ruang untuk mencoba, berpendapat, bahkan melakukan kesalahan.

Dalam banyak organisasi, pengalaman sering menjadi syarat utama untuk mendapat kepercayaan. Di ALKO, pengalaman tetap dihargai, tetapi semangat belajar juga diberi tempat.

Pendekatan ini menciptakan lingkungan yang lebih terbuka.

Generasi muda merasa bahwa koperasi bukan sekadar organisasi milik generasi sebelumnya, melainkan ruang bersama yang dapat mereka bentuk dan kembangkan.

Generasi Digital dan Cara Pandang Baru

Anak muda hari ini tumbuh dalam dunia yang berbeda.

Mereka terbiasa mencari informasi melalui internet. Mereka belajar melalui video, komunitas digital, dan jaringan global. Mereka berinteraksi tanpa batas geografis.

Cara pandang seperti ini membawa perspektif baru bagi koperasi.

Mereka melihat peluang pemasaran digital.
Mereka memahami pentingnya branding.
Mereka terbiasa membaca data.
Mereka cepat beradaptasi dengan teknologi baru.

Hal-hal yang mungkin dianggap rumit oleh generasi sebelumnya justru menjadi kebiasaan sehari-hari bagi mereka.

Di ALKO, kemampuan ini tidak dianggap ancaman terhadap sistem yang sudah ada. Sebaliknya, ia dipandang sebagai aset yang perlu dimanfaatkan.

Dari Kebun ke Blockchain

Salah satu contoh nyata adalah bagaimana generasi muda terlibat dalam pengembangan sistem digital koperasi.

Jika sebelumnya data produksi dicatat secara manual, kini banyak proses telah terdigitalisasi. Sistem traceability, aplikasi blockchain, pemetaan lahan, hingga komunikasi digital menjadi bagian dari keseharian organisasi.

Perubahan seperti ini membutuhkan orang-orang yang mampu menjembatani dunia pertanian dan dunia teknologi.

Di sinilah peran generasi muda menjadi sangat penting.

Mereka membantu menerjemahkan kebutuhan lapangan ke dalam bahasa sistem. Mereka memahami bahwa teknologi bukan tujuan, melainkan alat untuk memperkuat nilai ekonomi petani.

Dengan cara ini, digitalisasi tidak terasa sebagai sesuatu yang datang dari luar. Ia tumbuh dari kebutuhan nyata di lapangan.

Mengubah Cara Pandang terhadap Pertanian

Selama bertahun-tahun, pertanian sering dipersepsikan sebagai sektor tradisional yang jauh dari inovasi.

Padahal kenyataannya, pertanian modern membutuhkan berbagai keahlian baru:

  • Analisis data

  • Teknologi informasi

  • Pemasaran digital

  • Manajemen rantai pasok

  • Pengembangan bisnis

  • Komunikasi global

Artinya, masa depan pertanian tidak hanya membutuhkan petani yang mampu menanam, tetapi juga generasi muda yang mampu mengelola informasi, membangun jaringan, dan menciptakan nilai tambah.

ALKO menjadi contoh bagaimana pertanian dapat menjadi ruang yang menarik bagi anak muda ketika dikelola dengan perspektif yang lebih luas.

Pengalaman dan Inovasi Harus Berjalan Bersama

Meski demikian, keterlibatan anak muda bukan berarti mengesampingkan generasi yang lebih senior.

Salah satu kekuatan ALKO adalah kemampuannya mempertemukan pengalaman dan inovasi dalam satu ruang yang sama.

Generasi senior memahami karakter tanah, cuaca, dan praktik budidaya yang telah teruji waktu.

Generasi muda membawa perspektif baru tentang teknologi, pasar, dan peluang masa depan.

Ketika keduanya saling mendengar, lahirlah keputusan yang lebih baik.

Pengalaman menjaga arah.
Inovasi mempercepat langkah.

Keduanya tidak saling menggantikan, tetapi saling melengkapi.

Koperasi sebagai Ruang Belajar

Banyak orang melihat koperasi hanya sebagai lembaga ekonomi. Padahal dalam praktiknya, koperasi juga merupakan ruang belajar sosial.

Di ALKO, proses belajar terjadi setiap hari.

