ALKO Perkuat Ekspansi di Malaysia, Buka Coffee & Artisan Festival di ISETAN KLCC

Admin Alko | 30/03/2026


Kuala Lumpur, Malaysia 30/3– Upaya memperluas jejak kopi Indonesia di pasar global kembali ditunjukkan oleh PT ALKO Sumatra Kopi melalui partisipasi strategisnya dalam ajang Coffee & Artisan Collective Festival yang diselenggarakan di ISETAN KLCC, Kuala Lumpur. Kehadiran ALKO dalam festival ini tidak hanya menjadi bagian dari promosi produk, tetapi juga mencerminkan langkah serius dalam membangun ekosistem kopi Indonesia yang terintegrasi dari hulu hingga hilir, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pemain utama dalam industri kopi dunia.

Festival yang berlangsung di salah satu pusat perbelanjaan premium di Malaysia tersebut menjadi panggung penting bagi ALKO untuk memperkenalkan kopi Indonesia berbasis origin kepada konsumen internasional. Dengan mengusung pendekatan yang tidak hanya menampilkan produk, tetapi juga cerita, identitas, dan nilai di balik setiap biji kopi, ALKO menghadirkan pengalaman berbeda bagi pengunjung dan pelaku industri yang hadir.

Acara pembukaan festival dihadiri oleh Wakil Duta Besar Republik Indonesia untuk Malaysia, Bapak Hendra, yang secara khusus hadir memenuhi undangan dari ALKO bersama mitra lokalnya, Duddles Coffee. Kehadiran beliau menjadi simbol kuat dukungan diplomasi ekonomi Indonesia dalam mendorong ekspansi produk unggulan nasional ke pasar internasional. Turut hadir dalam kesempatan tersebut Direktur ISETAN Malaysia, Mr. Daisuke Yamai, Atase Perdagangan Indonesia di Malaysia, jajaran manajemen ALKO, Ketua Koperasi ALKO Siti, serta perwakilan petani kopi yang menjadi bagian penting dalam rantai nilai yang dibangun.

Rangkaian kegiatan pembukaan dimulai dengan kunjungan ke stand pameran ALKO, di mana para tamu undangan diperkenalkan langsung dengan berbagai varian kopi unggulan Indonesia. Dalam pameran tersebut, ALKO menampilkan kekayaan origin kopi Nusantara, mulai dari Minang, Gayo, Mandailing, Toraja, hingga Kerinci sebagai DNA utama yang menjadi identitas kuat perusahaan. Setiap kopi yang ditampilkan tidak hanya menawarkan cita rasa yang khas, tetapi juga membawa cerita tentang petani, proses produksi, serta keunikan geografis daerah asalnya.

Pendekatan ini menjadi penting di tengah perubahan tren pasar global yang semakin mengarah pada kopi specialty berbasis origin. Konsumen tidak lagi hanya mencari rasa, tetapi juga nilai, cerita, dan transparansi dari produk yang mereka konsumsi. ALKO membaca perubahan ini dengan baik dan menjadikannya sebagai bagian dari strategi pemasaran global.


Momen penting dalam acara tersebut ditandai dengan penandatanganan plakat simbolik pembukaan festival yang berlatar belakang Gunung Kerinci. Gunung ini dipilih sebagai representasi visual dari identitas kopi ALKO yang berasal dari kawasan tersebut. Penandatanganan dilakukan secara bersama oleh Wakil Duta Besar RI, Direktur ISETAN, Ketua Koperasi ALKO, serta perwakilan petani. Simbol ini tidak hanya menjadi penanda pembukaan acara, tetapi juga akan dijadikan ikon di kafe yang akan dikembangkan bersama antara ALKO dan Duddles Coffee di Kuala Lumpur.

Dalam sambutannya, Wakil Duta Besar Republik Indonesia untuk Malaysia menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap langkah ALKO dalam menghadirkan produk-produk unggulan Indonesia ke pasar Malaysia. Ia menekankan bahwa dengan jumlah diaspora Indonesia yang cukup besar di Malaysia, kehadiran produk asli Indonesia memiliki nilai strategis tidak hanya dari sisi ekonomi, tetapi juga dari sisi budaya.

