ALKO Resmi Terapkan Teknologi Ketelusuran Berbasis Blockchain untuk Ekspor Kopi Arabika Specialty Kerinci ke Seattle, USA – November 2025

Admin Alko | 22/11/2025


Kerinci, November 2025 — PT ALKO Sumatra International bersama Koperasi Alam Korintji (ALKO Cooperative) menegaskan langkah besarnya menuju pasar global dengan memulai program Road to Export kopi Arabika specialty Kerinci ke Seattle, Amerika Serikat. Pengiriman internasional yang dijadwalkan berlangsung pada November 2025 ini bukan hanya menjadi momentum penting bagi komoditas kopi Kerinci, tetapi juga menandai era baru industri kopi Indonesia dengan penerapan teknologi traceability berbasis blockchain.

Pada dokumentasi lapangan yang diambil di Rumah Pengolahan Kopi PT ALKO Sumatra International di Gunung Tujuh, tampak para pekerja dan tim operasional ALKO memegang spanduk bertuliskan “Road to Ekspor Kopi Arabika Specialty Indonesia Kerinci Berbasis Traceability Blockchain ke Seattle – November 2025.” Di belakang mereka terlihat truk ekspedisi yang sedang memuat karung-karung kopi siap kirim. Foto ini bukan sekadar penanda dimulainya proses logistik, tetapi simbol dari transformasi digital yang membawa kopi Kerinci memasuki rantai pasok global yang jauh lebih transparan, akurat, dan terpercaya.


Transformasi Besar: Dari Lereng Gunung Kerinci ke Pasar Premium Amerika

Kopi Arabika Kerinci telah dikenal luas sebagai salah satu kopi specialty terbaik di Indonesia, dengan karakter rasa yang kompleks, bersih, dan khas pegunungan vulkanik. Namun dalam beberapa tahun terakhir, tuntutan pasar global—terutama Eropa dan Amerika—tidak hanya menginginkan kopi berkualitas tinggi, tetapi juga kopi yang dapat ditelusuri secara penuh dari kebun hingga ke cangkir (farm-to-cup).

Permintaan terhadap ketelusuran ini semakin meningkat terutama karena regulasi global seperti EUDR (European Union Deforestation Regulation) dan standar sustainability pasar Amerika. Di sinilah ALKO mengambil posisi strategis sebagai pelopor, dengan menerapkan sistem blockchain sebagai fondasi utama transparansi data.

ALKO memahami bahwa pasar specialty membutuhkan tiga hal utama:

1. Kualitas rasa yang konsisten


2. Keberlanjutan (sustainability) dan bebas deforestasi


3. Ketelusuran data yang tidak dapat dimanipulasi


Melalui penerapan blockchain, ketiga hal tersebut kini bisa dipenuhi secara menyeluruh dan dapat divalidasi langsung oleh pembeli di Seattle.


Blockchain: Standar Baru Ketelusuran Kopi Kerinci

Teknologi blockchain memberikan ketelusuran yang tidak bisa diubah dan tidak bisa dipalsukan (immutable). Setiap proses dari kebun hingga ekspor dicatat menjadi rantai data yang saling terhubung dan diverifikasi secara digital.

ALKO menerapkan sistem ini melalui aplikasi QThink-X Traceability Apps, yang terintegrasi dengan sistem Sabani untuk pengolahan data lapangan. Sistem ini memungkinkan:

1. Pencatatan Identitas Petani dan Lokasi Kebun

Setiap petani memiliki ID digital

Koordinat kebun diambil secara GPS

Luas lahan, jumlah pohon, dan praktik budidaya terekam otomatis


2. Pencatatan Proses Pascapanen

Mulai dari cherry picking, fermentasi, pencucian, penjemuran, grading, hingga proses dry mill di pabrik ALKO, semua data dicatat ke dalam sistem blockchain.

3. Validasi Anti-Deforestasi

Sistem mendeteksi apakah kebun berada di area non-deforestasi, sesuai standar permintaan pasar global dan NGO lingkungan.

