About Us

Preserves Nature and Empowers People

ALKO memberikan pengetahuan dan teknologi agribisnis kepada para petani kopi di kawasan Gunung Kerinci, dalam rangka meningkatkan kapasitas produksi, kualitas dan nilai produk mereka, dan untuk memperluas pasar global (Ekspor), Serta Pelestarian alam dan ALKO secara konsisten memberdayakan kegiatan masyarakat, salah satunya dengan mengadakan pelatihan gratis bagi petani tentang kopi GAP (Good Agriculture Practice), mulai dari pola tanam hingga pasca panen, termasuk melakukan pendampingan usaha kepada kelompok tani wanita.

Read More  

Hadir sebagai solusi untuk Petani dan Industri Kopi.

Berdiri sebagai Koperasi Alam Korintji INT pada 2014 yang fokus pada pengembangan pertanian Kopi di Kerinci  dengan dukungan program pemberdayaan WWF. ALKO bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan teknologi agribisnis kepada para petani kopi di kawasan Gunung Kerinci, dalam rangka meningkatkan kapasitas petani, produksi, kualitas dan nilai produk mereka, dan untuk memperluas pasar global (Ekspor). Pada Tahun 2017 mendirikan perusahaan  ALKO SUMATRA KOPI sebagai devisi unit usaha yang melakukan kegiatan bisnis kopi koperasi.

Visi utama ALKO adalah Menjadi Produser kopi speciality untuk global yang mengutamakan prinsif Ekonomi Hijau, Pelestarian Alam dan Pemberdayaan Masyarakat, pada awal berdiri dengan sedikitnya 625 keluarga petani yang mencakup 416Ha dari total luas lahan pertanian kopi arabika di 24 Desa, juga memiliki koordinat lahan petani yang akurat, untuk ketelusuran dan untuk memastikan tidak ada petani yang bertani di kawasan hutan lindung dan / atau Taman Nasional Kerinci Seblat. Tahun 2024 perluasan keanggotan telah berada di 8 provinsi penghasil kopi di Indonesia dengan jumlah anggota 9181 petani dan dengan luasan 710ha kopi Arabika dan 6751 ha Robusta.

Why Choose Us

Kami memproduksi kopi dengan kualitas specialty dan menerapkan prisip ketelusuran berbasis blockchain untuk pertanian kopi yang keberlanjutan

Our Product

Our Product

Our Client

Brand yang telah mempercayai kami

(USA)

(USA)

(USA)

(France)

(UK)

(New Zealand)

(USA)

(USA)

(USA)

(France)

(UK)

(New Zealand)

Menyajikan biji kopi ke roastery di beberapa negara dan lebih dari +50 brand yang tersebar di seluruh dunia

Menyajikan biji kopi ke roastery di beberapa negara dan lebih dari +50 brand yang tersebar di seluruh dunia

Our Farmers

1.516 petani kopi Arabika dan 8.575 petani kopi Robsuta, Arabika 710 hektar dan lahan Robusta 6751 hektar Telah mendampingi petani yang tersebar di 8 provinsi di Indonesia

Ekosistem Koperasi Kopi Alam Korintji dimulai dari Petani sebagai Anggota dan member koperasi, lalu memiliki unit usaha berbentuk perusahaan, memiliki mitra kerja baik instansi atau lembaga kemasyarakatan lainnya dan tergabung dalam kolaborasi satu komunitas ALKO. Koperasi ALKO sangat trasparan memberikan informasi pangsa pasar dan harga Komoditas Kopi kepada petani kopi di Kerinci, berupaya meningkatkan pengetahuan petani anggota Perkumpulan dan masyarakat dengan pengetahuan wirausaha dan pengembangan teknologi dalam pertaniannya untuk memberikan nilai tambah kepada petani.

Blockchain

Meningkatkan pengalaman pelanggan untuk mengetahui perjalanan kopi

Dengan penerapan teknologi blockchain modern, menghadirkan Aplikasi Traceability kopi sejak 2019 ALKO kini menyediakan data yang dapat dilacak secara terbuka dan transparan sebagai kisah unik untuk melengkapi setiap kopi yang diproduksi dan dijualnya, dari Petani, lokasi kebun, waktu proses dan hingga perjalan kopi ke secangkir seduhan.