Menurutnya, kegiatan seperti ini merupakan bagian dari diplomasi ekonomi yang konkret, di mana produk lokal Indonesia dapat tampil di pasar internasional dengan nilai tambah yang lebih tinggi. Ia juga berharap agar kolaborasi seperti ini terus diperluas, sehingga semakin banyak pelaku usaha Indonesia yang mampu menembus pasar global.

Sementara itu, Direktur ISETAN Malaysia, Mr. Daisuke Yamai, menyampaikan bahwa kehadiran kopi Indonesia di jaringan retail ISETAN memberikan nilai tambah tersendiri bagi perusahaan. Ia melihat bahwa produk-produk Indonesia memiliki potensi besar untuk menarik minat konsumen, khususnya di segmen premium dan specialty.

Ia juga menyampaikan harapannya bahwa kolaborasi dengan ALKO dapat meningkatkan jumlah kunjungan pelanggan ke ISETAN, sekaligus memperkaya pilihan produk berkualitas tinggi yang tersedia bagi konsumen di Malaysia. Kehadiran kopi Indonesia dinilai mampu memberikan pengalaman baru bagi pelanggan, baik dari sisi rasa maupun cerita yang dibawa oleh produk tersebut.

Di sisi lain, Ketua Koperasi ALKO, Siti, dalam laporannya kepada pihak KBRI menyampaikan perkembangan signifikan yang telah dicapai dalam ekspor ke Malaysia. Ia menjelaskan bahwa saat ini ALKO telah melakukan ekspor kopi specialty secara rutin dengan volume rata-rata satu kontainer per bulan.

Dari sisi nilai,  ekspor kopi ALKO ke Malaysia tercatat mencapai sekitar USD 1,8 juta per tahun, yang setara dengan sekitar 10 kontainer atau rata-rata USD 180.000 per bulan, mencerminkan stabilitas permintaan pasar terhadap kopi specialty Indonesia. Angka ini menunjukkan bahwa pasar Malaysia merupakan salah satu pasar yang stabil dan terus berkembang bagi kopi Indonesia, khususnya di segmen specialty.

Namun, ALKO tidak berhenti pada ekspor bahan baku. Dalam kesempatan tersebut, Siti juga menyampaikan rencana ekspansi yang lebih luas, termasuk pembukaan coffee shop di Kuala Lumpur. Kafe ini nantinya akan mengusung konsep kopi berbasis origin Indonesia, dengan fokus pada pengalaman konsumen yang tidak hanya menikmati kopi, tetapi juga memahami cerita di baliknya.

Lebih jauh, ALKO juga berencana mengembangkan produk kopi siap saji serta kopi kemasan retail dalam ukuran 200 gram dan 500 gram. Produk-produk ini akan dipasarkan melalui jaringan ISETAN, sehingga memungkinkan ALKO untuk masuk ke pasar konsumen langsung (B2C), bukan hanya sebagai eksportir bahan baku (B2B).

Langkah ini menandai transformasi penting dalam model bisnis ALKO, dari sekadar eksportir menjadi pelaku usaha yang menguasai rantai nilai secara lebih luas. Dengan masuk ke sektor hilir, ALKO memiliki peluang untuk meningkatkan margin, memperkuat brand, serta membangun hubungan langsung dengan konsumen.

Partisipasi dalam Coffee & Artisan Collective Festival ini juga menunjukkan bagaimana ALKO mengintegrasikan berbagai elemen dalam ekosistem kopi. Dari petani sebagai produsen di tingkat hulu, koperasi sebagai pengelola, hingga retail modern sebagai kanal distribusi, semuanya terhubung dalam satu sistem yang terintegrasi.

Pendekatan ini menjadi salah satu kekuatan utama ALKO dalam menghadapi persaingan global. Di tengah pasar yang semakin kompetitif, kemampuan untuk menghadirkan produk berkualitas tinggi dengan identitas yang jelas menjadi faktor penentu keberhasilan.

