ALKO Resmi Terapkan Teknologi Ketelusuran Berbasis Blockchain untuk Ekspor Kopi Arabika Specialty Kerinci ke Seattle, USA – November 2025

Admin Alko | 22/11/2025


Kerinci, November 2025 — PT ALKO Sumatra International bersama Koperasi Alam Korintji (ALKO Cooperative) menegaskan langkah besarnya menuju pasar global dengan memulai program Road to Export kopi Arabika specialty Kerinci ke Seattle, Amerika Serikat. Pengiriman internasional yang dijadwalkan berlangsung pada November 2025 ini bukan hanya menjadi momentum penting bagi komoditas kopi Kerinci, tetapi juga menandai era baru industri kopi Indonesia dengan penerapan teknologi traceability berbasis blockchain.

Pada dokumentasi lapangan yang diambil di Rumah Pengolahan Kopi PT ALKO Sumatra International di Gunung Tujuh, tampak para pekerja dan tim operasional ALKO memegang spanduk bertuliskan “Road to Ekspor Kopi Arabika Specialty Indonesia Kerinci Berbasis Traceability Blockchain ke Seattle – November 2025.” Di belakang mereka terlihat truk ekspedisi yang sedang memuat karung-karung kopi siap kirim. Foto ini bukan sekadar penanda dimulainya proses logistik, tetapi simbol dari transformasi digital yang membawa kopi Kerinci memasuki rantai pasok global yang jauh lebih transparan, akurat, dan terpercaya.


Transformasi Besar: Dari Lereng Gunung Kerinci ke Pasar Premium Amerika

Kopi Arabika Kerinci telah dikenal luas sebagai salah satu kopi specialty terbaik di Indonesia, dengan karakter rasa yang kompleks, bersih, dan khas pegunungan vulkanik. Namun dalam beberapa tahun terakhir, tuntutan pasar global—terutama Eropa dan Amerika—tidak hanya menginginkan kopi berkualitas tinggi, tetapi juga kopi yang dapat ditelusuri secara penuh dari kebun hingga ke cangkir (farm-to-cup).

Permintaan terhadap ketelusuran ini semakin meningkat terutama karena regulasi global seperti EUDR (European Union Deforestation Regulation) dan standar sustainability pasar Amerika. Di sinilah ALKO mengambil posisi strategis sebagai pelopor, dengan menerapkan sistem blockchain sebagai fondasi utama transparansi data.

ALKO memahami bahwa pasar specialty membutuhkan tiga hal utama:

1. Kualitas rasa yang konsisten


2. Keberlanjutan (sustainability) dan bebas deforestasi


3. Ketelusuran data yang tidak dapat dimanipulasi


Melalui penerapan blockchain, ketiga hal tersebut kini bisa dipenuhi secara menyeluruh dan dapat divalidasi langsung oleh pembeli di Seattle.


Blockchain: Standar Baru Ketelusuran Kopi Kerinci

Teknologi blockchain memberikan ketelusuran yang tidak bisa diubah dan tidak bisa dipalsukan (immutable). Setiap proses dari kebun hingga ekspor dicatat menjadi rantai data yang saling terhubung dan diverifikasi secara digital.

ALKO menerapkan sistem ini melalui aplikasi QThink-X Traceability Apps, yang terintegrasi dengan sistem Sabani untuk pengolahan data lapangan. Sistem ini memungkinkan:

1. Pencatatan Identitas Petani dan Lokasi Kebun

Setiap petani memiliki ID digital

Koordinat kebun diambil secara GPS

Luas lahan, jumlah pohon, dan praktik budidaya terekam otomatis


2. Pencatatan Proses Pascapanen

Mulai dari cherry picking, fermentasi, pencucian, penjemuran, grading, hingga proses dry mill di pabrik ALKO, semua data dicatat ke dalam sistem blockchain.

3. Validasi Anti-Deforestasi

Sistem mendeteksi apakah kebun berada di area non-deforestasi, sesuai standar permintaan pasar global dan NGO lingkungan.