Petani belajar memahami pasar global.
Generasi muda belajar memahami realitas pertanian.
Pengurus belajar membangun sistem yang lebih baik.
Anggota belajar beradaptasi dengan perubahan.

Budaya belajar inilah yang membuat organisasi tetap relevan.

Karena sesungguhnya tantangan terbesar bukanlah perubahan itu sendiri, melainkan ketidakmauan untuk belajar.

Menyiapkan Pemimpin Masa Depan

Setiap organisasi membutuhkan regenerasi. Namun regenerasi tidak terjadi secara otomatis.

Ia harus dipersiapkan.

Anak muda tidak akan tiba-tiba menjadi pemimpin jika mereka tidak pernah diberi kesempatan memimpin.

Mereka tidak akan memahami tanggung jawab organisasi jika hanya ditempatkan sebagai pelaksana.

Karena itu, salah satu investasi terpenting koperasi adalah menciptakan ruang kepemimpinan bagi generasi muda.

Tidak harus langsung memegang posisi tertinggi. Yang penting, mereka belajar mengambil keputusan, memikul tanggung jawab, dan memahami nilai-nilai organisasi.

Proses ini membutuhkan waktu. Tetapi hasilnya menentukan masa depan.

Masa Depan Koperasi Ada pada Kolaborasi

Kisah ALKO menunjukkan bahwa regenerasi bukan soal mengganti generasi lama dengan generasi baru.

Masa depan dibangun melalui kolaborasi.

Generasi yang lebih senior membawa pengalaman dan kebijaksanaan. Generasi yang lebih muda membawa energi dan inovasi.

Ketika keduanya berjalan bersama, koperasi memiliki peluang lebih besar untuk bertahan dan berkembang.

Di tengah perubahan dunia yang semakin cepat, kemampuan berkolaborasi lintas generasi menjadi salah satu aset paling berharga.

Karena pada akhirnya, koperasi bukan hanya tentang ekonomi.

Ia adalah tentang keberlanjutan pengetahuan, keberlanjutan komunitas, dan keberlanjutan harapan.

Dan harapan itu akan tetap hidup selama ada generasi yang mau belajar dari masa lalu, sekaligus berani membangun masa depan.

Share this :
Share this :