Selain itu, ALKO juga mengedepankan prinsip keberlanjutan dan transparansi dalam setiap lini usahanya. Dengan semakin ketatnya standar global, termasuk tuntutan traceability dan keberlanjutan, perusahaan yang mampu memenuhi standar tersebut akan memiliki keunggulan kompetitif yang signifikan.

Dari berbagai interaksi selama festival berlangsung, terlihat bahwa minat terhadap kopi Indonesia terus meningkat. Pengunjung tidak hanya tertarik untuk mencicipi kopi, tetapi juga ingin mengetahui lebih dalam tentang asal-usul, proses produksi, hingga dampak sosial dari produk tersebut.

Hal ini menunjukkan bahwa arah pengembangan kopi ke depan tidak lagi hanya berfokus pada volume produksi, tetapi juga pada nilai yang dapat dihadirkan kepada konsumen. Dalam konteks ini, ALKO berada pada posisi yang tepat untuk memanfaatkan peluang tersebut.

Melalui langkah ekspansi di Malaysia ini, ALKO tidak hanya membuka pasar baru, tetapi juga membangun fondasi untuk pertumbuhan jangka panjang. Dengan strategi yang menggabungkan kualitas produk, kekuatan brand origin, serta pendekatan pemasaran modern, ALKO berupaya membawa kopi Indonesia ke level yang lebih tinggi.

Ke depan, ekspansi seperti ini diharapkan dapat direplikasi di negara lain, sehingga kopi Indonesia semakin dikenal dan dihargai di pasar global. Dengan dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, mitra bisnis, dan komunitas petani, ALKO optimistis dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian nasional.

Pada akhirnya, langkah ALKO di Malaysia bukan hanya tentang ekspor kopi, tetapi tentang bagaimana membangun narasi baru bagi kopi Indonesia—sebagai produk yang memiliki kualitas, identitas, dan nilai yang mampu bersaing di tingkat dunia.

Share this :
Share this :

