Alan Fauzi dari ALKO Sumatra Kopi Raih Juara 2 Nasional Arabika Wash di Kontes Kopi Spesialti Indonesia 2025

Admin Alko | 26/10/2025


Kopi Kayu Aro Kembali Harum di Panggung Nasional


Prestasi membanggakan kembali datang dari dataran tinggi Kayu Aro, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi. Alan Fauzi, prosesor muda binaan Koperasi ALKO Sumatra Kopi, berhasil meraih Juara 2 Nasional kategori Arabika Wash proses Wethulled atau giling basah yang merupakan proses Clasik khas kopi Sumatera dalam ajang bergengsi Kontes Kopi Spesialti Indonesia (KKSI) ke-17 tahun 2025.


Keberhasilan ini menegaskan kembali reputasi Kopi Kerinci sebagai salah satu penghasil kopi arabika terbaik di Indonesia, dengan cita rasa yang khas dan kualitas yang konsisten. Dalam kompetisi nasional yang mempertemukan ratusan petani dan prosesor terbaik dari berbagai daerah, Alan berhasil membawa nama Kerinci naik ke podium kehormatan — sebuah pencapaian luar biasa yang menjadi kebanggaan bagi seluruh ekosistem kopi ALKO.



Perjalanan Alan Fauzi: Dari Lereng Gunung ke Panggung Nasional


Alan Fauzi bukan nama baru di dunia kopi Kerinci. Lahir dan besar di tengah lingkungan petani kopi, Alan telah mengenal proses budidaya sejak remaja. Namun, ia tidak berhenti pada tradisi. Ia terus belajar mengenai teknik pascapanen modern, terutama metode washed process (Wethulled) — salah satu teknik pengolahan kopi giling basah  menggunakan wet Milling yang menuntut ketelitian tinggi untuk menghasilkan cita rasa yang bersih, jernih, dan kompleks.


Dalam proses washed (Wethulled), buah kopi yang telah dipanen dikupas dan difermentasi dengan kontrol ketat sebelum dicuci dan dikeringkan. Tantangannya besar: suhu, waktu, dan kadar air harus dijaga dengan presisi dan proses penjemuran labu yang harus mendapatkan perhatian khusus. Namun bagi Alan, inilah ruang untuk berinovasi. Ia memadukan ketelitian ilmiah dengan intuisi petani yang lahir dari pengalaman.


Hasilnya, kopi Alan menampilkan profil rasa seimbang antara keasaman cerah, manis alami, dan aroma citrus yang lembut — ciri khas tanah andosol vulkanik Kayu Aro yang subur di ketinggian 1.400–1.600 meter di atas permukaan laut.



Dari ALKO untuk Kopi Kerinci yang Berdaya Saing


Sebagai anggota aktif dari Koperasi ALKO Sumatra Kopi, Alan mendapat dukungan pembinaan dan pelatihan yang berkelanjutan. ALKO selama ini konsisten mendorong para petani dan prosesor muda untuk fokus pada kualitas, konsistensi, dan keberlanjutan.


Pendekatan ALKO berangkat dari keyakinan bahwa keberhasilan kopi rakyat tidak hanya ditentukan oleh hasil panen, tetapi juga oleh kemampuan menjaga mutu dari hulu ke hilir. Karena itu, ALKO membangun sistem yang mendukung:


Pendampingan pascapanen berbasis standar cupping internasional


Penerapan traceability digital untuk memastikan setiap batch kopi bisa dilacak asal-usulnya


Pelatihan proses basah, honey, dan natural agar petani memahami karakter rasa dan pasar


Dengan sistem ini, para petani seperti Alan memiliki ruang belajar dan berkembang tanpa harus meninggalkan identitas lokal. ALKO menjadi wadah yang menghubungkan tradisi dengan inovasi — dari kearifan desa menuju kualitas ekspor.