Blog

Other News recommendations for you

Blog

Other News recommendations for you

Kunjungan Duta Besar Republik Islam Pakistan untuk Indonesia, H.E. Mr. Zahid Hafeez Chaudhri, ke Kerinci tidak hanya menjadi agenda penjajakan perdagangan kopi, tetapi juga mencerminkan semakin eratnya hubungan bilateral Indonesia dan Pakistan melalui diplomasi ekonomi berbasis daerah.Indonesia dan Pakistan merupakan dua negara sahabat yang telah menjalin hubungan diplomatik sejak tahun 1950. Selama lebih dari tujuh dekade, kedua negara terus memperkuat kerja sama di berbagai sektor, mulai dari perdagangan, investasi, pendidikan, pertanian, hingga pertukaran budaya. Dalam beberapa tahun terakhir, kedua pemerintah juga terus mendorong peningkatan nilai perdagangan sebagai bagian dari penguatan kemitraan ekonomi.Dalam kunjungannya ke ekosistem ALKO di Kerinci, Duta Besar Pakistan menilai model yang dikembangkan ALKO memiliki nilai strategis karena tidak hanya menghasilkan komoditas berkualitas, tetapi juga membangun sistem produksi yang berkelanjutan, transparan, dan mampu memberikan manfaat langsung kepada petani."Saya datang dengan tujuan melihat potensi perdagangan kopi. Namun setelah berada di ALKO, saya melihat sesuatu yang jauh lebih besar. Yang dibangun bukan sekadar bisnis kopi, tetapi sebuah ekosistem yang menghubungkan petani, koperasi, teknologi, keberlanjutan, dan akses pasar internasional. Model seperti ini sangat relevan dengan kebutuhan perdagangan global saat ini," ujar H.E. Mr. Zahid Hafeez Chaudhri.Ia menambahkan bahwa pendekatan tersebut membuka peluang kerja sama yang lebih luas antara Pakistan dan Indonesia."Kami tidak ingin membatasi kerja sama hanya pada kopi. Setelah melihat potensi yang dimiliki ALKO, kami melihat peluang besar untuk mengembangkan perdagangan berbagai komoditas unggulan Indonesia ke Pakistan. Ini merupakan kesempatan untuk memperkuat hubungan ekonomi kedua negara melalui sektor riil yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat," katanya.Menurut Duta Besar Pakistan, hubungan bilateral yang telah terjalin lama perlu terus diperkuat melalui kolaborasi konkret antara pelaku usaha kedua negara. Ia menilai kerja sama seperti yang dibangun ALKO dapat menjadi contoh bagaimana diplomasi ekonomi mampu diterjemahkan menjadi kemitraan bisnis yang berkelanjutan.Senada dengan itu, CEO PT ALKO Sumatra Kopi, Suryono, mengatakan bahwa kunjungan tersebut menjadi kehormatan sekaligus momentum penting untuk memperluas kerja sama perdagangan Indonesia–Pakistan."Kami percaya hubungan persahabatan antara Indonesia dan Pakistan yang telah terbangun selama puluhan tahun dapat diperkuat melalui kolaborasi bisnis yang saling menguntungkan. ALKO siap menjadi bagian dari upaya tersebut dengan menghadirkan komoditas yang berkualitas, memiliki sistem traceability, dan diproduksi melalui prinsip keberlanjutan," ujar Suryono.Menurutnya, kerja sama yang akan dituangkan dalam nota kesepahaman pada Rapat Anggota Tahunan Koperasi ALKO bukan hanya berorientasi pada peningkatan volume perdagangan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan ekonomi kedua negara melalui pengembangan perdagangan multi-komoditas, pembangunan hub distribusi di Pakistan, dan kemitraan jangka panjang yang memberikan manfaat bagi petani serta pelaku usaha di kedua negara.Dengan fondasi hubungan diplomatik yang telah berlangsung lebih dari 75 tahun, kunjungan Duta Besar Pakistan ke Kerinci diharapkan menjadi tonggak baru dalam memperkuat diplomasi ekonomi Indonesia–Pakistan, sekaligus membuka jalan bagi semakin banyak komoditas unggulan Indonesia untuk memasuki pasar Pakistan dan kawasan Asia Selatan.