4. Pelacakan Logistik

Setiap karung kopi memiliki batch code dan QR traceable. Pembeli di Seattle dapat melihat:

siapa petaninya

kapan dipanen

bagaimana diproses

kapan dikirim dari Kerinci

kapan tiba di pelabuhan USA


Teknologi ini menjadikan ALKO salah satu pelaku industri kopi Indonesia yang memiliki rantai pasok terlengkap, terdigitalisasi, dan paling transparan.


Kolaborasi Internasional: Kerinci–Seattle

Ekspor ini dilakukan melalui kerja sama dengan Royal Coffee (USA), salah satu importir specialty coffee terbesar di Amerika. Royal memilih Kerinci bukan hanya karena kualitas rasa, tetapi juga karena komitmen ALKO terhadap ketelusuran dan keberlanjutan.

Seattle dipilih sebagai tujuan utama karena kota tersebut merupakan pusat industri kopi internasional—rumah bagi roaster, importir, dan komunitas kopi paling aktif di dunia.

Pengiriman yang dijadwalkan pada November 2025 akan menjadi tonggak baru, menempatkan kopi Kerinci sejajar dengan kopi-kopi terbaik dunia seperti Kolombia, Ethiopia, dan Guatemala.


Kesiapan Lapangan: Pekerja, Petani, dan Sistem Logistik yang Terintegrasi

Dalam proses pemuatan yang terdokumentasi, terlihat bagaimana setiap karung kopi disortir, ditumpuk, dan disiapkan sesuai standar ekspor. Pekerja ALKO:

memakai perlengkapan keselamatan

memastikan karung tetap kering dan aman

mencatat batch setiap pengiriman

memindai QR code sebelum dimasukkan ke truk


Di area pemuatan, terlihat mesin, karung bahan baku, serta fasilitas pengolahan ALKO yang telah memenuhi standar export-ready facility. Semua ini menunjukkan bahwa Kerinci siap bersaing dengan negara produsen besar dunia dari sisi kualitas sekaligus teknologi.


Dampak Ekonomi bagi Petani Kerinci

Penerapan blockchain tidak hanya menguntungkan pembeli internasional. Ini menjadi terobosan besar bagi petani karena:

1. Harga Premium dari Transparansi Data

Kopi dengan data lengkap lebih mudah diterima pasar specialty sehingga petani mendapat harga yang lebih tinggi.

2. Petani Mendapatkan Identitas Digital

ID digital petani membuat mereka terhubung dengan ekosistem pembeli global.

3. Akses Program Keberlanjutan

Petani yang terekam dalam sistem lebih mudah mendapat:

pelatihan

bantuan alat

akses finansial

program sertifikasi


4. Rantai Pasok yang Adil (Fair Value Chain)

Blockchain membuat margin lebih transparan sehingga petani mendapat bagian lebih adil dari nilai jual.


Komitmen ALKO untuk Keberlanjutan

ALKO sejak awal mengembangkan model bisnis berbasis:

edukasi petani

pengelolaan sampah kebun

agroforestri

konservasi

pemberdayaan komunitas


Dengan sistem blockchain, komitmen ini kini dapat dibuktikan dan diverifikasi oleh pembeli global, bukan sekadar klaim.


Menuju 2025: Kerinci Menjadi Pusat Kopi Berstandar Global

Dengan adanya Road to Export Seattle 2025, ALKO menargetkan:

1. Meningkatkan volume ekspor

Kopi Kerinci harus mampu mengisi pasar specialty USA yang terus tumbuh.

2. Memperluas adopsi blockchain ke seluruh petani mitra

Sistem ini akan diperluas untuk 3.000 petani dalam dua tahun.

3. Menjadikan Kerinci sebagai daerah kopi traceable nomor satu di Indonesia

Sebagai pusat inovasi digital pertanian dan keberlanjutan.

4. Membangun kredibilitas Kerinci di panggung global

Melalui konsistensi kualitas dan transparansi data.