4. Pelacakan Logistik

Setiap karung kopi memiliki batch code dan QR traceable. Pembeli di Seattle dapat melihat:

siapa petaninya

kapan dipanen

bagaimana diproses

kapan dikirim dari Kerinci

kapan tiba di pelabuhan USA


Teknologi ini menjadikan ALKO salah satu pelaku industri kopi Indonesia yang memiliki rantai pasok terlengkap, terdigitalisasi, dan paling transparan.


Kolaborasi Internasional: Kerinci–Seattle

Ekspor ini dilakukan melalui kerja sama dengan Royal Coffee (USA), salah satu importir specialty coffee terbesar di Amerika. Royal memilih Kerinci bukan hanya karena kualitas rasa, tetapi juga karena komitmen ALKO terhadap ketelusuran dan keberlanjutan.

Seattle dipilih sebagai tujuan utama karena kota tersebut merupakan pusat industri kopi internasional—rumah bagi roaster, importir, dan komunitas kopi paling aktif di dunia.

Pengiriman yang dijadwalkan pada November 2025 akan menjadi tonggak baru, menempatkan kopi Kerinci sejajar dengan kopi-kopi terbaik dunia seperti Kolombia, Ethiopia, dan Guatemala.


Kesiapan Lapangan: Pekerja, Petani, dan Sistem Logistik yang Terintegrasi

Dalam proses pemuatan yang terdokumentasi, terlihat bagaimana setiap karung kopi disortir, ditumpuk, dan disiapkan sesuai standar ekspor. Pekerja ALKO:

memakai perlengkapan keselamatan

memastikan karung tetap kering dan aman

mencatat batch setiap pengiriman

memindai QR code sebelum dimasukkan ke truk


Di area pemuatan, terlihat mesin, karung bahan baku, serta fasilitas pengolahan ALKO yang telah memenuhi standar export-ready facility. Semua ini menunjukkan bahwa Kerinci siap bersaing dengan negara produsen besar dunia dari sisi kualitas sekaligus teknologi.


Dampak Ekonomi bagi Petani Kerinci

Penerapan blockchain tidak hanya menguntungkan pembeli internasional. Ini menjadi terobosan besar bagi petani karena:

1. Harga Premium dari Transparansi Data

Kopi dengan data lengkap lebih mudah diterima pasar specialty sehingga petani mendapat harga yang lebih tinggi.

2. Petani Mendapatkan Identitas Digital

ID digital petani membuat mereka terhubung dengan ekosistem pembeli global.

3. Akses Program Keberlanjutan

Petani yang terekam dalam sistem lebih mudah mendapat:

pelatihan

bantuan alat

akses finansial

program sertifikasi


4. Rantai Pasok yang Adil (Fair Value Chain)

Blockchain membuat margin lebih transparan sehingga petani mendapat bagian lebih adil dari nilai jual.


Komitmen ALKO untuk Keberlanjutan

ALKO sejak awal mengembangkan model bisnis berbasis:

edukasi petani

pengelolaan sampah kebun

agroforestri

konservasi

pemberdayaan komunitas


Dengan sistem blockchain, komitmen ini kini dapat dibuktikan dan diverifikasi oleh pembeli global, bukan sekadar klaim.


Menuju 2025: Kerinci Menjadi Pusat Kopi Berstandar Global

Dengan adanya Road to Export Seattle 2025, ALKO menargetkan:

1. Meningkatkan volume ekspor

Kopi Kerinci harus mampu mengisi pasar specialty USA yang terus tumbuh.

2. Memperluas adopsi blockchain ke seluruh petani mitra

Sistem ini akan diperluas untuk 3.000 petani dalam dua tahun.

3. Menjadikan Kerinci sebagai daerah kopi traceable nomor satu di Indonesia

Sebagai pusat inovasi digital pertanian dan keberlanjutan.

4. Membangun kredibilitas Kerinci di panggung global

Melalui konsistensi kualitas dan transparansi data.