Read More  

Admin Alko | 16/07/2026

Kerinci, Jambi — Industri kopi Indonesia memasuki babak baru transformasi berbasis teknologi. PT ALKO Sumatra Kopi bersama PT Biomass Indonesia Global (BIG) menyelesaikan penelitian komprehensif mengenai peningkatan kualitas proses pascapanen kopi melalui pengembangan teknologi Nano Bubble. Kolaborasi ini menjadi langkah strategis dalam membangun standar baru pengolahan kopi nasional yang lebih modern, berbasis sains, efisien, dan berkelanjutan.Hasil penelitian yang dituangkan dalam Comprehensive Quality Assessment & Improvement Report ALKO–BIG menunjukkan bahwa peningkatan mutu kopi tidak semata ditentukan oleh kualitas bahan baku maupun sumber air, tetapi sangat dipengaruhi oleh optimalisasi proses pencucian (washing process). Temuan tersebut membuka peluang lahirnya standar operasional baru bagi industri kopi Indonesia yang dapat diterapkan secara luas oleh koperasi, eksportir, maupun pelaku usaha kopi.Direktur PT ALKO Sumatra Kopi mengatakan kolaborasi dengan Biomass Indonesia Global merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk mengembangkan sistem science-based coffee processing, yaitu sistem pengolahan kopi yang seluruh prosesnya didukung oleh penelitian ilmiah, pengukuran laboratorium, serta inovasi teknologi."Selama ini industri kopi lebih banyak berbicara mengenai varietas, budidaya, atau cita rasa. Padahal kualitas akhir produk juga sangat ditentukan oleh proses pascapanen. Bersama Biomass Indonesia Global, kami ingin membangun standar baru pengolahan kopi Indonesia yang berbasis riset, terukur, dan dapat direplikasi oleh industri maupun koperasi di seluruh Indonesia," ujar Direktur PT ALKO Sumatra Kopi.Menurutnya, kolaborasi ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas produk ALKO, tetapi juga menjadi kontribusi terhadap pengembangan teknologi pascapanen kopi nasional yang mampu menjawab tantangan perdagangan global.Menjawab Tantangan Industri Kopi ModernPenelitian dilakukan sebagai respons terhadap semakin ketatnya standar mutu kopi di pasar internasional, termasuk meningkatnya perhatian terhadap keamanan pangan, keberlanjutan, serta transparansi rantai pasok. Salah satu regulasi yang menjadi perhatian adalah Japan's Positive List, yang mengatur batas maksimum residu pestisida pada produk pangan impor.Namun, ALKO dan BIG memandang tantangan tersebut bukan sekadar persoalan memenuhi regulasi ekspor, melainkan momentum untuk memperbaiki sistem pengolahan kopi Indonesia melalui pendekatan ilmiah.Selama beberapa pekan, tim peneliti melakukan observasi menyeluruh terhadap kualitas sumber air, karakteristik proses pencucian, fermentasi, hingga berbagai parameter fisika dan kimia yang memengaruhi mutu kopi. Penelitian dilakukan di fasilitas pengolahan ALKO bersama jaringan petani dan koperasi mitranya.Kualitas Air Bukan Faktor PenentuSalah satu hasil penting dari penelitian tersebut adalah ditemukannya fakta bahwa kualitas sumber air yang digunakan ALKO secara umum telah memenuhi karakteristik fisikokimia yang baik untuk proses pengolahan kopi.Variasi kualitas air yang ditemukan lebih banyak dipengaruhi oleh kondisi hidrogeologi alami setiap wilayah dan tidak menjadi faktor utama yang menyebabkan residu yang menjadi perhatian pasar internasional.Temuan ini mengubah paradigma yang selama ini berkembang di kalangan pelaku industri. Jika sebelumnya banyak pihak beranggapan bahwa penggantian sumber air merupakan solusi utama peningkatan mutu, penelitian ALKO–BIG justru menunjukkan bahwa optimalisasi proses pencucian jauh lebih menentukan kualitas akhir kopi.Dengan demikian, investasi pada teknologi proses dinilai memberikan dampak yang lebih besar dibandingkan sekadar mengganti sumber air produksi.Double Washing Semakin DisempurnakanSebagai bagian dari penelitian, tim juga mengevaluasi sistem double washing yang selama ini telah diterapkan ALKO.Hasil evaluasi menunjukkan metode tersebut sudah cukup efektif dalam membersihkan lapisan yang menempel pada permukaan biji kopi. Namun, efektivitasnya masih dapat ditingkatkan melalui pengaturan rasio air, durasi pencucian, intensitas pengadukan, hingga