Our Program

Peningaktan kapasistas petani, membangung ekosistem serta pengembangan Ekonomi hijau, berkelanjutan, pemberdayaan petani dan penerapan inovasi teknologi demi pertumbuhan SDM dan Agribisnis

Our Program

Peningaktan kapasistas petani, membangung ekosistem serta pengembangan Ekonomi hijau, berkelanjutan, pemberdayaan petani dan penerapan inovasi teknologi demi pertumbuhan SDM dan Agribisnis

Blog

Info seputar pengetahuan petani, perkopian hingga tips menarik untuk anda

Blog

Info seputar pengetahuan petani, perkopian hingga tips menarik untuk anda

Kerinci, Jambi — Industri kopi Indonesia memasuki babak baru transformasi berbasis teknologi. PT ALKO Sumatra Kopi bersama PT Biomass Indonesia Global (BIG) menyelesaikan penelitian komprehensif mengenai peningkatan kualitas proses pascapanen kopi melalui pengembangan teknologi Nano Bubble. Kolaborasi ini menjadi langkah strategis dalam membangun standar baru pengolahan kopi nasional yang lebih modern, berbasis sains, efisien, dan berkelanjutan.Hasil penelitian yang dituangkan dalam Comprehensive Quality Assessment & Improvement Report ALKO–BIG menunjukkan bahwa peningkatan mutu kopi tidak semata ditentukan oleh kualitas bahan baku maupun sumber air, tetapi sangat dipengaruhi oleh optimalisasi proses pencucian (washing process). Temuan tersebut membuka peluang lahirnya standar operasional baru bagi industri kopi Indonesia yang dapat diterapkan secara luas oleh koperasi, eksportir, maupun pelaku usaha kopi.Direktur PT ALKO Sumatra Kopi mengatakan kolaborasi dengan Biomass Indonesia Global merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk mengembangkan sistem science-based coffee processing, yaitu sistem pengolahan kopi yang seluruh prosesnya didukung oleh penelitian ilmiah, pengukuran laboratorium, serta inovasi teknologi."Selama ini industri kopi lebih banyak berbicara mengenai varietas, budidaya, atau cita rasa. Padahal kualitas akhir produk juga sangat ditentukan oleh proses pascapanen. Bersama Biomass Indonesia Global, kami ingin membangun standar baru pengolahan kopi Indonesia yang berbasis riset, terukur, dan dapat direplikasi oleh industri maupun koperasi di seluruh Indonesia," ujar Direktur PT ALKO Sumatra Kopi.Menurutnya, kolaborasi ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas produk ALKO, tetapi juga menjadi kontribusi terhadap pengembangan teknologi pascapanen kopi nasional yang mampu menjawab tantangan perdagangan global.Menjawab Tantangan Industri Kopi ModernPenelitian dilakukan sebagai respons terhadap semakin ketatnya standar mutu kopi di pasar internasional, termasuk meningkatnya perhatian terhadap keamanan pangan, keberlanjutan, serta transparansi rantai pasok. Salah satu regulasi yang menjadi perhatian adalah Japan's Positive List, yang mengatur batas maksimum residu pestisida pada produk pangan impor.Namun, ALKO dan BIG memandang tantangan tersebut bukan sekadar persoalan memenuhi