Pernyataan Resmi dari Tim Operasional ALKO

Ketua Tim Operasional ALKO menyampaikan:

 â€śLangkah ini adalah batu loncatan besar untuk membawa kopi Kerinci menjadi salah satu specialty coffee paling terpercaya di dunia. Teknologi blockchain bukan hanya memenuhi permintaan pasar, tetapi juga membuka peluang untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Transparansi adalah masa depan kopi, dan ALKO siap menjadi pelopornya.”




---

Penutup: Kerinci Menatap Dunia

Dengan dimulainya persiapan ekspor ini, ALKO menegaskan bahwa industri kopi Kerinci telah memasuki era modern. Tidak lagi hanya mengandalkan kualitas rasa, tetapi juga mengedepankan:

teknologi digital

keberlanjutan

transparansi data

keadilan rantai pasok


Kopi Kerinci kini berdiri sejajar dengan kopi terbaik dunia, bukan hanya karena cita rasa, tetapi karena integritasnya.

Perjalanan menuju Seattle hanyalah awal. Masa depan kopi Indonesia ada pada ketelusuran, teknologi, dan inovasi. Dan ALKO berada di garis depan perubahan itu.

Share this :
Share this :

Blog

Other News recommendations for you

Blog

Other News recommendations for you

Kunjungan Lapangan Perkuat Diplomasi Ekonomi Indonesia–Pakistan Berbasis KeberlanjutanKERINCI, JAMBI – Kunjungan Duta Besar Republik Islam Pakistan untuk Indonesia, H.E. Mr. Zahid Hafeez Chaudhri, bersama Mr. Amir, buyer kopi dan berbagai komoditas asal Pakistan, ke Kerinci tidak hanya menjadi agenda diplomatik, tetapi juga menjadi ajang pembelajaran menyeluruh mengenai ekosistem kopi Indonesia yang dikembangkan oleh Koperasi Produsen Petani Alam Korintji Internasional (ALKO).Selama kunjungan lapangan, delegasi Pakistan mengikuti rangkaian proses produksi kopi secara lengkap, mulai dari budidaya di kebun, pengelolaan agroforestri, panen, pengolahan pascapanen, pengendalian mutu (quality control), cupping (uji cita rasa), hingga implementasi teknologi blockchain traceability yang diterapkan ALKO untuk memenuhi standar pasar internasional.Kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat kerja sama perdagangan antara Indonesia dan Pakistan melalui pendekatan yang tidak hanya berorientasi pada transaksi bisnis, tetapi juga pada pemahaman menyeluruh terhadap sistem produksi kopi yang berkelanjutan.Rombongan terlebih dahulu mengunjungi kebun kopi milik petani anggota koperasi di lereng Gunung Kerinci. Di lokasi tersebut, delegasi melihat secara langsung praktik budidaya kopi yang dikembangkan dalam sistem agroforestri, di mana tanaman kopi tumbuh berdampingan dengan berbagai jenis pohon pelindung untuk menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus meningkatkan kualitas hasil panen.Delegasi juga berdialog langsung dengan petani mengenai teknik budidaya, proses pemeliharaan tanaman, hingga tantangan yang dihadapi dalam memenuhi standar pasar ekspor.Perjalanan kemudian dilanjutkan ke fasilitas pengolahan kopi ALKO. Di lokasi ini, Duta Besar Pakistan dan Mr. Amir mempelajari setiap tahapan pascapanen, mulai dari proses pulping, fermentasi, pencucian, pengeringan, penyimpanan, hingga proses grading yang menentukan kualitas akhir kopi sebelum diekspor.CEO PT ALKO Sumatra Kopi, Suryono, menjelaskan bahwa kualitas kopi tidak hanya ditentukan oleh kondisi kebun, tetapi juga oleh konsistensi pengelolaan pada setiap tahapan pascapanen."Kami ingin memperlihatkan bahwa kualitas kopi premium dibangun melalui proses yang panjang. Mulai dari budidaya, penanganan