Kolaborasi antara ALKO Sumatra International dan Sustainable Farming Foundation (SFF) membuahkan hasil penting: proses pendataan 143 petani kopi di dua wilayah sentra produksi—Kabupaten Lima Puluh Kota (Sumatera Barat) dan Lampung Selatan—telah rampung.
Dalam sepekan terakhir, tim lapangan bergerak aktif mendatangi petani anggota Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) untuk melakukan pendataan menyeluruh. Hasilnya, sebanyak 98 petani di Sumatera Barat dan 45 petani di Lampung berhasil terdata lengkap. Data yang dikumpulkan bukan hanya soal nama dan alamat, tapi mencakup informasi lokasi lahan (dengan titik koordinat GPS), luasan kebun, foto langsung kebun dan petani, serta informasi budidaya kopi yang mereka jalankan.
Pendataan ini bukan sekadar mengisi formulir. Ini adalah langkah awal membangun sistem kopi rakyat yang transparan dan siap ekspor. Dalam konteks perdagangan global saat ini, traceability atau ketertelusuran menjadi kunci. Pembeli internasional ingin tahu: siapa petaninya, dari mana kopinya, dan bagaimana kopi itu diproduksi. Maka, data menjadi aset utama yang tak bisa diabaikan.
Bagi ALKO, ini adalah bentuk komitmen untuk memberdayakan petani dari hulu hingga ke hilir. Dengan data yang lengkap, akurat, dan valid, kita bisa membangun kepercayaan pasar, menyusun strategi pemasaran yang tepat, dan membuka akses pasar baru yang lebih adil dan berkelanjutan.
Kegiatan pendataan ini juga menjadi fondasi penting menjelang agenda besar ALKO: “Gelar Karya dan Ekspor Perdana” yang direncanakan pada 15 Juni 2025. Acara ini akan menjadi panggung pertama bagi petani dan kelompok dampingan ALKO untuk menunjukkan hasil kerja kerasnya ke publik dan buyer potensial, baik lokal maupun internasional.
Selain pameran produk kopi rakyat, rencananya kegiatan ini juga akan menandai pelepasan ekspor perdana dari wilayah binaan ALKO, terutama dari KUPS yang telah melalui proses verifikasi data dan kualitas.
Setelah pendataan selesai, tim akan fokus pada proses entry dan validasi data. Dibutuhkan waktu sekitar tiga hari dengan dukungan empat personel untuk memastikan seluruh informasi masuk ke sistem dengan rapi dan akurat. Data ini akan menjadi basis pengambilan keputusan strategis, mulai dari penjadwalan panen, pembelian kopi, hingga perencanaan ekspor.
Dalam waktu dekat, akan dilakukan rapat lanjutan di Payakumbuh untuk mempresentasikan hasil pendataan dan menyusun strategi akselerasi program. ALKO akan terus bekerja sama dengan SFF dan mitra lokal lainnya untuk memastikan semua proses berjalan lancar.
Apa yang sedang dilakukan ALKO dan SFF adalah bagian dari gerakan besar membangun kopi rakyat yang terorganisir, berdaya saing, dan berkelanjutan. Ini bukan hanya tentang kopi, tapi tentang nasib petani, tentang ekonomi desa, dan tentang masa depan lingkungan.
Dengan data yang kuat, jejaring kemitraan yang solid, dan semangat kolaborasi yang tinggi, ALKO percaya bahwa kopi rakyat Indonesia bisa bersaing di pasar global—tanpa harus kehilangan nilai lokalnya.
Terima kasih kepada semua pihak yang telah terlibat dalam proses ini. Semoga langkah kecil ini menjadi awal dari perubahan besar.
#ALKOBlog #KopiRakyat #PetaniBerdaya #Sumbar #Lampung #EksporKopi #Sustainability #PerhutananSosial