Ajang KKSI: Puncak Pengakuan Kualitas Kopi Spesialti Nasional


Kontes Kopi Spesialti Indonesia (KKSI) merupakan kompetisi tahunan yang diselenggarakan oleh PS Foundation, Puslit Kopi dan Kakao Indonesia (PPKKI) bersama sejumlah lembaga pendukung sektor kopi nasional. Ajang ini menjadi wadah penting bagi petani dan prosesor dari seluruh Indonesia untuk memperkenalkan hasil terbaiknya kepada para penilai profesional dan pelaku industri.


Kategori Arabika Wash dikenal sebagai salah satu kategori paling bergengsi. Penilaian dilakukan secara ketat melalui metode blind cupping, yang menilai aspek aroma, cita rasa, body, keasaman, keseimbangan, dan aftertaste tanpa mengetahui asal daerah kopi.


Dari total 651 sampel yang dikirim, hanya beberapa yang mampu menembus posisi tiga besar — dan Alan Fauzi berhasil membawa Kopi Kayu Aro ke posisi Juara 2 Nasional. Prestasi ini menunjukkan bahwa kopi rakyat dari Kerinci memiliki standar yang mampu bersaing dengan kopi dari daerah penghasil besar lainnya seperti Gayo, Toraja, dan Flores.


Kebanggaan yang Menginspirasi


Kemenangan Alan bukan hanya hasil kerja keras individu, tetapi juga simbol keberhasilan kerja kolektif petani Kerinci yang tergabung dalam ekosistem ALKO. Dalam setiap tahap, Alan mendapat dukungan dari tim quality control, para roaster pendamping, serta rekan sesama petani yang saling berbagi pengalaman.


“Cita rasa kopi bukan datang dari keberuntungan, tapi dari konsistensi dan kesabaran dalam proses. Saya belajar bahwa setiap tahap harus dilakukan dengan tanggung jawab. Dari pemetikan buah matang sempurna hingga pengeringan terakhir, semuanya harus dijaga,” ujar Alan dengan rendah hati.


Semangatnya mencerminkan nilai-nilai yang dipegang kuat oleh ALKO: integritas, kolaborasi, dan keberlanjutan. Alan menjadi wajah muda dari semangat baru kopi rakyat Indonesia — petani yang memahami teknologi, menghargai lingkungan, dan fokus pada kualitas.


Kopi Kayu Aro: Dari Dataran Tinggi untuk Indonesia


Wilayah Kayu Aro di Kerinci dikenal luas sebagai salah satu kawasan penghasil kopi arabika tertinggi di Asia Tenggara. Kombinasi tanah vulkanik Gunung Kerinci, suhu dingin, dan curah hujan ideal menghasilkan profil rasa unik yang tidak dimiliki daerah lain.


Keunikan inilah yang menjadikan kopi Kerinci mendapat tempat khusus di hati para pecinta kopi. Bagi ALKO, menjaga kekhasan rasa Kayu Aro sama pentingnya dengan memperkuat posisi petani dalam rantai nilai. Melalui pelatihan dan sertifikasi internal, ALKO memastikan bahwa setiap prosesor memiliki kemampuan menjaga karakter rasa tanpa mengorbankan kualitas lingkungan.



Makna Juara 2 bagi Komunitas ALKO



Kemenangan Alan Fauzi membawa energi positif bagi seluruh anggota koperasi. Ini menjadi bukti bahwa kerja keras, disiplin, dan kemauan belajar bisa membawa petani ke panggung nasional. Bagi ALKO, prestasi ini adalah cerminan keberhasilan pendekatan kolaboratif antara petani, pendamping, dan sistem mutu yang terukur.


Selain menjadi kebanggaan komunitas, keberhasilan ini juga diharapkan membuka peluang lebih luas bagi kopi Kerinci untuk masuk ke pasar domestik premium dan menjadi inspirasi bagi generasi petani muda lainnya di Indonesia.