pascapanen, pengendalian mutu, hingga sistem manajemen yang mampu menjamin konsistensi produk. Semua tahapan tersebut menjadi satu kesatuan dalam ekosistem ALKO," ujar Suryono.Salah satu agenda yang menjadi perhatian khusus delegasi Pakistan adalah sesi coffee cupping, yaitu proses evaluasi mutu dan karakter rasa kopi berdasarkan standar Specialty Coffee Association (SCA). Dalam sesi tersebut, para tamu mencoba berbagai profil cita rasa kopi asal Kerinci dan berdiskusi mengenai karakteristik yang sesuai dengan preferensi pasar Pakistan.Selain aspek kualitas, delegasi juga mempelajari penerapan blockchain traceability melalui platform Qthink-X, sistem digital yang dikembangkan ALKO untuk memastikan setiap produk kopi dapat ditelusuri mulai dari identitas petani, lokasi kebun, proses pengolahan, hingga pengiriman ke negara tujuan.Director of International Relations PT ALKO Sumatra Kopi, Pebriyansah, menjelaskan bahwa transparansi kini menjadi salah satu persyaratan utama dalam perdagangan internasional."Buyer global saat ini tidak hanya membeli kopi dengan cita rasa yang baik. Mereka juga ingin mengetahui siapa petaninya, dari mana asal produknya, bagaimana proses budidayanya, hingga bagaimana produk tersebut diproses. Melalui blockchain traceability, seluruh informasi tersebut dapat diakses secara transparan sehingga meningkatkan kepercayaan pasar," kata Pebriyansah.Menurutnya, kunjungan lapangan tersebut menjadi kesempatan bagi mitra Pakistan untuk memahami bahwa ALKO tidak hanya membangun rantai pasok kopi, tetapi juga membangun sistem yang mengintegrasikan petani, koperasi, teknologi, dan keberlanjutan.Dalam kesempatan tersebut, Duta Besar Pakistan, H.E. Mr. Zahid Hafeez Chaudhri, mengaku terkesan dengan model yang dikembangkan ALKO."Awalnya kami datang untuk melihat potensi kopi. Namun setelah mengunjungi langsung kebun dan seluruh proses produksinya, kami melihat bahwa ALKO telah membangun sebuah ekosistem yang lengkap. Ini bukan sekadar perdagangan green bean, tetapi sebuah model yang menggabungkan keberlanjutan, inovasi, pemberdayaan petani, dan teknologi. Pendekatan seperti inilah yang akan menjadi masa depan perdagangan internasional," ujarnya.Sementara itu, Mr. Amir, buyer asal Pakistan, menilai pemahaman terhadap seluruh proses produksi memberikan keyakinan lebih besar terhadap kualitas dan konsistensi produk yang akan dipasarkan di negaranya.Menurutnya, keterlibatan langsung petani, sistem pengendalian mutu yang ketat, serta penerapan teknologi traceability menjadi nilai tambah yang membedakan ALKO dari banyak pemasok kopi lainnya.Kunjungan ini menjadi bagian penting dari rangkaian kerja sama Indonesia–Pakistan yang ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara ALKO dan perusahaan Pakistan. Melalui pendekatan yang dimulai dari pemahaman di tingkat kebun hingga teknologi digital, kedua pihak berharap dapat membangun hubungan dagang yang tidak hanya berorientasi pada volume ekspor, tetapi juga pada kepercayaan, transparansi, dan keberlanjutan.Bagi ALKO, kunjungan tersebut membuktikan bahwa diplomasi ekonomi modern tidak lagi cukup dilakukan di ruang pertemuan. Kepercayaan pasar internasional dibangun dengan mengajak mitra melihat langsung bagaimana kopi diproduksi, bagaimana petani diberdayakan, dan bagaimana teknologi digunakan untuk memastikan setiap biji kopi memiliki identitas serta cerita yang dapat dipertanggungjawabkan di pasar global.