Pernyataan Resmi dari Tim Operasional ALKO

Ketua Tim Operasional ALKO menyampaikan:

 â€śLangkah ini adalah batu loncatan besar untuk membawa kopi Kerinci menjadi salah satu specialty coffee paling terpercaya di dunia. Teknologi blockchain bukan hanya memenuhi permintaan pasar, tetapi juga membuka peluang untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Transparansi adalah masa depan kopi, dan ALKO siap menjadi pelopornya.”




---

Penutup: Kerinci Menatap Dunia

Dengan dimulainya persiapan ekspor ini, ALKO menegaskan bahwa industri kopi Kerinci telah memasuki era modern. Tidak lagi hanya mengandalkan kualitas rasa, tetapi juga mengedepankan:

teknologi digital

keberlanjutan

transparansi data

keadilan rantai pasok


Kopi Kerinci kini berdiri sejajar dengan kopi terbaik dunia, bukan hanya karena cita rasa, tetapi karena integritasnya.

Perjalanan menuju Seattle hanyalah awal. Masa depan kopi Indonesia ada pada ketelusuran, teknologi, dan inovasi. Dan ALKO berada di garis depan perubahan itu.

Share this :
Share this :

Blog

Other News recommendations for you

Blog

Other News recommendations for you

Kunjungan Duta Besar Republik Islam Pakistan untuk Indonesia, H.E. Mr. Zahid Hafeez Chaudhri, ke Kerinci tidak hanya menjadi agenda penjajakan perdagangan kopi, tetapi juga mencerminkan semakin eratnya hubungan bilateral Indonesia dan Pakistan melalui diplomasi ekonomi berbasis daerah.Indonesia dan Pakistan merupakan dua negara sahabat yang telah menjalin hubungan diplomatik sejak tahun 1950. Selama lebih dari tujuh dekade, kedua negara terus memperkuat kerja sama di berbagai sektor, mulai dari perdagangan, investasi, pendidikan, pertanian, hingga pertukaran budaya. Dalam beberapa tahun terakhir, kedua pemerintah juga terus mendorong peningkatan nilai perdagangan sebagai bagian dari penguatan kemitraan ekonomi.Dalam kunjungannya ke ekosistem ALKO di Kerinci, Duta Besar Pakistan menilai model yang dikembangkan ALKO memiliki nilai strategis karena tidak hanya menghasilkan komoditas berkualitas, tetapi juga membangun sistem produksi yang berkelanjutan, transparan, dan mampu memberikan manfaat langsung kepada petani."Saya datang dengan tujuan melihat potensi perdagangan kopi. Namun setelah berada di ALKO, saya melihat sesuatu yang jauh lebih besar. Yang dibangun bukan sekadar bisnis kopi, tetapi sebuah