“Alan adalah contoh bahwa petani muda bisa menjadi agen perubahan. Kami di ALKO berkomitmen untuk terus mendorong lebih banyak Alan-Alan lain di berbagai desa. Potensi besar kopi Kerinci baru akan benar-benar terasa jika semua generasi berani melangkah dan berinovasi,” kata Puput Sari Puspita, Project Manager ALKO Sumatra Kopi

Penutup: Kopi, Kebanggaan, dan Harapan Baru


Keberhasilan Alan Fauzi di Kontes Kopi Spesialti Indonesia 2025 menjadi kisah yang menyatukan banyak hal: cinta terhadap tanah, komitmen terhadap kualitas, dan semangat untuk terus tumbuh. Dari lereng Gunung Kerinci, kopi ini membawa pesan sederhana — bahwa hasil terbaik selalu lahir dari kerja yang jujur dan proses yang dijaga dengan sepenuh hati.


Bagi masyarakat Kerinci, kemenangan ini bukan akhir, melainkan awal dari perjalanan panjang menuju kemandirian dan pengakuan nasional. Dari tangan-tangan muda yang bekerja di bawah kabut Kayu Aro, aroma kopi juara kini menembus batas wilayah, membawa harapan baru untuk masa depan kopi Indonesia yang berdaulat dan berdaya saing.


Share this :
Share this :

Blog

Other News recommendations for you

Blog

Other News recommendations for you

Kunjungan Duta Besar Republik Islam Pakistan untuk Indonesia, H.E. Mr. Zahid Hafeez Chaudhri, ke Kerinci tidak hanya menjadi agenda penjajakan perdagangan kopi, tetapi juga mencerminkan semakin eratnya hubungan bilateral Indonesia dan Pakistan melalui diplomasi ekonomi berbasis daerah.Indonesia dan Pakistan merupakan dua negara sahabat yang telah menjalin hubungan diplomatik sejak tahun 1950. Selama lebih dari tujuh dekade, kedua negara terus memperkuat kerja sama di berbagai sektor, mulai dari perdagangan, investasi, pendidikan, pertanian, hingga pertukaran budaya. Dalam beberapa tahun terakhir, kedua pemerintah juga terus mendorong peningkatan nilai perdagangan sebagai bagian dari penguatan kemitraan ekonomi.Dalam kunjungannya ke ekosistem ALKO di Kerinci, Duta Besar Pakistan menilai model yang dikembangkan ALKO memiliki nilai strategis karena tidak hanya menghasilkan komoditas berkualitas, tetapi juga membangun sistem produksi yang berkelanjutan, transparan, dan mampu memberikan manfaat langsung kepada petani."Saya datang dengan tujuan melihat potensi perdagangan kopi. Namun setelah berada di ALKO, saya melihat sesuatu yang jauh lebih besar. Yang dibangun bukan sekadar bisnis