Read More  

Admin Alko | 21/07/2026

Kerja Sama Internasional Perkuat Diplomasi Ekonomi Indonesia–Pakistan, Buka Peluang Ekspor Multi-Komoditas dari KerinciKERINCI, 18 Juli 2026 – Koperasi Produsen Petani Alam Korintji Internasional (ALKO) resmi menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan Capulus Bean (Private) Limited, perusahaan perdagangan komoditas asal Pakistan, dalam sebuah seremoni yang disaksikan langsung oleh Duta Besar Republik Islam Pakistan untuk Indonesia, H.E. Mr. Zahid Hafeez Chaudhri.Penandatanganan MoU tersebut menjadi tonggak baru kerja sama perdagangan antara Indonesia dan Pakistan, khususnya dalam pengembangan rantai pasok kopi premium yang mengedepankan traceability, keberlanjutan, dan pemberdayaan petani. Tidak hanya berorientasi pada transaksi dagang, kerja sama ini juga diarahkan untuk membangun ekosistem perdagangan jangka panjang yang memberikan nilai tambah langsung kepada petani.MoU ditandatangani oleh Suryono, mewakili Koperasi ALKO dan PT ALKO Sumatra Kopi, serta Ameer Khurram Rathore, Chief Operating Officer Capulus Bean (Private) Limited.Kesepakatan tersebut mencakup pengembangan perdagangan kopi dan komoditas unggulan lainnya, pembangunan jaringan distribusi menuju Pakistan, pertukaran informasi pasar, pengembangan sistem rantai pasok berstandar internasional, serta kolaborasi investasi untuk memperkuat perdagangan kedua negara.Dari Green Bean Menuju Ekosistem BerkelanjutanDuta Besar Pakistan, H.E. Mr. Zahid Hafeez Chaudhri, mengatakan kunjungan ke Kerinci mengubah perspektifnya mengenai industri kopi Indonesia.Menurutnya, ALKO tidak sekadar menjual kopi, tetapi membangun sebuah ekosistem bisnis yang terintegrasi dari petani hingga pasar internasional."Sebelum datang ke Kerinci, kami berpikir kerja sama ini hanya tentang kopi. Namun setelah melihat langsung ALKO, kami menemukan sesuatu yang lebih besar. Yang dibangun bukan hanya perdagangan green bean, tetapi sebuah ekosistem yang menggabungkan keberlanjutan, pemberdayaan petani, inovasi, dan sistem traceability. Karena itu kami melihat peluang kerja sama tidak hanya pada kopi, tetapi juga berbagai komoditas unggulan Kerinci lainnya."Pernyataan tersebut menjadi sinyal bahwa hubungan dagang Indonesia–Pakistan berpotensi berkembang ke sektor pertanian yang lebih luas, sejalan dengan meningkatnya kebutuhan Pakistan terhadap produk pangan dan komoditas tropis berkualitas.Pakistan Menjadi Hub Baru PerdaganganDalam MoU tersebut, kedua pihak sepakat menjadikan Pakistan sebagai salah satu pintu masuk strategis bagi produk-produk ALKO menuju kawasan Asia Selatan dan Timur Tengah.Capulus Bean akan berperan sebagai mitra distribusi sekaligus pengembang pasar, sementara ALKO bertanggung jawab menjaga kontinuitas pasokan, kualitas produk, dan sistem ketertelusuran yang menjadi standar utama pembeli internasional.CEO PT ALKO Sumatra Kopi, Suryono, mengatakan kerja sama tersebut merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam memperluas pasar ekspor."Kami