Blog

Other News recommendations for you

Blog

Other News recommendations for you

Kunjungan Lapangan Perkuat Diplomasi Ekonomi Indonesia–Pakistan Berbasis KeberlanjutanKERINCI, JAMBI – Kunjungan Duta Besar Republik Islam Pakistan untuk Indonesia, H.E. Mr. Zahid Hafeez Chaudhri, bersama Mr. Amir, buyer kopi dan berbagai komoditas asal Pakistan, ke Kerinci tidak hanya menjadi agenda diplomatik, tetapi juga menjadi ajang pembelajaran menyeluruh mengenai ekosistem kopi Indonesia yang dikembangkan oleh Koperasi Produsen Petani Alam Korintji Internasional (ALKO).Selama kunjungan lapangan, delegasi Pakistan mengikuti rangkaian proses produksi kopi secara lengkap, mulai dari budidaya di kebun, pengelolaan agroforestri, panen, pengolahan pascapanen, pengendalian mutu (quality control), cupping (uji cita rasa), hingga implementasi teknologi blockchain traceability yang diterapkan ALKO untuk memenuhi standar pasar internasional.Kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat kerja sama perdagangan antara Indonesia dan Pakistan melalui pendekatan yang tidak hanya berorientasi pada transaksi bisnis, tetapi juga pada pemahaman menyeluruh terhadap sistem produksi kopi yang berkelanjutan.Rombongan terlebih dahulu mengunjungi kebun kopi milik petani anggota koperasi di lereng Gunung Kerinci. Di lokasi tersebut, delegasi melihat secara langsung praktik budidaya kopi yang dikembangkan dalam sistem agroforestri, di mana tanaman kopi tumbuh berdampingan dengan berbagai jenis pohon pelindung untuk menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus meningkatkan kualitas hasil panen.Delegasi juga berdialog langsung dengan petani mengenai teknik budidaya, proses pemeliharaan tanaman, hingga tantangan yang dihadapi dalam memenuhi standar pasar ekspor.Perjalanan kemudian dilanjutkan ke fasilitas pengolahan kopi ALKO. Di lokasi ini, Duta Besar Pakistan dan Mr. Amir mempelajari setiap tahapan pascapanen, mulai dari proses pulping, fermentasi, pencucian, pengeringan, penyimpanan, hingga proses grading yang menentukan kualitas akhir kopi sebelum diekspor.CEO PT ALKO Sumatra Kopi, Suryono, menjelaskan bahwa kualitas kopi tidak hanya ditentukan oleh kondisi kebun, tetapi juga oleh konsistensi pengelolaan pada setiap tahapan pascapanen."Kami ingin memperlihatkan bahwa kualitas kopi premium dibangun melalui proses yang panjang. Mulai dari budidaya, penanganan pascapanen, pengendalian mutu, hingga sistem manajemen yang mampu menjamin konsistensi produk. Semua tahapan tersebut menjadi satu kesatuan dalam ekosistem ALKO," ujar Suryono.Salah satu agenda yang menjadi perhatian khusus delegasi Pakistan adalah sesi coffee cupping, yaitu proses evaluasi mutu dan karakter rasa kopi berdasarkan standar Specialty Coffee Association (SCA). Dalam sesi tersebut, para tamu mencoba berbagai profil cita rasa kopi asal Kerinci dan berdiskusi mengenai karakteristik yang sesuai dengan preferensi pasar Pakistan.Selain aspek kualitas, delegasi juga mempelajari penerapan blockchain traceability melalui platform Qthink-X, sistem digital yang dikembangkan ALKO untuk memastikan setiap produk kopi dapat ditelusuri mulai dari identitas petani, lokasi kebun, proses pengolahan, hingga pengiriman ke negara tujuan.Director of International Relations PT ALKO Sumatra Kopi, Pebriyansah, menjelaskan bahwa transparansi kini menjadi salah satu persyaratan utama dalam perdagangan internasional."Buyer global saat ini tidak hanya membeli kopi dengan cita rasa yang baik. Mereka juga ingin mengetahui siapa petaninya, dari mana asal produknya, bagaimana proses budidayanya, hingga bagaimana produk tersebut diproses. Melalui blockchain traceability, seluruh informasi tersebut dapat diakses secara transparan sehingga meningkatkan kepercayaan pasar," kata Pebriyansah.Menurutnya, kunjungan lapangan tersebut menjadi kesempatan bagi mitra Pakistan untuk memahami bahwa ALKO tidak hanya membangun rantai pasok kopi, tetapi juga membangun sistem yang mengintegrasikan petani, koperasi, teknologi, dan keberlanjutan.Dalam kesempatan tersebut, Duta Besar Pakistan, H.E. Mr. Zahid Hafeez Chaudhri, mengaku terkesan dengan model yang dikembangkan ALKO."Awalnya kami datang untuk melihat potensi kopi. Namun setelah mengunjungi langsung kebun dan seluruh proses produksinya, kami melihat bahwa ALKO telah membangun sebuah ekosistem yang lengkap. Ini bukan sekadar perdagangan green bean, tetapi sebuah model yang menggabungkan keberlanjutan, inovasi, pemberdayaan petani, dan teknologi. Pendekatan seperti inilah yang akan menjadi masa depan perdagangan internasional," ujarnya.Sementara itu, Mr. Amir, buyer asal Pakistan, menilai pemahaman terhadap seluruh proses produksi memberikan keyakinan lebih besar terhadap kualitas dan konsistensi produk yang akan dipasarkan di negaranya.Menurutnya, keterlibatan langsung petani, sistem pengendalian mutu yang ketat, serta penerapan teknologi traceability menjadi nilai tambah yang membedakan ALKO dari banyak pemasok kopi lainnya.Kunjungan ini menjadi bagian penting dari rangkaian kerja sama Indonesia–Pakistan yang ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara ALKO dan perusahaan Pakistan. Melalui pendekatan yang dimulai dari pemahaman di tingkat kebun hingga teknologi digital, kedua pihak berharap dapat membangun hubungan dagang yang tidak hanya berorientasi pada volume ekspor, tetapi juga pada kepercayaan, transparansi, dan keberlanjutan.Bagi ALKO, kunjungan tersebut membuktikan bahwa diplomasi ekonomi modern tidak lagi cukup dilakukan di ruang pertemuan. Kepercayaan pasar internasional dibangun dengan mengajak mitra melihat langsung bagaimana kopi diproduksi, bagaimana petani diberdayakan, dan bagaimana teknologi digunakan untuk memastikan setiap biji kopi memiliki identitas serta cerita yang dapat dipertanggungjawabkan di pasar global.