kopi, tetapi sebuah ekosistem yang menghubungkan petani, koperasi, teknologi, keberlanjutan, dan akses pasar internasional. Model seperti ini sangat relevan dengan kebutuhan perdagangan global saat ini," ujar H.E. Mr. Zahid Hafeez Chaudhri.Ia menambahkan bahwa pendekatan tersebut membuka peluang kerja sama yang lebih luas antara Pakistan dan Indonesia."Kami tidak ingin membatasi kerja sama hanya pada kopi. Setelah melihat potensi yang dimiliki ALKO, kami melihat peluang besar untuk mengembangkan perdagangan berbagai komoditas unggulan Indonesia ke Pakistan. Ini merupakan kesempatan untuk memperkuat hubungan ekonomi kedua negara melalui sektor riil yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat," katanya.Menurut Duta Besar Pakistan, hubungan bilateral yang telah terjalin lama perlu terus diperkuat melalui kolaborasi konkret antara pelaku usaha kedua negara. Ia menilai kerja sama seperti yang dibangun ALKO dapat menjadi contoh bagaimana diplomasi ekonomi mampu diterjemahkan menjadi kemitraan bisnis yang berkelanjutan.Senada dengan itu, CEO PT ALKO Sumatra Kopi, Suryono, mengatakan bahwa kunjungan tersebut menjadi kehormatan sekaligus momentum penting untuk memperluas kerja sama perdagangan Indonesia–Pakistan."Kami percaya hubungan persahabatan antara Indonesia dan Pakistan yang telah terbangun selama puluhan tahun dapat diperkuat melalui kolaborasi bisnis yang saling menguntungkan. ALKO siap menjadi bagian dari upaya tersebut dengan menghadirkan komoditas yang berkualitas, memiliki sistem traceability, dan diproduksi melalui prinsip keberlanjutan," ujar Suryono.Menurutnya, kerja sama yang akan dituangkan dalam nota kesepahaman pada Rapat Anggota Tahunan Koperasi ALKO bukan hanya berorientasi pada peningkatan volume perdagangan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan ekonomi kedua negara melalui pengembangan perdagangan multi-komoditas, pembangunan hub distribusi di Pakistan, dan kemitraan jangka panjang yang memberikan manfaat bagi petani serta pelaku usaha di kedua negara.Dengan fondasi hubungan diplomatik yang telah berlangsung lebih dari 75 tahun, kunjungan Duta Besar Pakistan ke Kerinci diharapkan menjadi tonggak baru dalam memperkuat diplomasi ekonomi Indonesia–Pakistan, sekaligus membuka jalan bagi semakin banyak komoditas unggulan Indonesia untuk memasuki pasar Pakistan dan kawasan Asia Selatan.