regulasi ekspor, melainkan momentum untuk memperbaiki sistem pengolahan kopi Indonesia melalui pendekatan ilmiah.Selama beberapa pekan, tim peneliti melakukan observasi menyeluruh terhadap kualitas sumber air, karakteristik proses pencucian, fermentasi, hingga berbagai parameter fisika dan kimia yang memengaruhi mutu kopi. Penelitian dilakukan di fasilitas pengolahan ALKO bersama jaringan petani dan koperasi mitranya.Kualitas Air Bukan Faktor PenentuSalah satu hasil penting dari penelitian tersebut adalah ditemukannya fakta bahwa kualitas sumber air yang digunakan ALKO secara umum telah memenuhi karakteristik fisikokimia yang baik untuk proses pengolahan kopi.Variasi kualitas air yang ditemukan lebih banyak dipengaruhi oleh kondisi hidrogeologi alami setiap wilayah dan tidak menjadi faktor utama yang menyebabkan residu yang menjadi perhatian pasar internasional.Temuan ini mengubah paradigma yang selama ini berkembang di kalangan pelaku industri. Jika sebelumnya banyak pihak beranggapan bahwa penggantian sumber air merupakan solusi utama peningkatan mutu, penelitian ALKO–BIG justru menunjukkan bahwa optimalisasi proses pencucian jauh lebih menentukan kualitas akhir kopi.Dengan demikian, investasi pada teknologi proses dinilai memberikan dampak yang lebih besar dibandingkan sekadar mengganti sumber air produksi.Double Washing Semakin DisempurnakanSebagai bagian dari penelitian, tim juga mengevaluasi sistem double washing yang selama ini telah diterapkan ALKO.Hasil evaluasi menunjukkan metode tersebut sudah cukup efektif dalam membersihkan lapisan yang menempel pada permukaan biji kopi. Namun, efektivitasnya masih dapat ditingkatkan melalui pengaturan rasio air, durasi pencucian, intensitas pengadukan, hingga pengelolaan kandungan oksigen terlarut dalam air.Pada pengujian proses semi-washed, misalnya, penambahan pengadukan mampu meningkatkan pelepasan padatan terlarut hampir dua kali lipat dibandingkan proses pencucian tanpa pengadukan. Kondisi tersebut mempercepat penurunan pH sehingga pelepasan residu berlangsung lebih efisien.Sebaliknya, penelitian juga menemukan bahwa proses pencucian yang berlangsung terlalu lama tanpa pergantian air justru dapat memicu fermentasi anaerob yang berpotensi menurunkan kualitas kopi akibat terbentuknya senyawa organik yang tidak diinginkan.Nano Bubble Menjadi Terobosan BaruBagian paling inovatif dari kolaborasi ALKO dan Biomass Indonesia Global adalah pengembangan teknologi Nano Bubble dalam proses pencucian kopi.Teknologi ini bekerja dengan menghasilkan gelembung udara berukuran nano yang mampu meningkatkan kadar oksigen terlarut (Dissolved Oxygen) di dalam air. Kandungan oksigen yang lebih tinggi terbukti mempercepat perpindahan residu dari permukaan biji kopi ke dalam media pencucian.Dalam serangkaian uji lapangan, perubahan parameter seperti Dissolved Oxygen (DO), Total Dissolved Solids (TDS), Electrical Conductivity (EC), temperatur, serta