pengelolaan kandungan oksigen terlarut dalam air.Pada pengujian proses semi-washed, misalnya, penambahan pengadukan mampu meningkatkan pelepasan padatan terlarut hampir dua kali lipat dibandingkan proses pencucian tanpa pengadukan. Kondisi tersebut mempercepat penurunan pH sehingga pelepasan residu berlangsung lebih efisien.Sebaliknya, penelitian juga menemukan bahwa proses pencucian yang berlangsung terlalu lama tanpa pergantian air justru dapat memicu fermentasi anaerob yang berpotensi menurunkan kualitas kopi akibat terbentuknya senyawa organik yang tidak diinginkan.Nano Bubble Menjadi Terobosan BaruBagian paling inovatif dari kolaborasi ALKO dan Biomass Indonesia Global adalah pengembangan teknologi Nano Bubble dalam proses pencucian kopi.Teknologi ini bekerja dengan menghasilkan gelembung udara berukuran nano yang mampu meningkatkan kadar oksigen terlarut (Dissolved Oxygen) di dalam air. Kandungan oksigen yang lebih tinggi terbukti mempercepat perpindahan residu dari permukaan biji kopi ke dalam media pencucian.Dalam serangkaian uji lapangan, perubahan parameter seperti Dissolved Oxygen (DO), Total Dissolved Solids (TDS), Electrical Conductivity (EC), temperatur, serta pH menunjukkan bahwa proses pencucian menjadi lebih cepat, lebih stabil, dan lebih efisien dibandingkan metode konvensional.Tim peneliti juga menemukan kombinasi paling optimal antara sistem double washing, rasio air 4:5, pengadukan aktif, dan aerasi sekitar 1,5 liter per menit. Formula tersebut menghasilkan waktu pencucian ideal sekitar 10–15 menit pada setiap tahap pencucian.Selain meningkatkan efisiensi proses, teknologi Nano Bubble juga menghasilkan limbah air dengan tingkat keasaman yang lebih rendah sehingga lebih ramah terhadap lingkungan.Menuju Standar Baru Industri KopiMeski menunjukkan hasil yang menjanjikan, ALKO dan BIG menegaskan bahwa penelitian ini masih merupakan baseline study. Oleh karena itu, hasil awal tersebut akan dilanjutkan melalui pengujian laboratorium untuk memverifikasi efektivitas teknologi terhadap penurunan residu pestisida seperti 2,4-D dan Isoprocarb.Sebagai tindak lanjut, Biomass Indonesia Global merekomendasikan pelaksanaan pilot project Nano Bubble di fasilitas utama ALKO. Proyek ini akan menjadi tahap validasi sebelum teknologi diterapkan secara lebih luas pada jaringan pengolahan kopi ALKO maupun koperasi-koperasi mitra di berbagai daerah.Selain itu, BIG juga merekomendasikan standardisasi parameter operasional seperti rasio air, waktu pencucian, frekuensi pengadukan, dan jadwal pergantian air agar proses pascapanen menghasilkan kualitas yang konsisten.Menurut Biomass Indonesia Global, pendekatan bertahap berbasis data ini akan memberikan dasar ilmiah yang kuat bagi setiap keputusan investasi teknologi di sektor kopi.Membangun Industri Kopi Berbasis Riset dan TeknologiKolaborasi antara ALKO dan Biomass Indonesia Global menunjukkan bahwa masa depan industri kopi Indonesia tidak lagi hanya ditentukan oleh luas lahan atau volume produksi, tetapi juga oleh kemampuan pelaku usaha dalam mengembangkan inovasi teknologi.Melalui pendekatan berbasis riset, teknologi Nano Bubble diproyeksikan tidak hanya meningkatkan efisiensi proses pascapanen, tetapi juga memperkuat konsistensi mutu, mendukung keberlanjutan lingkungan, serta meningkatkan nilai tambah kopi Indonesia di pasar premium dunia.Ke depan, ALKO berencana mengintegrasikan hasil penelitian ini dengan sistem traceability berbasis blockchain QThink-X, sehingga seluruh proses pascapanen dapat terdokumentasi secara digital dan transparan, mulai dari kebun petani hingga produk diterima oleh pembeli.Sinergi antara ALKO dan Biomass Indonesia Global ini diharapkan menjadi model kolaborasi antara pelaku usaha dan perusahaan berbasis teknologi dalam membangun ekosistem kopi nasional yang lebih modern. Dengan menggabungkan inovasi, penelitian, digitalisasi, dan keberlanjutan, kedua perusahaan optimistis Indonesia tidak hanya dikenal sebagai salah satu produsen kopi terbesar dunia, tetapi juga sebagai pelopor teknologi pascapanen kopi tropis yang mampu menjadi referensi bagi industri kopi global.