Read More  

Admin Alko | 16/07/2026

Kerinci, Jambi — Industri kopi Indonesia memasuki babak baru transformasi berbasis teknologi. PT ALKO Sumatra Kopi bersama PT Biomass Indonesia Global (BIG) menyelesaikan penelitian komprehensif mengenai peningkatan kualitas proses pascapanen kopi melalui pengembangan teknologi Nano Bubble. Kolaborasi ini menjadi langkah strategis dalam membangun standar baru pengolahan kopi nasional yang lebih modern, berbasis sains, efisien, dan berkelanjutan.Hasil penelitian yang dituangkan dalam Comprehensive Quality Assessment & Improvement Report ALKO–BIG menunjukkan bahwa peningkatan mutu kopi tidak semata ditentukan oleh kualitas bahan baku maupun sumber air, tetapi sangat dipengaruhi oleh optimalisasi proses pencucian (washing process). Temuan tersebut membuka peluang lahirnya standar operasional baru bagi industri kopi Indonesia yang dapat diterapkan secara luas oleh koperasi, eksportir, maupun pelaku usaha kopi.Direktur PT ALKO Sumatra Kopi mengatakan kolaborasi dengan Biomass Indonesia Global merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk mengembangkan sistem science-based coffee processing, yaitu sistem pengolahan kopi yang seluruh prosesnya didukung oleh penelitian ilmiah, pengukuran laboratorium, serta inovasi teknologi."Selama ini industri kopi lebih banyak berbicara mengenai varietas, budidaya, atau cita rasa. Padahal kualitas akhir produk juga sangat ditentukan oleh proses pascapanen. Bersama Biomass Indonesia Global, kami ingin membangun standar baru pengolahan kopi Indonesia yang berbasis riset, terukur, dan dapat direplikasi oleh industri maupun koperasi di seluruh Indonesia," ujar Direktur PT ALKO Sumatra Kopi.Menurutnya, kolaborasi ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas produk ALKO, tetapi juga menjadi kontribusi terhadap pengembangan teknologi pascapanen kopi nasional yang mampu menjawab tantangan perdagangan global.Menjawab Tantangan Industri Kopi ModernPenelitian dilakukan sebagai respons terhadap semakin ketatnya standar mutu kopi di pasar internasional, termasuk meningkatnya perhatian terhadap keamanan pangan, keberlanjutan, serta transparansi rantai pasok. Salah satu regulasi yang menjadi perhatian adalah Japan's Positive List, yang mengatur batas maksimum residu pestisida pada produk pangan impor.Namun, ALKO dan BIG memandang tantangan tersebut bukan sekadar persoalan memenuhi regulasi ekspor, melainkan momentum untuk memperbaiki sistem pengolahan kopi Indonesia melalui pendekatan ilmiah.Selama beberapa pekan, tim peneliti melakukan observasi menyeluruh terhadap kualitas sumber air, karakteristik proses pencucian, fermentasi, hingga berbagai parameter fisika dan kimia yang memengaruhi mutu kopi. Penelitian dilakukan di fasilitas pengolahan ALKO bersama jaringan petani dan koperasi mitranya.Kualitas Air Bukan Faktor PenentuSalah satu hasil penting dari penelitian tersebut adalah ditemukannya fakta bahwa kualitas sumber air yang digunakan ALKO secara umum telah memenuhi karakteristik fisikokimia yang baik untuk proses pengolahan kopi.Variasi kualitas air yang ditemukan lebih banyak dipengaruhi oleh kondisi hidrogeologi alami setiap wilayah dan tidak menjadi faktor utama yang menyebabkan residu yang menjadi perhatian pasar internasional.Temuan ini mengubah paradigma yang selama ini berkembang di kalangan pelaku industri. Jika sebelumnya banyak pihak beranggapan bahwa penggantian sumber air merupakan solusi utama peningkatan mutu, penelitian ALKO–BIG justru menunjukkan bahwa optimalisasi proses pencucian jauh lebih menentukan kualitas akhir kopi.Dengan demikian, investasi pada teknologi proses dinilai memberikan dampak yang lebih besar dibandingkan sekadar mengganti sumber air produksi.Double Washing Semakin DisempurnakanSebagai bagian dari penelitian, tim juga mengevaluasi sistem double washing yang selama ini telah diterapkan ALKO.Hasil evaluasi menunjukkan metode tersebut sudah cukup efektif dalam membersihkan lapisan yang menempel pada permukaan biji kopi. Namun, efektivitasnya masih dapat ditingkatkan melalui pengaturan rasio air, durasi pencucian, intensitas pengadukan, hingga