Read More  

Admin Alko | 21/07/2026

Kerja Sama Internasional Perkuat Diplomasi Ekonomi Indonesia–Pakistan, Buka Peluang Ekspor Multi-Komoditas dari KerinciKERINCI, 18 Juli 2026 – Koperasi Produsen Petani Alam Korintji Internasional (ALKO) resmi menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan Capulus Bean (Private) Limited, perusahaan perdagangan komoditas asal Pakistan, dalam sebuah seremoni yang disaksikan langsung oleh Duta Besar Republik Islam Pakistan untuk Indonesia, H.E. Mr. Zahid Hafeez Chaudhri.Penandatanganan MoU tersebut menjadi tonggak baru kerja sama perdagangan antara Indonesia dan Pakistan, khususnya dalam pengembangan rantai pasok kopi premium yang mengedepankan traceability, keberlanjutan, dan pemberdayaan petani. Tidak hanya berorientasi pada transaksi dagang, kerja sama ini juga diarahkan untuk membangun ekosistem perdagangan jangka panjang yang memberikan nilai tambah langsung kepada petani.MoU ditandatangani oleh Suryono, mewakili Koperasi ALKO dan PT ALKO Sumatra Kopi, serta Ameer Khurram Rathore, Chief Operating Officer Capulus Bean (Private) Limited.Kesepakatan tersebut mencakup pengembangan perdagangan kopi dan komoditas unggulan lainnya, pembangunan jaringan distribusi menuju Pakistan, pertukaran informasi pasar, pengembangan sistem rantai pasok berstandar internasional, serta kolaborasi investasi untuk memperkuat perdagangan kedua negara.Dari Green Bean Menuju Ekosistem BerkelanjutanDuta Besar Pakistan, H.E. Mr. Zahid Hafeez Chaudhri, mengatakan kunjungan ke Kerinci mengubah perspektifnya mengenai industri kopi Indonesia.Menurutnya, ALKO tidak sekadar menjual kopi, tetapi membangun sebuah ekosistem bisnis yang terintegrasi dari petani hingga pasar internasional."Sebelum datang ke Kerinci, kami berpikir kerja sama ini hanya tentang kopi. Namun setelah melihat langsung ALKO, kami menemukan sesuatu yang lebih besar. Yang dibangun bukan hanya perdagangan green bean, tetapi sebuah ekosistem yang menggabungkan keberlanjutan, pemberdayaan petani, inovasi, dan sistem traceability. Karena itu kami melihat peluang kerja sama tidak hanya pada kopi, tetapi juga berbagai komoditas unggulan Kerinci lainnya."Pernyataan tersebut menjadi sinyal bahwa hubungan dagang Indonesia–Pakistan berpotensi berkembang ke sektor pertanian yang lebih luas, sejalan dengan meningkatnya kebutuhan Pakistan terhadap produk pangan dan komoditas tropis berkualitas.Pakistan Menjadi Hub Baru PerdaganganDalam MoU tersebut, kedua pihak sepakat menjadikan Pakistan sebagai salah satu pintu masuk strategis bagi produk-produk ALKO menuju kawasan Asia Selatan dan Timur Tengah.Capulus Bean akan berperan sebagai mitra distribusi sekaligus pengembang pasar, sementara ALKO bertanggung jawab menjaga kontinuitas pasokan, kualitas produk, dan sistem ketertelusuran yang menjadi standar utama pembeli internasional.CEO PT ALKO Sumatra Kopi, Suryono, mengatakan kerja sama tersebut merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam memperluas pasar ekspor."Kami