ekosistem yang menghubungkan petani, koperasi, teknologi, keberlanjutan, dan akses pasar internasional. Model seperti ini sangat relevan dengan kebutuhan perdagangan global saat ini," ujar H.E. Mr. Zahid Hafeez Chaudhri.Ia menambahkan bahwa pendekatan tersebut membuka peluang kerja sama yang lebih luas antara Pakistan dan Indonesia."Kami tidak ingin membatasi kerja sama hanya pada kopi. Setelah melihat potensi yang dimiliki ALKO, kami melihat peluang besar untuk mengembangkan perdagangan berbagai komoditas unggulan Indonesia ke Pakistan. Ini merupakan kesempatan untuk memperkuat hubungan ekonomi kedua negara melalui sektor riil yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat," katanya.Menurut Duta Besar Pakistan, hubungan bilateral yang telah terjalin lama perlu terus diperkuat melalui kolaborasi konkret antara pelaku usaha kedua negara. Ia menilai kerja sama seperti yang dibangun ALKO dapat menjadi contoh bagaimana diplomasi ekonomi mampu diterjemahkan menjadi kemitraan bisnis yang berkelanjutan.Senada dengan itu, CEO PT ALKO Sumatra Kopi, Suryono, mengatakan bahwa kunjungan tersebut menjadi kehormatan sekaligus momentum penting untuk memperluas kerja sama perdagangan Indonesia–Pakistan."Kami percaya hubungan persahabatan antara Indonesia dan Pakistan yang telah terbangun selama puluhan tahun dapat diperkuat melalui kolaborasi bisnis yang saling menguntungkan. ALKO siap menjadi bagian dari upaya tersebut dengan menghadirkan komoditas yang berkualitas, memiliki sistem traceability, dan diproduksi melalui prinsip keberlanjutan," ujar Suryono.Menurutnya, kerja sama yang akan dituangkan dalam nota kesepahaman pada Rapat Anggota Tahunan Koperasi ALKO bukan hanya berorientasi pada peningkatan volume perdagangan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan ekonomi kedua negara melalui pengembangan perdagangan multi-komoditas, pembangunan hub distribusi di Pakistan, dan kemitraan jangka panjang yang memberikan manfaat bagi petani serta pelaku usaha di kedua negara.Dengan fondasi hubungan diplomatik yang telah berlangsung lebih dari 75 tahun, kunjungan Duta Besar Pakistan ke Kerinci diharapkan menjadi tonggak baru dalam memperkuat diplomasi ekonomi Indonesia–Pakistan, sekaligus membuka jalan bagi semakin banyak komoditas unggulan Indonesia untuk memasuki pasar Pakistan dan kawasan Asia Selatan.