pengelolaan kandungan oksigen terlarut dalam air.Pada pengujian proses semi-washed, misalnya, penambahan pengadukan mampu meningkatkan pelepasan padatan terlarut hampir dua kali lipat dibandingkan proses pencucian tanpa pengadukan. Kondisi tersebut mempercepat penurunan pH sehingga pelepasan residu berlangsung lebih efisien.Sebaliknya, penelitian juga menemukan bahwa proses pencucian yang berlangsung terlalu lama tanpa pergantian air justru dapat memicu fermentasi anaerob yang berpotensi menurunkan kualitas kopi akibat terbentuknya senyawa organik yang tidak diinginkan.Nano Bubble Menjadi Terobosan BaruBagian paling inovatif dari kolaborasi ALKO dan Biomass Indonesia Global adalah pengembangan teknologi Nano Bubble dalam proses pencucian kopi.Teknologi ini bekerja dengan menghasilkan gelembung udara berukuran nano yang mampu meningkatkan kadar oksigen terlarut (Dissolved Oxygen) di dalam air. Kandungan oksigen yang lebih tinggi terbukti mempercepat perpindahan residu dari permukaan biji kopi ke dalam media pencucian.Dalam serangkaian uji lapangan, perubahan parameter seperti Dissolved Oxygen (DO), Total Dissolved Solids (TDS), Electrical Conductivity (EC), temperatur, serta pH menunjukkan bahwa proses pencucian menjadi lebih cepat, lebih stabil, dan lebih efisien dibandingkan metode konvensional.Tim peneliti juga menemukan kombinasi paling optimal antara sistem double washing, rasio air 4:5, pengadukan aktif, dan aerasi sekitar 1,5 liter per menit. Formula tersebut menghasilkan waktu pencucian ideal sekitar 10–15 menit pada setiap tahap pencucian.Selain meningkatkan efisiensi proses, teknologi Nano Bubble juga menghasilkan limbah air dengan tingkat keasaman yang lebih rendah sehingga lebih ramah terhadap lingkungan.Menuju Standar Baru Industri KopiMeski menunjukkan hasil yang menjanjikan, ALKO dan BIG menegaskan bahwa penelitian ini masih merupakan baseline study. Oleh karena itu, hasil awal tersebut akan dilanjutkan melalui pengujian laboratorium untuk memverifikasi efektivitas teknologi terhadap penurunan residu pestisida seperti 2,4-D dan Isoprocarb.Sebagai tindak lanjut, Biomass Indonesia Global merekomendasikan pelaksanaan pilot project Nano Bubble di fasilitas utama ALKO. Proyek ini akan menjadi tahap validasi sebelum teknologi diterapkan secara lebih luas pada jaringan pengolahan kopi ALKO maupun koperasi-koperasi mitra di berbagai daerah.Selain itu, BIG juga merekomendasikan standardisasi parameter operasional seperti rasio air, waktu pencucian, frekuensi pengadukan, dan jadwal pergantian air agar proses pascapanen menghasilkan kualitas yang konsisten.Menurut Biomass Indonesia Global, pendekatan bertahap berbasis data ini akan memberikan dasar ilmiah yang kuat bagi setiap keputusan investasi teknologi di sektor kopi.Membangun Industri Kopi Berbasis Riset dan TeknologiKolaborasi antara ALKO dan Biomass Indonesia Global menunjukkan bahwa masa depan industri kopi Indonesia tidak lagi hanya ditentukan oleh luas lahan atau volume produksi, tetapi juga oleh kemampuan pelaku usaha dalam mengembangkan inovasi teknologi.Melalui pendekatan berbasis riset, teknologi Nano Bubble diproyeksikan tidak hanya meningkatkan efisiensi proses pascapanen, tetapi juga memperkuat konsistensi mutu, mendukung keberlanjutan lingkungan, serta meningkatkan nilai tambah kopi Indonesia di pasar premium dunia.Ke depan, ALKO berencana mengintegrasikan hasil penelitian ini dengan sistem traceability berbasis blockchain QThink-X, sehingga seluruh proses pascapanen dapat terdokumentasi secara digital dan transparan, mulai dari kebun petani hingga produk diterima oleh pembeli.Sinergi antara ALKO dan Biomass Indonesia Global ini diharapkan menjadi model kolaborasi antara pelaku usaha dan perusahaan berbasis teknologi dalam membangun ekosistem kopi nasional yang lebih modern. Dengan menggabungkan inovasi, penelitian, digitalisasi, dan keberlanjutan, kedua perusahaan optimistis Indonesia tidak hanya dikenal sebagai salah satu produsen kopi terbesar dunia, tetapi juga sebagai pelopor teknologi pascapanen kopi tropis yang mampu menjadi referensi bagi industri kopi global.