pH menunjukkan bahwa proses pencucian menjadi lebih cepat, lebih stabil, dan lebih efisien dibandingkan metode konvensional.Tim peneliti juga menemukan kombinasi paling optimal antara sistem double washing, rasio air 4:5, pengadukan aktif, dan aerasi sekitar 1,5 liter per menit. Formula tersebut menghasilkan waktu pencucian ideal sekitar 10–15 menit pada setiap tahap pencucian.Selain meningkatkan efisiensi proses, teknologi Nano Bubble juga menghasilkan limbah air dengan tingkat keasaman yang lebih rendah sehingga lebih ramah terhadap lingkungan.Menuju Standar Baru Industri KopiMeski menunjukkan hasil yang menjanjikan, ALKO dan BIG menegaskan bahwa penelitian ini masih merupakan baseline study. Oleh karena itu, hasil awal tersebut akan dilanjutkan melalui pengujian laboratorium untuk memverifikasi efektivitas teknologi terhadap penurunan residu pestisida seperti 2,4-D dan Isoprocarb.Sebagai tindak lanjut, Biomass Indonesia Global merekomendasikan pelaksanaan pilot project Nano Bubble di fasilitas utama ALKO. Proyek ini akan menjadi tahap validasi sebelum teknologi diterapkan secara lebih luas pada jaringan pengolahan kopi ALKO maupun koperasi-koperasi mitra di berbagai daerah.Selain itu, BIG juga merekomendasikan standardisasi parameter operasional seperti rasio air, waktu pencucian, frekuensi pengadukan, dan jadwal pergantian air agar proses pascapanen menghasilkan kualitas yang konsisten.Menurut Biomass Indonesia Global, pendekatan bertahap berbasis data ini akan memberikan dasar ilmiah yang kuat bagi setiap keputusan investasi teknologi di sektor kopi.Membangun Industri Kopi Berbasis Riset dan TeknologiKolaborasi antara ALKO dan Biomass Indonesia Global menunjukkan bahwa masa depan industri kopi Indonesia tidak lagi hanya ditentukan oleh luas lahan atau volume produksi, tetapi juga oleh kemampuan pelaku usaha dalam mengembangkan inovasi teknologi.Melalui pendekatan berbasis riset, teknologi Nano Bubble diproyeksikan tidak hanya meningkatkan efisiensi proses pascapanen, tetapi juga memperkuat konsistensi mutu, mendukung keberlanjutan lingkungan, serta meningkatkan nilai tambah kopi Indonesia di pasar premium dunia.Ke depan, ALKO berencana mengintegrasikan hasil penelitian ini dengan sistem traceability berbasis blockchain QThink-X, sehingga seluruh proses pascapanen dapat terdokumentasi secara digital dan transparan, mulai dari kebun petani hingga produk diterima oleh pembeli.Sinergi antara ALKO dan Biomass Indonesia Global ini diharapkan menjadi model kolaborasi antara pelaku usaha dan perusahaan berbasis teknologi dalam membangun ekosistem kopi nasional yang lebih modern. Dengan menggabungkan inovasi, penelitian, digitalisasi, dan keberlanjutan, kedua perusahaan optimistis Indonesia tidak hanya dikenal sebagai salah satu produsen kopi terbesar dunia, tetapi juga sebagai pelopor teknologi pascapanen kopi tropis yang mampu menjadi referensi bagi industri kopi global.