Read More  

Admin Alko | 16/07/2026

Kerinci, Jambi — Industri kopi Indonesia memasuki babak baru transformasi berbasis teknologi. PT ALKO Sumatra Kopi bersama PT Biomass Indonesia Global (BIG) menyelesaikan penelitian komprehensif mengenai peningkatan kualitas proses pascapanen kopi melalui pengembangan teknologi Nano Bubble. Kolaborasi ini menjadi langkah strategis dalam membangun standar baru pengolahan kopi nasional yang lebih modern, berbasis sains, efisien, dan berkelanjutan.Hasil penelitian yang dituangkan dalam Comprehensive Quality Assessment & Improvement Report ALKO–BIG menunjukkan bahwa peningkatan mutu kopi tidak semata ditentukan oleh kualitas bahan baku maupun sumber air, tetapi sangat dipengaruhi oleh optimalisasi proses pencucian (washing process). Temuan tersebut membuka peluang lahirnya standar operasional baru bagi industri kopi Indonesia yang dapat diterapkan secara luas oleh koperasi, eksportir, maupun pelaku usaha kopi.Direktur PT ALKO Sumatra Kopi mengatakan kolaborasi dengan Biomass Indonesia Global merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk mengembangkan sistem science-based coffee processing, yaitu sistem pengolahan kopi yang seluruh prosesnya didukung oleh penelitian ilmiah, pengukuran laboratorium, serta inovasi teknologi."Selama ini industri kopi lebih banyak berbicara mengenai varietas, budidaya, atau cita rasa. Padahal kualitas akhir produk juga sangat ditentukan oleh proses pascapanen. Bersama Biomass Indonesia Global, kami ingin membangun standar baru pengolahan kopi Indonesia yang berbasis riset, terukur, dan dapat direplikasi oleh industri maupun koperasi di seluruh Indonesia," ujar Direktur PT ALKO Sumatra Kopi.Menurutnya, kolaborasi ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas produk ALKO, tetapi juga menjadi kontribusi terhadap pengembangan teknologi pascapanen kopi nasional yang mampu menjawab tantangan perdagangan global.Menjawab Tantangan Industri Kopi ModernPenelitian dilakukan sebagai respons terhadap semakin ketatnya standar mutu kopi di pasar internasional, termasuk meningkatnya perhatian terhadap keamanan pangan, keberlanjutan, serta transparansi rantai pasok. Salah satu regulasi yang menjadi perhatian adalah Japan's Positive List, yang mengatur batas maksimum residu pestisida pada produk pangan impor.Namun, ALKO dan BIG memandang tantangan tersebut bukan sekadar persoalan memenuhi regulasi ekspor, melainkan momentum untuk memperbaiki sistem pengolahan kopi Indonesia melalui pendekatan ilmiah.Selama beberapa pekan, tim peneliti melakukan observasi menyeluruh terhadap kualitas sumber air, karakteristik proses pencucian, fermentasi, hingga berbagai parameter fisika dan kimia yang memengaruhi mutu kopi. Penelitian dilakukan di fasilitas pengolahan ALKO bersama jaringan petani dan koperasi mitranya.Kualitas Air Bukan Faktor PenentuSalah satu hasil penting dari penelitian tersebut adalah ditemukannya fakta bahwa kualitas sumber air yang digunakan ALKO secara umum telah memenuhi karakteristik fisikokimia yang baik untuk proses pengolahan kopi.Variasi kualitas air yang ditemukan lebih banyak dipengaruhi oleh kondisi hidrogeologi alami setiap wilayah dan tidak menjadi faktor utama yang menyebabkan residu yang menjadi perhatian pasar internasional.Temuan ini mengubah paradigma yang selama ini berkembang di kalangan pelaku industri. Jika sebelumnya banyak pihak beranggapan bahwa penggantian sumber air merupakan solusi utama peningkatan mutu, penelitian ALKO–BIG justru menunjukkan bahwa optimalisasi proses pencucian jauh lebih menentukan kualitas akhir kopi.Dengan demikian, investasi pada teknologi proses dinilai memberikan dampak yang lebih besar dibandingkan sekadar mengganti sumber air produksi.Double Washing Semakin DisempurnakanSebagai bagian dari penelitian, tim juga mengevaluasi sistem double washing yang selama ini telah diterapkan ALKO.Hasil evaluasi menunjukkan metode tersebut sudah cukup efektif dalam membersihkan lapisan yang menempel pada permukaan biji kopi. Namun, efektivitasnya masih dapat ditingkatkan melalui pengaturan rasio air, durasi pencucian, intensitas pengadukan, hingga