tidak mencari pembeli yang hanya datang membeli satu kontainer, tetapi mitra yang memiliki visi membangun pasar bersama. Karena itu kerja sama ini disusun dalam kerangka jangka panjang sehingga petani memperoleh kepastian pasar sekaligus kepastian harga."Menurutnya, model bisnis ALKO dibangun dengan prinsip bahwa peningkatan ekspor harus berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan petani.Traceability Menjadi Nilai TambahDirektur International Relations PT ALKO Sumatra Kopi, Pebriyansah, menjelaskan bahwa salah satu faktor utama yang menarik perhatian mitra Pakistan adalah sistem blockchain traceability yang telah diterapkan ALKO.Melalui platform digital Qthink-X, seluruh rantai pasok dapat ditelusuri mulai dari identitas petani, lokasi kebun, proses panen, pascapanen, hingga pengiriman ke negara tujuan.Menurut Pebriyansah, pendekatan tersebut kini menjadi kebutuhan utama dalam perdagangan global."Buyer internasional saat ini tidak lagi hanya membeli kopi berkualitas. Mereka membutuhkan transparansi, data, dan kepastian bahwa produk dihasilkan melalui praktik yang berkelanjutan. Sistem traceability yang kami bangun menjadi jembatan kepercayaan antara petani di Kerinci dengan konsumen dunia."Ia menambahkan, kerja sama dengan Pakistan menunjukkan bahwa transformasi digital di sektor pertanian mampu membuka pasar-pasar baru yang sebelumnya sulit dijangkau.Momentum Baru Diplomasi EkonomiKunjungan Duta Besar Pakistan beserta delegasi bisnis merupakan bagian dari penguatan hubungan bilateral Indonesia–Pakistan yang telah terjalin selama puluhan tahun.Dalam beberapa hari kunjungannya di Kerinci, delegasi melakukan serangkaian kegiatan, mulai dari mengunjungi kebun kopi anggota ALKO, melihat proses budidaya agroforestri, mempelajari sistem pengolahan kopi, mengikuti sesi cupping, hingga berdiskusi mengenai penerapan teknologi blockchain dan keberlanjutan.Kehadiran langsung Duta Besar dinilai memberikan sinyal kuat bahwa hubungan perdagangan kedua negara kini semakin diarahkan pada kemitraan antarlembaga dan pelaku usaha, bukan sekadar hubungan antarpemerintah.Menuju Perdagangan Multi-KomoditasSelain kopi specialty, kedua pihak juga membuka peluang kerja sama untuk berbagai komoditas unggulan Kerinci lainnya.Menurut ALKO, model bisnis yang dikembangkan memungkinkan berbagai komoditas pertanian dipasarkan melalui sistem yang sama, yakni berbasis kualitas, keberlanjutan, dan ketertelusuran.Dengan demikian, kerja sama ini diharapkan tidak hanya meningkatkan ekspor kopi Indonesia ke Pakistan, tetapi juga memperluas akses pasar bagi produk-produk pertanian bernilai tambah lainnya.Bagi ALKO, penandatanganan MoU ini menjadi lebih dari sekadar dokumen kerja sama. Kesepakatan tersebut merupakan fondasi bagi pembangunan koridor perdagangan baru antara Kerinci dan Pakistan, sekaligus mempertegas posisi Indonesia sebagai pemasok produk pertanian premium yang mampu memenuhi tuntutan pasar global melalui inovasi, teknologi, dan komitmen terhadap keberlanjutan.