Read More  

Admin Alko | 06/07/2026

Bisnis | Ekspor KopiSEOUL — PT ALKO Sumatra Kopi terus memperluas penetrasi pasar ekspor dengan mengikuti Korea Import Expo (KIE) 2026, ajang perdagangan internasional yang mempertemukan eksportir global dengan importir, distributor, retailer, dan buyer potensial dari Korea Selatan. Keikutsertaan ALKO dalam pameran tersebut difasilitasi oleh program BNI Xpora, sebagai bagian dari upaya memperkuat akses produk Indonesia ke pasar internasional.Direktur PT ALKO Sumatra Kopi, Suryono, mengatakan pasar Korea Selatan menjadi salah satu target strategis perusahaan seiring meningkatnya konsumsi kopi specialty dan kebutuhan bahan baku berkualitas tinggi di negara tersebut.“Pasar Korea memiliki karakteristik yang sangat menarik. Konsumen semakin menghargai kualitas, asal-usul produk, serta aspek keberlanjutan. Ini sejalan dengan model bisnis yang kami bangun bersama petani dan koperasi,” ujarnya.Partisipasi ALKO dalam Korea Import Expo difokuskan pada agenda business matching dengan sejumlah calon importir, perusahaan roasting, distributor minuman, jaringan kafe, hingga pelaku industri makanan dan minuman Korea Selatan.Menurut data industri kopi Korea, negara tersebut menjadi salah satu pasar kopi terbesar di Asia dengan pertumbuhan konsumsi yang terus meningkat dalam satu dekade terakhir. Tingginya permintaan terhadap specialty coffee membuka peluang bagi eksportir Indonesia untuk memperkuat pangsa pasar di kawasan Asia Timur.Tawarkan Kopi Specialty dan Sistem TraceabilityDalam pameran tersebut, ALKO membawa berbagai produk kopi specialty Indonesia yang berasal dari jaringan petani dan koperasi mitra di sejumlah daerah penghasil kopi unggulan seperti Kerinci, Gayo, Flores, Mandailing, dan Toraja.Selain produk kopi, perusahaan juga memperkenalkan sistem traceability digital berbasis QThink-X yang memungkinkan pembeli menelusuri asal-usul produk mulai dari tingkat petani hingga proses ekspor.Penerapan teknologi tersebut dinilai semakin relevan di tengah meningkatnya tuntutan pasar global terhadap transparansi rantai pasok dan kepatuhan terhadap standar keberlanjutan.“Pasar internasional saat ini tidak hanya membeli kopi. Mereka juga ingin mengetahui siapa petaninya, bagaimana proses produksinya, dan bagaimana dampaknya terhadap lingkungan. Karena itu kami membangun sistem keterlacakan yang dapat menjawab kebutuhan tersebut,” ujarnya.BNI Xpora Dorong Ekspansi UMKM dan EksportirKeikutsertaan ALKO dalam Korea Import Expo juga menunjukkan peran BNI Xpora dalam mendukung pelaku usaha nasional memasuki pasar global. "Melalui program BNI Xpora ini diharapkan UMKM dan eksportir Indonesia mendapatkan akses terhadap jaringan buyer internasional, informasi pasar, dan dapat di jadikan sebagai fasilitasi promosi..", Ujar Edi Pramono selaku Kepala Cabang BNI Seoul Branch.Bagi ALKO, dukungan tersebut menjadi peluang untuk mempercepat perluasan pasar sekaligus memperkenalkan model bisnis kopi berbasis koperasi yang selama ini dikembangkan di Kerinci, Jambi.Perusahaan berharap agenda business matching selama pameran dapat menghasilkan kontrak dagang baru dan memperluas kerja sama dengan pelaku industri kopi Korea Selatan.Melalui partisipasi dalam Korea Import Expo 2026, ALKO berharap dapat memperkuat posisi kopi Indonesia di pasar Asia Timur sekaligus memperluas kontribusi petani dalam rantai pasok global.“Target kami bukan hanya meningkatkan volume ekspor, tetapi membangun posisi kopi Indonesia sebagai produk premium yang memiliki identitas, kualitas, dan sistem keberlanjutan yang diakui dunia,” kata Suryono.