pengelolaan kandungan oksigen terlarut dalam air.Pada pengujian proses semi-washed, misalnya, penambahan pengadukan mampu meningkatkan pelepasan padatan terlarut hampir dua kali lipat dibandingkan proses pencucian tanpa pengadukan. Kondisi tersebut mempercepat penurunan pH sehingga pelepasan residu berlangsung lebih efisien.Sebaliknya, penelitian juga menemukan bahwa proses pencucian yang berlangsung terlalu lama tanpa pergantian air justru dapat memicu fermentasi anaerob yang berpotensi menurunkan kualitas kopi akibat terbentuknya senyawa organik yang tidak diinginkan.Nano Bubble Menjadi Terobosan BaruBagian paling inovatif dari kolaborasi ALKO dan Biomass Indonesia Global adalah pengembangan teknologi Nano Bubble dalam proses pencucian kopi.Teknologi ini bekerja dengan menghasilkan gelembung udara berukuran nano yang mampu meningkatkan kadar oksigen terlarut (Dissolved Oxygen) di dalam air. Kandungan oksigen yang lebih tinggi terbukti mempercepat perpindahan residu dari permukaan biji kopi ke dalam media pencucian.Dalam serangkaian uji lapangan, perubahan parameter seperti Dissolved Oxygen (DO), Total Dissolved Solids (TDS), Electrical Conductivity (EC), temperatur, serta pH menunjukkan bahwa proses pencucian menjadi lebih cepat, lebih stabil, dan lebih efisien dibandingkan metode konvensional.Tim peneliti juga menemukan kombinasi paling optimal antara sistem double washing, rasio air 4:5, pengadukan aktif, dan aerasi sekitar 1,5 liter per menit. Formula tersebut menghasilkan waktu pencucian ideal sekitar 10–15 menit pada setiap tahap pencucian.Selain meningkatkan efisiensi proses, teknologi Nano Bubble juga menghasilkan limbah air dengan tingkat keasaman yang lebih rendah sehingga lebih ramah terhadap lingkungan.Menuju Standar Baru Industri KopiMeski menunjukkan hasil yang menjanjikan, ALKO dan BIG menegaskan bahwa penelitian ini masih merupakan baseline study. Oleh karena itu, hasil awal tersebut akan dilanjutkan melalui pengujian laboratorium untuk memverifikasi efektivitas teknologi terhadap penurunan residu pestisida seperti 2,4-D dan Isoprocarb.Sebagai tindak lanjut, Biomass Indonesia Global merekomendasikan pelaksanaan pilot project Nano Bubble di fasilitas utama ALKO. Proyek ini akan menjadi tahap validasi sebelum teknologi diterapkan secara lebih luas pada jaringan pengolahan kopi ALKO maupun koperasi-koperasi mitra di berbagai daerah.Selain itu, BIG juga merekomendasikan standardisasi parameter operasional seperti rasio air, waktu pencucian, frekuensi pengadukan, dan jadwal pergantian air agar proses pascapanen menghasilkan kualitas yang konsisten.Menurut Biomass Indonesia Global, pendekatan bertahap berbasis data ini akan memberikan dasar ilmiah yang kuat bagi setiap keputusan investasi teknologi di sektor kopi.Membangun Industri Kopi Berbasis Riset dan TeknologiKolaborasi antara ALKO dan Biomass Indonesia Global menunjukkan bahwa masa depan industri kopi Indonesia tidak lagi hanya ditentukan oleh luas lahan atau volume produksi, tetapi juga oleh kemampuan pelaku usaha dalam mengembangkan inovasi teknologi.Melalui pendekatan berbasis riset, teknologi Nano Bubble diproyeksikan tidak hanya meningkatkan efisiensi proses pascapanen, tetapi juga memperkuat konsistensi mutu, mendukung keberlanjutan lingkungan, serta meningkatkan nilai tambah kopi Indonesia di pasar premium dunia.Ke depan, ALKO berencana mengintegrasikan hasil penelitian ini dengan sistem traceability berbasis blockchain QThink-X, sehingga seluruh proses pascapanen dapat terdokumentasi secara digital dan transparan, mulai dari kebun petani hingga produk diterima oleh pembeli.Sinergi antara ALKO dan Biomass Indonesia Global ini diharapkan menjadi model kolaborasi antara pelaku usaha dan perusahaan berbasis teknologi dalam membangun ekosistem kopi nasional yang lebih modern. Dengan menggabungkan inovasi, penelitian, digitalisasi, dan keberlanjutan, kedua perusahaan optimistis Indonesia tidak hanya dikenal sebagai salah satu produsen kopi terbesar dunia, tetapi juga sebagai pelopor teknologi pascapanen kopi tropis yang mampu menjadi referensi bagi industri kopi global.