Read More  

Admin Alko | 21/07/2026

Kunjungan Duta Besar Republik Islam Pakistan untuk Indonesia, H.E. Mr. Zahid Hafeez Chaudhri, ke Kerinci tidak hanya menjadi agenda penjajakan perdagangan kopi, tetapi juga mencerminkan semakin eratnya hubungan bilateral Indonesia dan Pakistan melalui diplomasi ekonomi berbasis daerah.Indonesia dan Pakistan merupakan dua negara sahabat yang telah menjalin hubungan diplomatik sejak tahun 1950. Selama lebih dari tujuh dekade, kedua negara terus memperkuat kerja sama di berbagai sektor, mulai dari perdagangan, investasi, pendidikan, pertanian, hingga pertukaran budaya. Dalam beberapa tahun terakhir, kedua pemerintah juga terus mendorong peningkatan nilai perdagangan sebagai bagian dari penguatan kemitraan ekonomi.Dalam kunjungannya ke ekosistem ALKO di Kerinci, Duta Besar Pakistan menilai model yang dikembangkan ALKO memiliki nilai strategis karena tidak hanya menghasilkan komoditas berkualitas, tetapi juga membangun sistem produksi yang berkelanjutan, transparan, dan mampu memberikan manfaat langsung kepada petani."Saya datang dengan tujuan melihat potensi perdagangan kopi. Namun setelah berada di ALKO, saya melihat sesuatu yang jauh lebih besar. Yang dibangun bukan sekadar bisnis kopi, tetapi sebuah ekosistem yang menghubungkan petani, koperasi, teknologi, keberlanjutan, dan akses pasar internasional. Model seperti ini sangat relevan dengan kebutuhan perdagangan global saat ini," ujar H.E. Mr. Zahid Hafeez Chaudhri.Ia menambahkan bahwa pendekatan tersebut membuka peluang kerja sama yang lebih luas antara Pakistan dan Indonesia."Kami tidak ingin membatasi kerja sama hanya pada kopi. Setelah melihat potensi yang dimiliki ALKO, kami melihat peluang besar untuk mengembangkan perdagangan berbagai komoditas unggulan Indonesia ke Pakistan. Ini merupakan kesempatan untuk memperkuat hubungan ekonomi kedua negara melalui sektor riil yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat," katanya.Menurut Duta Besar Pakistan, hubungan bilateral yang telah terjalin lama perlu terus diperkuat melalui kolaborasi konkret antara pelaku usaha kedua negara. Ia menilai kerja sama seperti yang dibangun ALKO dapat menjadi contoh bagaimana diplomasi ekonomi mampu diterjemahkan menjadi kemitraan bisnis yang berkelanjutan.Senada dengan itu, CEO PT ALKO Sumatra Kopi, Suryono, mengatakan bahwa kunjungan tersebut menjadi kehormatan sekaligus momentum penting untuk memperluas kerja sama perdagangan Indonesia–Pakistan."Kami percaya hubungan persahabatan antara Indonesia dan Pakistan yang telah terbangun selama puluhan tahun dapat diperkuat melalui kolaborasi bisnis yang saling menguntungkan. ALKO siap menjadi bagian dari upaya tersebut dengan menghadirkan komoditas yang berkualitas, memiliki sistem traceability, dan diproduksi melalui prinsip keberlanjutan," ujar Suryono.Menurutnya, kerja sama yang akan dituangkan dalam nota kesepahaman pada Rapat Anggota Tahunan Koperasi ALKO bukan hanya berorientasi pada peningkatan volume perdagangan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan ekonomi kedua negara melalui pengembangan perdagangan multi-komoditas, pembangunan hub distribusi di Pakistan, dan kemitraan jangka panjang yang memberikan manfaat bagi petani serta pelaku usaha di kedua negara.Dengan fondasi hubungan diplomatik yang telah berlangsung lebih dari 75 tahun, kunjungan Duta Besar Pakistan ke Kerinci diharapkan menjadi tonggak baru dalam memperkuat diplomasi ekonomi Indonesia–Pakistan, sekaligus membuka jalan bagi semakin banyak komoditas unggulan Indonesia untuk memasuki pasar Pakistan dan kawasan Asia Selatan.

Read More  

Admin Alko | 16/07/2026

Segera hubungi kami untuk kerjasama!

Get Started

Lokasi

Kantor:

Jl. Batang Sangir, no.15, rt.04, Batang Sangir, Kayu Aro, Kerinci, Jambi 37163

Gudang:

Jl Raya Sungai Sikai, No 15 RT 04 desa Sungai Sikai, kec. Gunung Tujuh, Kab. Kerinci, Jambi 37063

Lokasi

Kantor:

Jl. Batang Sangir, no.15, rt.04, Batang Sangir, Kayu Aro, Kerinci, Jambi 37163

Gudang:

Jl Raya Sungai Sikai, No 15 RT 04 desa Sungai Sikai, kec. Gunung Tujuh, Kab. Kerinci, Jambi 37063

© 2021 ALKO - All Rights Reserved.