Read More  

Admin Alko | 23/06/2026

Kerinci, Jambi — Koperasi Alam Korintji (ALKO) Internasional kembali menegaskan komitmennya sebagai gerakan ekonomi berbasis anggota melalui penyelenggaraan Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tertutup Tahun Buku 2025 yang dilaksanakan pada 12 Juni 2026 di Kerinci, Jambi.Rapat strategis tersebut dihadiri oleh jajaran pengurus dan pimpinan unit usaha dalam ekosistem ALKO, mulai dari Pembina Koperasi, Ketua Umum, Sekretaris, Bendahara, Manajer Operasional Koperasi, hingga seluruh pimpinan badan usaha yang berada di bawah naungan ekosistem ALKO.Turut hadir dalam rapat tersebut CEO ALKO Sumatra Kopi, CEO QThink-X, CEO Bank Sampah Prima Aro, CEO ALKO Academy, CEO ALKO Tourism Pesona, CEO Kahfi, serta para Kepala Kolektor Koperasi ALKO yang selama ini menjadi ujung tombak penguatan rantai pasok kopi di tingkat petani.RAT tertutup ini menjadi forum konsolidasi internal sekaligus persiapan menuju Rapat Anggota Tahunan Umum yang akan digelar pada Juli 2026, dengan agenda utama mengevaluasi capaian organisasi, memperkuat tata kelola koperasi, serta menyusun strategi pengembangan bisnis dan pemberdayaan anggota untuk tahun mendatang.Koperasi Bukan Sekadar Legalitas, tetapi Sebuah GerakanDalam sambutannya, pengurus koperasi kembali mengingatkan seluruh peserta mengenai visi besar Koperasi ALKO sebagai organisasi usaha sosial yang mengedepankan kemandirian ekonomi anggota melalui kolaborasi, transparansi, dan akuntabilitas.Di tengah perkembangan berbagai unit usaha yang semakin kompleks, pengurus menegaskan bahwa koperasi tetap menjadi pusat kendali dan ruh organisasi."Koperasi bagi kami bukan sekadar badan hukum atau legalitas usaha. Koperasi adalah gerakan. Koperasi adalah ruh dalam organisasi. Koperasi adalah sarana untuk menjalankan prinsip kemandirian ekonomi dan menjadi soko guru ekonomi masyarakat," demikian salah satu poin yang disampaikan dalam forum RAT.Pandangan tersebut menjadi landasan utama ALKO dalam membangun model kelembagaan yang berbeda dari kebanyakan organisasi bisnis pada umumnya.Di saat banyak koperasi hanya berfungsi sebagai wadah administratif, ALKO justru mengembangkan koperasi sebagai pusat pengambilan keputusan, pengawas ekosistem, sekaligus penggerak transformasi ekonomi anggota.Koperasi Sebagai Orkestrator EkosistemDalam evaluasi organisasi yang dipaparkan selama rapat, pengurus menegaskan bahwa posisi koperasi dalam ekosistem ALKO memiliki fungsi strategis sebagai orkestrator, instruktur, pengawas, sekaligus penjaga arah organisasi.Koperasi bertugas memastikan seluruh komponen dalam rantai bisnis berjalan sesuai prinsip tata kelola yang sehat dan berorientasi pada kesejahteraan anggota.Model ini dirancang untuk menciptakan pembagian peran yang jelas antara anggota, kolektor, unit usaha, dan koperasi.Petani difokuskan sebagai produsen profesional yang bertanggung jawab menghasilkan produk berkualitas.Kolektor berperan sebagai penjaga mutu atau quality control tingkat pertama yang memastikan standar kualitas produk tetap terjaga sejak dari tingkat kebun.Sementara itu, unit-unit usaha di bawah ALKO menjalankan fungsi hilirisasi, pemasaran, perdagangan, dan ekspor secara profesional.Adapun koperasi bertindak sebagai pengawas sistem, pengendali arah kebijakan, sekaligus pemegang mandat anggota dalam memastikan seluruh proses bisnis berjalan secara transparan dan akuntabel.Menurut pengurus, model tersebut menjadi fondasi penting dalam menjaga keberlanjutan organisasi yang kini telah berkembang melampaui sektor kopi semata.Membangun Sistem Close Loop yang EksklusifSalah satu poin penting yang dibahas dalam RAT adalah penguatan sistem Close Loop Exclusive Ecosystem, sebuah model rantai pasok terintegrasi yang selama ini menjadi ciri khas pengembangan bisnis ALKO.Dalam sistem ini, setiap tahapan produksi hingga pemasaran berada dalam satu ekosistem yang saling terhubung dan diawasi secara bersama.Pendekatan tersebut memungkinkan koperasi memiliki kendali lebih besar terhadap kualitas produk, transparansi transaksi, serta distribusi manfaat ekonomi kepada anggota.Melalui sistem ini, ALKO berhasil membangun rantai pasok