Read More  

Admin Alko | 06/07/2026

Bisnis | Ekspor KopiSEOUL — PT ALKO Sumatra Kopi terus memperluas penetrasi pasar ekspor dengan mengikuti Korea Import Expo (KIE) 2026, ajang perdagangan internasional yang mempertemukan eksportir global dengan importir, distributor, retailer, dan buyer potensial dari Korea Selatan. Keikutsertaan ALKO dalam pameran tersebut difasilitasi oleh program BNI Xpora, sebagai bagian dari upaya memperkuat akses produk Indonesia ke pasar internasional.Direktur PT ALKO Sumatra Kopi, Suryono, mengatakan pasar Korea Selatan menjadi salah satu target strategis perusahaan seiring meningkatnya konsumsi kopi specialty dan kebutuhan bahan baku berkualitas tinggi di negara tersebut.“Pasar Korea memiliki karakteristik yang sangat menarik. Konsumen semakin menghargai kualitas, asal-usul produk, serta aspek keberlanjutan. Ini sejalan dengan model bisnis yang kami bangun bersama petani dan koperasi,” ujarnya.Partisipasi ALKO dalam Korea Import Expo difokuskan pada agenda business matching dengan sejumlah calon importir, perusahaan roasting, distributor minuman, jaringan kafe, hingga pelaku industri makanan dan minuman Korea Selatan.Menurut data industri kopi Korea, negara tersebut menjadi salah satu pasar kopi terbesar di Asia dengan pertumbuhan konsumsi yang terus meningkat dalam satu dekade terakhir. Tingginya permintaan terhadap specialty coffee membuka peluang bagi eksportir Indonesia untuk memperkuat pangsa pasar di kawasan Asia Timur.Tawarkan Kopi Specialty dan Sistem TraceabilityDalam pameran tersebut, ALKO membawa berbagai produk kopi specialty Indonesia yang berasal dari jaringan petani dan koperasi mitra di sejumlah daerah penghasil kopi unggulan seperti Kerinci, Gayo, Flores, Mandailing, dan Toraja.Selain produk kopi, perusahaan juga memperkenalkan sistem traceability digital berbasis QThink-X yang memungkinkan pembeli menelusuri asal-usul produk mulai dari tingkat petani hingga proses ekspor.Penerapan teknologi tersebut dinilai semakin relevan di tengah meningkatnya tuntutan pasar global terhadap transparansi rantai pasok dan kepatuhan terhadap standar keberlanjutan.“Pasar internasional saat ini tidak hanya membeli kopi. Mereka juga ingin mengetahui siapa petaninya, bagaimana proses produksinya, dan bagaimana dampaknya terhadap lingkungan. Karena itu kami membangun sistem keterlacakan yang dapat menjawab kebutuhan tersebut,” ujarnya.BNI Xpora Dorong Ekspansi UMKM dan EksportirKeikutsertaan ALKO dalam Korea Import Expo juga menunjukkan peran BNI Xpora dalam mendukung pelaku usaha nasional memasuki pasar global. "Melalui program BNI Xpora ini diharapkan UMKM dan eksportir Indonesia mendapatkan akses terhadap jaringan buyer internasional, informasi pasar, dan dapat di jadikan sebagai fasilitasi promosi..", Ujar Edi Pramono selaku Kepala Cabang BNI Seoul Branch.Bagi ALKO, dukungan tersebut menjadi peluang untuk mempercepat perluasan pasar sekaligus memperkenalkan model bisnis kopi berbasis koperasi yang selama ini dikembangkan di Kerinci, Jambi.Perusahaan berharap agenda business matching selama pameran dapat menghasilkan kontrak dagang baru dan memperluas kerja sama dengan pelaku industri kopi Korea Selatan.Melalui partisipasi dalam Korea Import Expo 2026, ALKO berharap dapat memperkuat posisi kopi Indonesia di pasar Asia Timur sekaligus memperluas kontribusi petani dalam rantai pasok global.“Target kami bukan hanya meningkatkan volume ekspor, tetapi membangun posisi kopi Indonesia sebagai produk premium yang memiliki identitas, kualitas, dan sistem keberlanjutan yang diakui dunia,” kata Suryono.

Read More  

Admin Alko | 23/06/2026

Segera hubungi kami untuk kerjasama!

Get Started

Lokasi

Kantor:

Jl. Batang Sangir, no.15, rt.04, Batang Sangir, Kayu Aro, Kerinci, Jambi 37163

Gudang:

Jl Raya Sungai Sikai, No 15 RT 04 desa Sungai Sikai, kec. Gunung Tujuh, Kab. Kerinci, Jambi 37063

Lokasi

Kantor:

Jl. Batang Sangir, no.15, rt.04, Batang Sangir, Kayu Aro, Kerinci, Jambi 37163

Gudang:

Jl Raya Sungai Sikai, No 15 RT 04 desa Sungai Sikai, kec. Gunung Tujuh, Kab. Kerinci, Jambi 37063

© 2021 ALKO - All Rights Reserved.