tidak mencari pembeli yang hanya datang membeli satu kontainer, tetapi mitra yang memiliki visi membangun pasar bersama. Karena itu kerja sama ini disusun dalam kerangka jangka panjang sehingga petani memperoleh kepastian pasar sekaligus kepastian harga."Menurutnya, model bisnis ALKO dibangun dengan prinsip bahwa peningkatan ekspor harus berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan petani.Traceability Menjadi Nilai TambahDirektur International Relations PT ALKO Sumatra Kopi, Pebriyansah, menjelaskan bahwa salah satu faktor utama yang menarik perhatian mitra Pakistan adalah sistem blockchain traceability yang telah diterapkan ALKO.Melalui platform digital Qthink-X, seluruh rantai pasok dapat ditelusuri mulai dari identitas petani, lokasi kebun, proses panen, pascapanen, hingga pengiriman ke negara tujuan.Menurut Pebriyansah, pendekatan tersebut kini menjadi kebutuhan utama dalam perdagangan global."Buyer internasional saat ini tidak lagi hanya membeli kopi berkualitas. Mereka membutuhkan transparansi, data, dan kepastian bahwa produk dihasilkan melalui praktik yang berkelanjutan. Sistem traceability yang kami bangun menjadi jembatan kepercayaan antara petani di Kerinci dengan konsumen dunia."Ia menambahkan, kerja sama dengan Pakistan menunjukkan bahwa transformasi digital di sektor pertanian mampu membuka pasar-pasar baru yang sebelumnya sulit dijangkau.Momentum Baru Diplomasi EkonomiKunjungan Duta Besar Pakistan beserta delegasi bisnis merupakan bagian dari penguatan hubungan bilateral Indonesia–Pakistan yang telah terjalin selama puluhan tahun.Dalam beberapa hari kunjungannya di Kerinci, delegasi melakukan serangkaian kegiatan, mulai dari mengunjungi kebun kopi anggota ALKO, melihat proses budidaya agroforestri, mempelajari sistem pengolahan kopi, mengikuti sesi cupping, hingga berdiskusi mengenai penerapan teknologi blockchain dan keberlanjutan.Kehadiran langsung Duta Besar dinilai memberikan sinyal kuat bahwa hubungan perdagangan kedua negara kini semakin diarahkan pada kemitraan antarlembaga dan pelaku usaha, bukan sekadar hubungan antarpemerintah.Menuju Perdagangan Multi-KomoditasSelain kopi specialty, kedua pihak juga membuka peluang kerja sama untuk berbagai komoditas unggulan Kerinci lainnya.Menurut ALKO, model bisnis yang dikembangkan memungkinkan berbagai komoditas pertanian dipasarkan melalui sistem yang sama, yakni berbasis kualitas, keberlanjutan, dan ketertelusuran.Dengan demikian, kerja sama ini diharapkan tidak hanya meningkatkan ekspor kopi Indonesia ke Pakistan, tetapi juga memperluas akses pasar bagi produk-produk pertanian bernilai tambah lainnya.Bagi ALKO, penandatanganan MoU ini menjadi lebih dari sekadar dokumen kerja sama. Kesepakatan tersebut merupakan fondasi bagi pembangunan koridor perdagangan baru antara Kerinci dan Pakistan, sekaligus mempertegas posisi Indonesia sebagai pemasok produk pertanian premium yang mampu memenuhi tuntutan pasar global melalui inovasi, teknologi, dan komitmen terhadap keberlanjutan.