kopi yang menghubungkan petani, kolektor, koperasi, eksportir, hingga pembeli internasional dalam satu sistem yang terkoneksi.Model tersebut juga didukung oleh platform digital QThink-X yang memungkinkan seluruh proses bisnis dapat ditelusuri secara transparan melalui sistem traceability berbasis blockchain.Pengurus menilai sistem ini menjadi salah satu kekuatan utama ALKO dalam menjawab tuntutan pasar global yang semakin mengedepankan aspek keberlanjutan, keterlacakan produk, dan transparansi rantai pasok.Ke depan, model ini direncanakan untuk diperluas ke berbagai daerah penghasil kopi di Indonesia bahkan ke sejumlah negara yang memiliki potensi kerja sama dengan ALKO.Dari Kopi ke Ekonomi HijauSelain membahas kinerja organisasi dan unit usaha, RAT juga menetapkan arah pengembangan bisnis koperasi untuk beberapa tahun mendatang.Jika sebelumnya fokus utama berada pada sektor kopi, kini ALKO mulai memperluas cakupan pengembangan ke berbagai sektor yang mendukung ekonomi berkelanjutan.Beberapa sektor prioritas yang menjadi fokus pengembangan antara lain:Penguatan bisnis kopi berbasis ekspor dan specialty coffeePengembangan ekowisata berbasis masyarakatPendidikan dan pelatihan petani melalui ALKO AcademyPengembangan ekonomi hijau berbasis karbonPengelolaan sampah dan ekonomi sirkularDigitalisasi koperasi dan inovasi teknologiPengembangan sistem Carbon DNA dan perdagangan karbonLangkah tersebut sejalan dengan meningkatnya perhatian dunia terhadap isu perubahan iklim, keberlanjutan lingkungan, dan ekonomi hijau.ALKO melihat bahwa masa depan pertanian tidak hanya bergantung pada produksi komoditas, tetapi juga pada kemampuan menciptakan nilai tambah melalui inovasi dan pengelolaan sumber daya secara berkelanjutan.Menyiapkan Koperasi Masa DepanDalam beberapa tahun terakhir, ALKO telah berkembang menjadi salah satu model koperasi modern yang mendapat perhatian berbagai pihak, mulai dari pemerintah, akademisi, lembaga internasional, hingga mitra bisnis dari Jepang, Eropa, Timur Tengah, dan Asia Tenggara.Melalui unit-unit usaha yang terus berkembang, koperasi tidak hanya berfungsi sebagai organisasi ekonomi anggota, tetapi juga menjadi pusat inovasi yang menghubungkan petani dengan pasar global.Pengurus menegaskan bahwa tantangan ke depan akan semakin kompleks. Karena itu, penguatan tata kelola, kapasitas sumber daya manusia, serta adaptasi terhadap perkembangan teknologi menjadi agenda utama organisasi."Kita ingin memastikan bahwa koperasi tetap menjadi pemilik arah, sementara unit usaha menjadi mesin pertumbuhan ekonomi yang profesional. Dengan demikian manfaat terbesar tetap kembali kepada anggota," ujar salah satu peserta rapat.Menuju RAT Umum Juli 2026RAT tertutup yang berlangsung pada 12 Juni ini menjadi langkah awal sebelum pelaksanaan RAT Umum pada Juli 2026 yang akan melibatkan anggota koperasi secara lebih luas.Forum tersebut nantinya akan menjadi momentum untuk menyampaikan laporan pertanggungjawaban pengurus, capaian usaha, rencana kerja, serta berbagai program strategis yang akan dijalankan pada periode berikutnya.Di tengah berbagai tantangan ekonomi global, ALKO optimistis model koperasi berbasis kolaborasi, teknologi, dan keberlanjutan akan menjadi salah satu jawaban bagi penguatan ekonomi masyarakat di masa depan.Dengan semangat gotong royong yang menjadi fondasi utama sejak awal berdiri, ALKO terus berupaya membuktikan bahwa koperasi bukan hanya warisan masa lalu, melainkan institusi masa depan yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.Selamat dan Sukses RAT Koperasi ALKO 2026.“Dari Petani, Oleh Petani, untuk Masa Depan yang Berkelanjutan.”

Read More  

Admin Alko | 15/06/2026

Segera hubungi kami untuk kerjasama!

Get Started

Lokasi

Kantor:

Jl. Batang Sangir, no.15, rt.04, Batang Sangir, Kayu Aro, Kerinci, Jambi 37163

Gudang:

Jl Raya Sungai Sikai, No 15 RT 04 desa Sungai Sikai, kec. Gunung Tujuh, Kab. Kerinci, Jambi 37063

Lokasi

Kantor:

Jl. Batang Sangir, no.15, rt.04, Batang Sangir, Kayu Aro, Kerinci, Jambi 37163

Gudang:

Jl Raya Sungai Sikai, No 15 RT 04 desa Sungai Sikai, kec. Gunung Tujuh, Kab. Kerinci, Jambi 37063

© 2021 ALKO - All Rights Reserved.