Read More  

Admin Alko | 06/07/2026

Bisnis | Ekspor KopiSEOUL — PT ALKO Sumatra Kopi terus memperluas penetrasi pasar ekspor dengan mengikuti Korea Import Expo (KIE) 2026, ajang perdagangan internasional yang mempertemukan eksportir global dengan importir, distributor, retailer, dan buyer potensial dari Korea Selatan. Keikutsertaan ALKO dalam pameran tersebut difasilitasi oleh program BNI Xpora, sebagai bagian dari upaya memperkuat akses produk Indonesia ke pasar internasional.Direktur PT ALKO Sumatra Kopi, Suryono, mengatakan pasar Korea Selatan menjadi salah satu target strategis perusahaan seiring meningkatnya konsumsi kopi specialty dan kebutuhan bahan baku berkualitas tinggi di negara tersebut.“Pasar Korea memiliki karakteristik yang sangat menarik. Konsumen semakin menghargai kualitas, asal-usul produk, serta aspek keberlanjutan. Ini sejalan dengan model bisnis yang kami bangun bersama petani dan koperasi,” ujarnya.Partisipasi ALKO dalam Korea Import Expo difokuskan pada agenda business matching dengan sejumlah calon importir, perusahaan roasting, distributor minuman, jaringan kafe, hingga pelaku industri makanan dan minuman Korea Selatan.Menurut data industri kopi Korea, negara tersebut menjadi salah satu pasar kopi terbesar di Asia dengan pertumbuhan konsumsi yang terus meningkat dalam satu dekade terakhir. Tingginya permintaan terhadap specialty coffee membuka peluang bagi eksportir Indonesia untuk memperkuat pangsa pasar di kawasan Asia Timur.Tawarkan Kopi Specialty dan Sistem TraceabilityDalam pameran tersebut, ALKO membawa berbagai produk kopi specialty Indonesia yang berasal dari jaringan petani dan koperasi mitra di sejumlah daerah penghasil kopi unggulan seperti Kerinci, Gayo, Flores, Mandailing, dan Toraja.Selain produk kopi, perusahaan juga memperkenalkan sistem traceability digital berbasis QThink-X yang memungkinkan pembeli menelusuri asal-usul produk mulai dari tingkat petani hingga proses ekspor.Penerapan teknologi tersebut dinilai semakin relevan di tengah meningkatnya tuntutan pasar global terhadap transparansi rantai pasok dan kepatuhan terhadap standar keberlanjutan.“Pasar internasional saat ini tidak hanya membeli kopi. Mereka juga ingin mengetahui siapa petaninya, bagaimana proses produksinya, dan bagaimana dampaknya terhadap lingkungan. Karena itu kami membangun sistem keterlacakan yang dapat menjawab kebutuhan tersebut,” ujarnya.BNI Xpora Dorong Ekspansi UMKM dan EksportirKeikutsertaan ALKO dalam Korea Import Expo juga menunjukkan peran BNI Xpora dalam mendukung pelaku usaha nasional memasuki pasar global. "Melalui program BNI Xpora ini diharapkan UMKM dan eksportir Indonesia mendapatkan akses terhadap jaringan buyer internasional, informasi pasar, dan dapat di jadikan sebagai fasilitasi promosi..", Ujar Edi Pramono selaku Kepala Cabang BNI Seoul Branch.Bagi ALKO, dukungan tersebut menjadi peluang untuk mempercepat perluasan pasar sekaligus memperkenalkan model bisnis kopi berbasis koperasi yang selama ini dikembangkan di Kerinci, Jambi.Perusahaan berharap agenda business matching selama pameran dapat menghasilkan kontrak dagang baru dan memperluas kerja sama dengan pelaku industri kopi Korea Selatan.Melalui partisipasi dalam Korea Import Expo 2026, ALKO berharap dapat memperkuat posisi kopi Indonesia di pasar Asia Timur sekaligus memperluas kontribusi petani dalam rantai pasok global.“Target kami bukan hanya meningkatkan volume ekspor, tetapi membangun posisi kopi Indonesia sebagai produk premium yang memiliki identitas, kualitas, dan sistem keberlanjutan yang diakui dunia,” kata Suryono.

Read More  

Admin Alko | 23/06/2026

Segera hubungi kami untuk kerjasama!

Get Started

Lokasi

Kantor:

Jl. Batang Sangir, no.15, rt.04, Batang Sangir, Kayu Aro, Kerinci, Jambi 37163

Gudang:

Jl Raya Sungai Sikai, No 15 RT 04 desa Sungai Sikai, kec. Gunung Tujuh, Kab. Kerinci, Jambi 37063

Lokasi

Kantor:

Jl. Batang Sangir, no.15, rt.04, Batang Sangir, Kayu Aro, Kerinci, Jambi 37163

Gudang:

Jl Raya Sungai Sikai, No 15 RT 04 desa Sungai Sikai, kec. Gunung Tujuh, Kab. Kerinci, Jambi 37063

© 2021 ALKO - All Rights Reserved.