Read More  

Admin Alko | 21/07/2026

Kunjungan Duta Besar Republik Islam Pakistan untuk Indonesia, H.E. Mr. Zahid Hafeez Chaudhri, ke Kerinci tidak hanya menjadi agenda penjajakan perdagangan kopi, tetapi juga mencerminkan semakin eratnya hubungan bilateral Indonesia dan Pakistan melalui diplomasi ekonomi berbasis daerah.Indonesia dan Pakistan merupakan dua negara sahabat yang telah menjalin hubungan diplomatik sejak tahun 1950. Selama lebih dari tujuh dekade, kedua negara terus memperkuat kerja sama di berbagai sektor, mulai dari perdagangan, investasi, pendidikan, pertanian, hingga pertukaran budaya. Dalam beberapa tahun terakhir, kedua pemerintah juga terus mendorong peningkatan nilai perdagangan sebagai bagian dari penguatan kemitraan ekonomi.Dalam kunjungannya ke ekosistem ALKO di Kerinci, Duta Besar Pakistan menilai model yang dikembangkan ALKO memiliki nilai strategis karena tidak hanya menghasilkan komoditas berkualitas, tetapi juga membangun sistem produksi yang berkelanjutan, transparan, dan mampu memberikan manfaat langsung kepada petani."Saya datang dengan tujuan melihat potensi perdagangan kopi. Namun setelah berada di ALKO, saya melihat sesuatu yang jauh lebih besar. Yang dibangun bukan sekadar bisnis kopi, tetapi sebuah ekosistem yang menghubungkan petani, koperasi, teknologi, keberlanjutan, dan akses pasar internasional. Model seperti ini sangat relevan dengan kebutuhan perdagangan global saat ini," ujar H.E. Mr. Zahid Hafeez Chaudhri.Ia menambahkan bahwa pendekatan tersebut membuka peluang kerja sama yang lebih luas antara Pakistan dan Indonesia."Kami tidak ingin membatasi kerja sama hanya pada kopi. Setelah melihat potensi yang dimiliki ALKO, kami melihat peluang besar untuk mengembangkan perdagangan berbagai komoditas unggulan Indonesia ke Pakistan. Ini merupakan kesempatan untuk memperkuat hubungan ekonomi kedua negara melalui sektor riil yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat," katanya.Menurut Duta Besar Pakistan, hubungan bilateral yang telah terjalin lama perlu terus diperkuat melalui kolaborasi konkret antara pelaku usaha kedua negara. Ia menilai kerja sama seperti yang dibangun ALKO dapat menjadi contoh bagaimana diplomasi ekonomi mampu diterjemahkan menjadi kemitraan bisnis yang berkelanjutan.Senada dengan itu, CEO PT ALKO Sumatra Kopi, Suryono, mengatakan bahwa kunjungan tersebut menjadi kehormatan sekaligus momentum penting untuk memperluas kerja sama perdagangan Indonesia–Pakistan."Kami percaya hubungan persahabatan antara Indonesia dan Pakistan yang telah terbangun selama puluhan tahun dapat diperkuat melalui kolaborasi bisnis yang saling menguntungkan. ALKO siap menjadi bagian dari upaya tersebut dengan menghadirkan komoditas yang berkualitas, memiliki sistem traceability, dan diproduksi melalui prinsip keberlanjutan," ujar Suryono.Menurutnya, kerja sama yang akan dituangkan dalam nota kesepahaman pada Rapat Anggota Tahunan Koperasi ALKO bukan hanya berorientasi pada peningkatan volume perdagangan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan ekonomi kedua negara melalui pengembangan perdagangan multi-komoditas, pembangunan hub distribusi di Pakistan, dan kemitraan jangka panjang yang memberikan manfaat bagi petani serta pelaku usaha di kedua negara.Dengan fondasi hubungan diplomatik yang telah berlangsung lebih dari 75 tahun, kunjungan Duta Besar Pakistan ke Kerinci diharapkan menjadi tonggak baru dalam memperkuat diplomasi ekonomi Indonesia–Pakistan, sekaligus membuka jalan bagi semakin banyak komoditas unggulan Indonesia untuk memasuki pasar Pakistan dan kawasan Asia Selatan.

Read More  

Admin Alko | 16/07/2026

Segera hubungi kami untuk kerjasama!

Get Started

Lokasi

Kantor:

Jl. Batang Sangir, no.15, rt.04, Batang Sangir, Kayu Aro, Kerinci, Jambi 37163

Gudang:

Jl Raya Sungai Sikai, No 15 RT 04 desa Sungai Sikai, kec. Gunung Tujuh, Kab. Kerinci, Jambi 37063

Lokasi

Kantor:

Jl. Batang Sangir, no.15, rt.04, Batang Sangir, Kayu Aro, Kerinci, Jambi 37163

Gudang:

Jl Raya Sungai Sikai, No 15 RT 04 desa Sungai Sikai, kec. Gunung Tujuh, Kab. Kerinci, Jambi 37063

© 2021 ALKO - All Rights Reserved.