Read More  

Admin Alko | 06/07/2026

Bisnis | Ekspor KopiSEOUL — PT ALKO Sumatra Kopi terus memperluas penetrasi pasar ekspor dengan mengikuti Korea Import Expo (KIE) 2026, ajang perdagangan internasional yang mempertemukan eksportir global dengan importir, distributor, retailer, dan buyer potensial dari Korea Selatan. Keikutsertaan ALKO dalam pameran tersebut difasilitasi oleh program BNI Xpora, sebagai bagian dari upaya memperkuat akses produk Indonesia ke pasar internasional.Direktur PT ALKO Sumatra Kopi, Suryono, mengatakan pasar Korea Selatan menjadi salah satu target strategis perusahaan seiring meningkatnya konsumsi kopi specialty dan kebutuhan bahan baku berkualitas tinggi di negara tersebut.“Pasar Korea memiliki karakteristik yang sangat menarik. Konsumen semakin menghargai kualitas, asal-usul produk, serta aspek keberlanjutan. Ini sejalan dengan model bisnis yang kami bangun bersama petani dan koperasi,” ujarnya.Partisipasi ALKO dalam Korea Import Expo difokuskan pada agenda business matching dengan sejumlah calon importir, perusahaan roasting, distributor minuman, jaringan kafe, hingga pelaku industri makanan dan minuman Korea Selatan.Menurut data industri kopi Korea, negara tersebut menjadi salah satu pasar kopi terbesar di Asia dengan pertumbuhan konsumsi yang terus meningkat dalam satu dekade terakhir. Tingginya permintaan terhadap specialty coffee membuka peluang bagi eksportir Indonesia untuk memperkuat pangsa pasar di kawasan Asia Timur.Tawarkan Kopi Specialty dan Sistem TraceabilityDalam pameran tersebut, ALKO membawa berbagai produk kopi specialty Indonesia yang berasal dari jaringan petani dan koperasi mitra di sejumlah daerah penghasil kopi unggulan seperti Kerinci, Gayo, Flores, Mandailing, dan Toraja.Selain produk kopi, perusahaan juga memperkenalkan sistem traceability digital berbasis QThink-X yang memungkinkan pembeli menelusuri asal-usul produk mulai dari tingkat petani hingga proses ekspor.Penerapan teknologi tersebut dinilai semakin relevan di tengah meningkatnya tuntutan pasar global terhadap transparansi rantai pasok dan kepatuhan terhadap standar keberlanjutan.“Pasar internasional saat ini tidak hanya membeli kopi. Mereka juga ingin mengetahui siapa petaninya, bagaimana proses produksinya, dan bagaimana dampaknya terhadap lingkungan. Karena itu kami membangun sistem keterlacakan yang dapat menjawab kebutuhan tersebut,” ujarnya.BNI Xpora Dorong Ekspansi UMKM dan EksportirKeikutsertaan ALKO dalam Korea Import Expo juga menunjukkan peran BNI Xpora dalam mendukung pelaku usaha nasional memasuki pasar global. "Melalui program BNI Xpora ini diharapkan UMKM dan eksportir Indonesia mendapatkan akses terhadap jaringan buyer internasional, informasi pasar, dan dapat di jadikan sebagai fasilitasi promosi..", Ujar Edi Pramono selaku Kepala Cabang BNI Seoul Branch.Bagi ALKO, dukungan tersebut menjadi peluang untuk mempercepat perluasan pasar sekaligus memperkenalkan model bisnis kopi berbasis koperasi yang selama ini dikembangkan di Kerinci, Jambi.Perusahaan berharap agenda business matching selama pameran dapat menghasilkan kontrak dagang baru dan memperluas kerja sama dengan pelaku industri kopi Korea Selatan.Melalui partisipasi dalam Korea Import Expo 2026, ALKO berharap dapat memperkuat posisi kopi Indonesia di pasar Asia Timur sekaligus memperluas kontribusi petani dalam rantai pasok global.“Target kami bukan hanya meningkatkan volume ekspor, tetapi membangun posisi kopi Indonesia sebagai produk premium yang memiliki identitas, kualitas, dan sistem keberlanjutan yang diakui dunia,” kata Suryono.

Read More  

Admin Alko | 23/06/2026

Segera hubungi kami untuk kerjasama!

Get Started

Lokasi

Kantor:

Jl. Batang Sangir, no.15, rt.04, Batang Sangir, Kayu Aro, Kerinci, Jambi 37163

Gudang:

Jl Raya Sungai Sikai, No 15 RT 04 desa Sungai Sikai, kec. Gunung Tujuh, Kab. Kerinci, Jambi 37063

Lokasi

Kantor:

Jl. Batang Sangir, no.15, rt.04, Batang Sangir, Kayu Aro, Kerinci, Jambi 37163

Gudang:

Jl Raya Sungai Sikai, No 15 RT 04 desa Sungai Sikai, kec. Gunung Tujuh, Kab. Kerinci, Jambi 37063

© 2021 ALKO - All Rights Reserved.